Advertisements

Apakah St. Yohanes Pembaptis Dilahirkan Tanpa Dosa Asal?

Oleh Philip Kosloski

St. Yohanes Pembaptis – El Greco – Public Domain (Sumber: aleteia.org)

Jawabannya terkait langsung dengan Kunjungan Santa Perawan Maria kepada St. Elisabet.

Liturgi Gereja hanya merayakan tiga kelahiran sepanjang tahun: Yesus, Santa Perawan Maria, dan St. Yohanes Pembaptis. Banyak yang mengklaim bahwa salah satu alasan pemilihan Yohanes Pembaptis terkait dengan kepercayaan populer bahwa Yohanes dilahirkan tanpa dosa asal.

Benarkah demikian?

Secara teknis, Gereja tidak pernah mengumumkan dalam dokumen resmi atau pernyataan bahwa St. Yohanes Pembaptis lahir tanpa dosa asal. Di sisi lain, Gereja tidak menampik gagasan itu juga.

Alasan mengapa umat beriman memercayai keyakinan ini karena didasarkan kepada peristiwa kunjungan Santa Perawan Maria yang Terberkati kepada St. Elisabet. Hal ini dicatat oleh St. Lukas, “Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus.” (Lukas 1:41).

Mengenai hal ini, para teolog berdebat selama berabad-abad, menyiratkan bahwa ketika Yohanes dikandung dengan dosa asal, dia dimurnikan di dalam kandungan dan dilahirkan tanpa dosa asal.

Catholic Enyclopedia[1] merangkum argumen ini, “Sekarang dengan adanya dosa apapun tidak sesuai dengan tinggalnya Roh (Kudus) dalam jiwa, maka pada saat itu Yohanes dibersihkan dari noda dosa asal.”

Beberapa teolog memiliki pandangan bagian ini sebagai sejenis “baptisan,” yang seperti Katekismus Gereja Katolik jelaskan, “diampunilah semua dosa, dosa asal dan semua dosa pribadi, serta siksa-siksa dosa.” (bdk. KGK 1263 – red.)

Namun walaupun begitu meyakinkan argumen ini, tidak ada doktrin yang mengikat yang menyatakan ide ini sebagai bagian penting dalam iman Katolik. Mungkin memang demikian, tapi umat Katolik tidak terikat untuk mempercayainya.

Apapun situasi yang sebenarnya, hal ini tidak menempatkan Yohanes setara dengan Perawan Maria.

Paus Pius IX dalam deklarasi dogmatis menegaskan bahwa “Bunda Maria yang terberkati, seketika pada saat pertama ia terbentuk sebagai janin, oleh rahmat yang istimewa dan satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Besar, oleh karena jasa-jasa Kristus Penyelamat manusia, dibebaskan dari semua noda dosa asal, adalah doktrin yang dinyatakan oleh Tuhan dan karenanya harus diimani dengan teguh dan terus-menerus oleh semua umat beriman.”[2]

Yesus dan Perawan Maria tetap menjadi dua individu yang dikandung tanpa noda dosa asal.

Catatan kaki:

[1] Catholic Encyclopedia: St. John the Baptist

[2] Katolisitas.org: Maria Dikandung Tanpa Noda: Apa Maksudnya? Terjemahan Konsitusi Apostolik Ineffabilis Deus.

Sumber: “Was John the Baptist born free of original sin?”

Advertisements

Posted on June 2, 2018, in Kenali Imanmu and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: