Advertisements

Negeri Asal Para Majus

Gentile da fabriano, adorazione dei magi (Sumber: wikipedia.org)

Berbagai kemungkinan daerah asal para majus

Kita mungkin bertanya-tanya tentang daerah asal para majus. Kisah para majus ini ditulis dalam bab dua dalam Injil Matius, berikut ini adalah perikop yang menuliskan tentang para majus:

Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” (Matius 2:1-2)

Dr. Brant Pitre menjawab berbagai kemungkinan tentang hal ini dengan baik dan sistematis. Dimulai dengan istilah bahasa Yunani untuk para majus atau orang bijak itu adalah magos, dan diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi magician atau dalam bahasa Indonesia berarti penyihir. Dan secara harafiah, “orang bijak” adalah terjemahan yang sangat baik. Maka pertanyaannya, siapa mereka yang berasal dari Timur itu? Di mana yang dimaksud Timur itu?

Selama sejarah Kekristenan ada tiga interpretasi yang telah disampaikan. Hal ini menjadi salah satu topik yang memiliki berbagai pendapat dan penjelasan. Interpretasi pertama disampaikan oleh beberapa penulis Kristen kuno seperti Klemens dari Alexandria, St. Yohanes Krisostomus, St. Leo Agung, dan St. Sirilius dari Yerusalem berkata bahwa para orang bijak ini berasal dari Persia. Persia pada zaman kuno terkenal karena kebijaksanaan, pengajaran, serta ilmu pengetahuannya. Interpretasi kedua ada yang menyatakan bahwa orang bijak dari Timur itu orang Babilonia, mereka berasal dari Babilon, karena Babilon terletak di sebelah timur tanah suci. Dan orang-orang yang mengemukakan bahwa orang bijak berasal dari Babilonia adalah St. Hieronimus dan St. Agustinus dan Glossa Ordinaria (semacan pelajaran Alkitab dalam tradisi Katolik pada abad pertengahan). Interpretasi ketiga yang merupakan salah satu interpretasi yang memiliki kemungkinan yang paling kuat. Interpretasi ini menyatakan bahwa ketika Matius menyebutkan para orang bijak dari timur ini sebenarnya dia berbicara tentang orang-orang dari Arab. Pandangan ini juga sama kunonya dengan pandangan-pandangan yang sudah disebutkan di atas. Pandangan ini dikemukakan oleh St. Yustinus Martir, St. Siprianus dari Kartago dan St. Ephifanius dari Salamis pada abad ke-4, dan beberapa bapa gereja berpendapat bahwa orang bijak dari timur ini berasal dari Arab.

Dan inilah alasan-alasan yang menjadikan interpretasi ketiga ini menjadi interpretasi yang paling mungkin. Alasan pertama, setiap kali Matius menceritakan kisah kelahiran Yesus, sepertinya Matius merujuk nubuat Perjanjian Lama dalam Kitab Yesaya 6:6. Jika kita membaca kembali perikop tersebut kita akan menemukan kata-kata berikut ini yang menggambarkan Yerusalem baru, zaman keselamatan yang berbunyi:

Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Jadi jika kita mengingat Injil Matius yang mengatakan bahwa para orang bijak membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur. Dan banyak komentator Alkitab menyatakan bahwa Matius dengan sengaja merujuk Kitab Yesaya bab 60 tentang nubuat raja-raja non-Israel membawa emas dan kemenyan ke Yerusalem.

Maka jika hal itu benar, sangatlah penting karena Syeba sebagaimana yang Matius gambarkan sebagai tempat asal mereka. Syeba adalah bagian wilayah Midian dan Efa, yang terdiri dari orang-orang Arab yang merupakan keturunan Ketura istri dari Abraham dalam Kitab Kejadian (bdk. Kej 25:1-2). Jadi dalam kata lain, hubungan antara Yesaya bab 60 dan Matius bab 2 mengarahkan kita kepada Syeba, di wilayah Arab dan persembahan emas dan kemenyan yang berasal dari wilayah itu.

Elemen yang kedua sebenarnya berasal dari Mazmur 72. Perikop ini menggambarkan tentang Raja Salomo dan menggambarkan raja yang akan datang, semacam Salomo Mesianik, Salomo yang baru, dan juga menggambarkan raja-raja bukan Yahudi yang tunduk kepada Raja Israel. Dan raja-raja bukan Yahudi ini membawakan bagi-Nya emas dari segala tempat. Dalam Mazmur juga tertulis tentang Syeba dan raja:

Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba. (Mazmur 72:15)

Jadi kita bisa melihat ada hubungan yang lain dengan Syeba, emas dari timur dari Arab dipersembahkan bagi Yesus sebagai persembahan. Namun, apa yang menarik dalam terang dari Injil Matius bukan hanya tentang emas dari Syeba yang dipersembahkan bagi-Nya, namun raja Syeba digambarkan sujud menyembah di hadapannya sama seperti para orang bijak yang sujud menyembah Yesus dalam Injil Matius. Sebagaimana dituliskan dalam Mazmur 72:11:

Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

Maka para ahli lainnya menyarankan bahwa apa yang dilakukan Matius adalah merujuk bukan hanya pada Yesaya bab 60 tapi juga pada Mazmur bab 72 yang menggambarkan emas dari Syeba (Arab) dibawa kepada raja yang akan datang, Salomo yang baru, atau dalam kata lain Sang Mesias.

Dengan dua alasan menarik ini. Yang pertama, jika hal itu benar, maka Matius dengan jelas mengaitkan orang bijak dari Timur dengan wilayah Syeba (wilayah Arab) dan emas yang dibawa kepada Yesus merupakan semacam penggenapan nubuat. Namun ada hal yang menarik karena apa yang dituliskan dalam Mazmur (Mazmur 72) yang menjadikan tradisi “Tiga Raja dari Timur,” betul? Karena Matius sendiri tidak pernah berkata orang bijak ini adalah raja. Mereka dipanggil dengan sebutan para majus, orang bijak dari timur. Menggabungkan kisah Matius dengan Mazmur Perjanjian Lama tentang para raja ini yang membawa emas dari Syeba mengarah kepada tradisi bahwa orang bijak ini bukan hanya penasihat atau pembicara raja, tetapi mereka sebenarnya adalah raja, betul?

Dan kemudian tradisi tiga raja berasal dari tiga persembahan: emas, kemenyan, dan mur. Hal ini merupakan kesimpulan dari naskah yang berkembang seiring dengan perjalanan waktu dari tradisi pada abad-abad berikutnya. Jadi hal ini semacam contoh menarik dalam Injil Matius. Jika kita melihat Injil Matius dengan cermat, beberapa elemen tertentu dari tradisi ini yang kita sudah kenali sebenarnya tidak tertulis dalam Injil Matius seperti sifat rajawi, identitas mereka sebagai raja, dan mereka berjumlah tiga orang. Namun apa yang tertulis itu adalah implikasi bahwa orang bijak itu berasal dari timur bukan berasal dari Persia atau Babilon sebagaimana yang dipikirkan secara umum, namun penjelasan paling mungkin adalah bahwa Matius menggambarkan orang bijak berasal dari wilayah Arab. Yang akan menggenapi nubuat tentang Mesias yang semacam Salomo yang baru atau lebih besar dari Salomo. Hal ini tentu saja diperkuat dalam Injil Matius 12:42 (bdk. Lukas 11:39-32) bahwa Yesus sendiri bersabda bahwa Ratu dari Syeba (Ratu dari Selatan bdk. 1 Raja-raja 10:1-10) datang dari timur untuk mendengarkan hikmat Salomo namun lihatlah Dia yang lebih besar dari Salomo. Itulah Yesus dalam Injil Matius. Dia bukanlah Raja Israel, Dia bukan hanya Mesias, tetapi Dialah yang lebih besar dari Salomo. Dan untuk itulah, orang bijak dari timur datang untuk menggenapi Mazmur tentang Salomo dengan membawakan Dia persembahan emas, kemenyan, dan mur.

Referensi: We Three Kings of Orient Are… From Where?

Advertisements

Posted on 25 March 2019, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: