Mesias, Tunas dari Tunggul Isai

Oleh Dr. Brant Pitre

Tree of Jesse karya Jan Mostaert (Sumber: wikipedia.org)

[Paulus] tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu (Kisah Para Rasul 13:14,16-17).

Kita lompat ke ayat 22:

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak (Kisah Para Rasul 13:22-25)

Kita berhenti sejenak dengan bacaan kedua pada Misa Malam Natal. Mengapa Gereja memilih bacaan ini?

Intinya, saya pikir karena bacaan itu menjadi ringkasan yang bagus dari segala sesuatu yang sudah kita lihat selama masa Adven. Jika kita ingat kembali masa Adven (hari Minggu pertama Adven), kita memulainya dengan pesan kedatangan Kristus, parousia Yesus, dan secepat kilat kita kembali ke parousia-Nya yang pertama atau kedatangan-Nya yang pertama. Masa persiapan dari kedatangan-Nya yang pertama kita dengarkan dari pelayanan St. Yohanes Pembaptis, pernyataan publiknya tentang kedatangan kerajaan Allah, bukan hanya kedatangan kerajaan Allah saja, tetapi juga seseorang yang datang setelahnya. Ia yang akan lebih besar darinya, dan membuka kasut-Nya pun ia [St. Yohanes Pembaptis] tidak pantas. Seperti yang disebutkan oleh Paulus di sini yaitu Juruselamat, Mesias dari keturunan Daud.

Sekarang, kebanyakan orang ketika memikirkan tentang kedatangan Mesias, kita hanya berpikir tentang gagasan raja Mesianik yang sudah lama dinanti-nantikan, untuk membawakan keselamatan bagi bangsa Israel. Tentu saja, itu benar sekali. Namun perhatikan dalam satu baris khotbah Paulus di Antiokhia yang begitu menonjol bahwa Allah berfirman:

… Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku …

… dan dari keturunannya, Allah akan membawakan Israel seorang Juruselamat. Jadi selama masa Adven, banyak orang mungkin pernah mempunyai pohon Isai di rumah kita. Dan gagasan tentang pohon Isai berakar pada nubuatan dari kitab Yesaya (Yesaya 11) yang menggambarkan kedatangan Mesias sebagai tunas yang akan keluar dari batang pohon Isai yang sudah ditebang atau tunggul.

Jadi apa yang dikatakan Paulus di sini dalam khotbahnya kepada orang-orang di Antiokhia adalah bahwa tunas yang sudah lama dinantikan dari tunggul Isai, cabang Mesianik dari pohon Daud, yang dengannya kerajaan Allah akan didirikan, dan itulah bangsa Israel menantikannya yaitu Yesus dari Nazaret. Ialah Juruselamat yang sudah lama dinantikan. Dan yang sangat penting, sebagai Juruselamat dan raja, Ia tidak bisa datang dari mana saja. Ia harus berasal dari keluarga dan keturunan Isai, yang merupakan ayah dari Raja Daud.

Menurut apa yang dijelaskannya, jika Anda berulang kali melihat para nabi, raja yang akan datang yang kemudian disebut Mesias atau mashiach, bukan sembarang raja. Ia bukanlah raja dari suku Benyamin seperti Saul. Ia adalah seorang raja dari suku Yehuda, dan dari keluarga Daud, dari keluarga raja.

Jadi, salah satu hal yang dilakukan oleh umat Kristen perdana dalam memberitakan kabar baik tentang Natal, terutama jika mereka berada di suatu tempat dengan komunitas Yahudi yang besar seperti di Antiokhia. Paulus pergi ke sinagoga. Itulah bukti adanya komunitas Yahudi di Antiokhia. Satu hal pertama yang harus dilakukan para penginjil Kristen tetapkan bukan hanya Yesus adalah Mesias, tetapi Ia berasal dari keluarga Daud, bahwa Ia bagian dari keluarga kerajaan. Karena jika Ia bukan berasal dari keluarga kerajaan, Ia tidak mungkin menjadi raja Israel yang sejati.

Maka pada Misa Hari Raya Natal pada malam hari (Malam Natal), apa yang Paulus lakukan adalah memberikan kerugma, proklamasi, kabar gembira bahwa Yesus dari Nazaret, yang sebelumnya diwartakan oleh Yohanes Pembaptis dan juga menggenapi nubuat Yesaya, benar-benar Juruselamat bangsa Israel. Ia benar-benar Mesias keturunan Daud yang sudah lama dinanti-nantikan. Ia adalah tunas dari tunggul pohon Isai.

 

Sumber: “The Messiah – A Shoot From The Stump Of Jesse”

Posted on 2 January 2021, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: