Apa itu Magisterium Gereja Katolik?

Oleh Philip Kosloski

Ghent Altarpiece karya Jan van Eyck (Sumber: aleteia.org dan wikipedia.org)

Magisterium adalah jabatan pengajaran resmi Gereja, termasuk paus dan para uskup yang bersekutu dengannya

Ada saatnya umat Katolik akan berbicara mengenai satu kata yang disebut “Magisterium”  dan perannya dalam Gereja. Apa itu “Magisterium” dan apa fungsinya?

Magisterium berasal dari bahasa Latin yaitu magister yang artinya guru, yang juga bermakna luas yang bisa berarti presiden, kepala, direktur, dan sebagainya, dan juga dalam makna yang sempit berarti seorang pengajar atau pembimbing kaum muda. Magisterium yang merupakan kata benda merujuk pada jabatan seorang magister.

Dalam istilah sederhana, Magisterium adalah jabatan ajaran resmi Gereja, dalam arti peran atau otoritas, bukan sebagai pusat birokratis. Magisterium di dalamnya terdiri dari paus dan para uskup yang bersekutu dengannya. Mereka diberikan tugas untuk menafsirkan Kitab Suci dan membuat penilaian mengenai “tradisi” dalam Gereja, dan membuat pernyataan resmi mengenai otentisitas tradisi-tradisi tersebut.

Berikut ini bagaimana Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan Magisterium:

“Adapun tugas menafsirkan secara otentik Sabda Allah yang tertulis atau diturunkan (Tradisi) itu, dipercayakan hanya kepada Wewenang Mengajar Gereja yang hidup, yang kewibawaannya dilaksanakan atas nama Yesus Kristus” Hal ini berarti bahwa tugas menafsirkan telah dipercayakan kepada para uskup dalam persatuan dengan penerus Petrus, Uskup Roma (KGK 85).

Tugas ini diberikan Yesus Kristus kepada para rasul dan kepada St. Petrus, dan bisa kita lihat dalam Perjanjian Baru, terutama dalam Kisah Para Rasul ketika terjadi perselisihan mengenai penerimaan mereka yang bukan orang Yahudi.

St. Petrus mendapatkan penglihatan di mana ia didorong Allah untuk menerima sesuatu yang “najis.” Setelah itu ia menyatakan, “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 10:47-48).

Pembaptisan orang-orang bukan Yahudi merupakan salah satu contoh bagaimana Petrus dan para rasul menghadapi situasi yang baru, di mana mereka harus menentukan tindakan yang benar. Dengan inspirasi Roh Kudus, mereka dimungkinkan untuk membuat pernyataan bagaimana menafsirkan Sabda Allah dengan cara yang otentik.

Umat Katolik percaya bahwa paus dan para uskup yang bersekutu dengannya bisa dipercaya karena janji Yesus tentang mengirimkan Roh Kudus kepada mereka, yang akan membimbing mereka dalam proses menyatakan “dogma-dogma” tertentu dan menilai otentisitas dari tradisi tertentu.

Seluruh konsep mengenai magisterium bergantung pada kepercayaan ini, yaitu janji Yesus, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran (Yohanes 14:16-17).

Sumber: “What is the magisterium of the Catholic Church?”  dan Wikipedia.org

Posted on 3 July 2020, in Kenali Imanmu and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: