Kenapa Alkitab Sahabat Protestan Lebih Kecil?

Oleh Jimmy Akin

Alkitab Kecil (Sumber: catholic.com)

Sebuah wawancara singkat dengan seorang Apologet Senior Catholic Answers, ia adalah Jimmy Akin yang akan membicarakan mengapa Alkitab itu sebuah kitab Katolik.

Pertanyaan: Sahabat Protestan kita sering membicarakan “Firman Allah” seolah-olah Firman itu terbatas hanya dalam Alkitab. Benarkah demikian?

Jimmy Akin: Tidak demikian. Alkitab berbicara tentang “Firman Allah” sebagai beberapa hal yang berbeda. Tentu saja Firman itu termasuk Alkitab, tetapi juga mencakup Firman Allah yang disampaikan kepada orang-orang secara lisan dalam bentuk Tradisi. Seperti waktu para rasul memberitakan Firman kepada orang banyak sebelum Perjanjian Baru ditulis, atau ketika pada nabi memberitakan Firman Allah sebelum ada kitab-kitab dalam Kitab Suci dituliskan. Firman Allah yang utama adalah Yesus sendiri, jadi kita tidak bisa membatasi Firman Allah hanya pada Alkitab.

Pertanyaan: Yesus mengutuk orang-orang Farisi karena “membatalkan Firman Allah” dengan tradisi yang mereka lakukan. Apakah itu artinya semua Tradisi itu buruk?

Jimmy Akin: Hanya karena ada satu kelompok yang menyalahgunakan tradisi tidak berarti semua tradisi itu buruk. Di bagian lain, dalam Kitab Suci Perjanjian Baru memuji tradisi yang berasal dari para rasul, dan memerintahkan umat Kristen supaya menghormati tradisi baik yang tertulis dalam Alkitab maupun yang lisan. Tradisi orang Farisi tidak mengikat kita, tapi Tradisi para rasul mengikat kita!

Pertanyaan: Sahabat Protestan kita berkata bahwa kita harus mendasarkan doktrin yang kita percaya pada “hanya Kitab Suci.” Apa yang salah dengan gagasan ini?

Jimmy Akin: Masalah besarnya jika kita harus membuktikan setiap doktrin “hanya dengan Kitab Suci” atau sola Scriptura maka kita harus membuktikan doktrin ini dengan cara yang sama. Kenyataannya tidak bisa. Tidak ada ayat yang mengatakan atau menyiratkan bahwa kita harus membuktikan setiap doktrin hanya dengan Kitab Suci. Itulah yang membuat sola Scriptura menjadi ajaran yang menyangkal ajarannya sendiri.

Pertanyaan: Beberapa orang anti-Katolik berkata bahwa Gereja Katolik “membenci” Alkitab dan berusaha menjauhkannya dari umat. Bagaimana kita menjawabnya?

Jimmy Akin: Jika Gereja Katolik “membenci” Alkitab, maka tidak akan ada Alkitab yang disalin susah payah dengan tangan selama berabad-abad sebelum mesin cetak ditemukan. Selain itu, para biarawan tidak akan membuat salinan Alkitab yang indah dan mengkilap, yang lembarannya dilapisi emas dengan cara mengusapkan daun emas sebagai gambaran menghormati Firman Allah.

Pertanyaan: Kapan Injil ditulis? Apakah Injil itu dituliskan jauh sesudah kehidupan Yesus?

Jimmy Akin: Seiring dengan kemajuan ilmu Alkitab, penanggalan Injil terus ditarik mundur. Anda tidak akan menemukan ahli Kitab Suci yang mengatakan bahwa Injil dituliskan seratus tahun atau lebih setelah Yesus hidup di muka bumi. Saat ini, hampir semua ahli mengakui bahwa semua kitab Injil ditulis pada abad pertama, dan bukti paling awal menunjukkan bahwa Injil dituliskan antara tahun sekitar tahun 55 dan 65 M. Sekitar dua puluh sampai tiga puluh tahun setelah pelayanan Yesus.

Pertanyaan: Apakah semua orang Yahudi pada zaman Yesus menghormati kitab-kitab sebagaimana Kitab Suci?

Jimmy Akin: Tidak demikian. Ada beberapa kelompok orang Yahudi yang berbeda punya pendapat berbeda mengenai buku mana yang dikuduskan, dan kebanyakan tidak punya satu pun daftar yang tertutup atau “kanon” dari kitab-kitab dalam Alkitab. Batas-batas yang tepat mengenai Perjanjian Lama terus menerus diperdebatkan di lingkungan orang Yahudi selama berabad-abad.

Pertanyaan: Mengapa Alkitab berisikan kitab-kitab seperti sekarang? Bagaiama kita punya daftar yang persis seperti sekarang?

Jimmy Akin: Allah yang membimbing Gereja selama berabad-abad untuk mengetahui kitab-kitab mana saja yang menuliskan ekspresi tertulis dari Firman-Nya dan kitab-kitab mana yang bukan. Dalam tingkatan manusia, ini dilakukan melalui ajaran Magisterium, yaitu para paus dan para uskup. Dengan demikian, Gereja Katolik berperan penting untuk mengidentifikasi kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Pertanyaan: Mengapa sahabat Protestan kita punya Alkitab yang lebih kecil?

Jimmy Akin: Martin Luther dan para pemimpin Protestan mula-mula menolak ajaran-ajaran Katolik tertentu, seperti purgatorium yang sangat didukung dalam kitab 2 Makabe dalam Perjanjian Lama. Oleh karena itu, mereka memohon kepada orang Yahudi Eropa pada zaman itu yang tidak menghormati kitab 2 Makabe dan kitab-kitab tertentu lainnya sebagai Kitab Suci. Dengan demikian, mereka membuang kitab-kitab tertentu dari Alkitab Protestan yang sudah secara historis dianggap sebagai Kitab Suci oleh umat Kristen.

Pertanyaan: Intinya, mengapa Alkitab adalah kitab Katolik?

Jimmy Akin: Alkitab adalah sebuah kitab Katolik karena Perjanjian Baru ditulis oleh orang-orang Katolik, karena Gereja Katolik yang menentukan kitab mana yang masuk dalam Alkitab, dan karena Gereja Katolik yang sudah memelihara dan menerbitkan Alkitab dengan menyalinnya dengan tangan selama berabad-abad. Alkitab adalah anugerah yang diberikan Allah kepada dunia melalui Gereja Katolik.

 

Sumber: “Why Do Our Protestant Friends Have Smaller Bibles?”

Posted on 17 March 2021, in Kenali Imanmu, Kitab Suci and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> bloggers like this: