Easter itu Pagan?

Oleh Jon Sorensen

Ishtar (Sumber: catholic.com)

Ada gambaran populer yang beredar di media sosial tentang Paskah Kristen (Easter) dan Ishtar. Mari kita hentikan argumen buruk ini untuk selamanya.

Setiap tahun ada gambaran popular yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa perayaan Paskah Kristen (Easter) berakar pada perayaan kuno dari dewi Jermanik bernama Eostre, yang juga dikenal sebagai Ishtar. Ada tuduhan dalam gambar di bawah ini:

Cocoklogi Ishtar-Easter (Sumber: catholic.com)

Inilah Ishtar:

Cara pengucapan “Easter” (Paskah Kristen dalam bahasa Inggris)

Easter awalnya merupakan perayaan Ishtar, dewi kesuburan dan seks Asyur dan Babilonia. Simbol-simbolnya (seperti telur dan kelinci) dulunya dan masih merupakan simbol kesuburan atau seks (apakah Anda pernah berpikir kalau telur dan kelinci ada hubungannya dengan kebangkitan?). Setelah Kaisar Konstantinus memutuskan untuk mengkristenkan Kekaisaran, maka Easter diubah untuk mewakili Yesus. Tapi pada dasarnya, Easter (yang begitulah cara Anda mengucapkan Ishtar) adalah tentang merayakan kesuburan dan seks.

St. Paulus memberi tahu kitasupaya, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1 Tesalonika 5:21). Ketika ada pernyataan Eostre-Ishtar-Easter seperti ini, kita sudah bisa membayangkan situasi di mana praktik budaya “dibaptis” dengan mempertahankan elemen-elemen tertentu sambil membuang elemen yang bermasalah. Jika demikian dengan halnya Paskah Kristen, maka tidak akan menjadi masalah besar, sama seperti kalau hal itu bukan masalah besar ketika kita menemukannya di tempat lain. Jika kebiasaan asli adalah merayakan kesuburan dan seks, dan tentunya sekarang bukan itu lagi. Semua itu tentang kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Setiap umat Katolik akan menjawab demikian. Maka, Anda bisa dengan mudah mengabaikan pernyataan seperti itu dan tidak terlalu khawatir apakah benar atau tidak.

Tapi ada beberapa umat Kristen fundamentalis, neopagan, dan ateis yang akan mengggunakan argumen seperti yang ada di gambar viral di atas – meskipun dengan sedikit modifikasi untuk alasan yang  berbeda – sebagai alat untuk mengalahkan umat Katolik ketika kita mendekati perayaan terpenting setiap tahun ini. Saya tidak suka dihantam dengan sesuatu, terutama ketika saya tahu bahwa yang menyerang saya sebenarnya tidak punya dasar yang kuat.

Yang benar adalah sejarawan tahu selub beluk tentang “Eostre.” Satu-satunya sumber utama yang kita punya adalah seluruh catatan sejarah dari St. Beda, ia seorang biarawan Katolik Inggris. Mengenai topik ini, ia menulis:

Eosturmonath punya nama yang sekarang diterjemahkan sebagai “bulan Paskah” dan yang pernah disebut setelah dewi mereka yang bernama Esotre, yang pesta penghormatannya dirayakan pada bulan itu. Sekarang merujuk pada musim Paskah dengan namanya, dengan menyebut sukacita ritus baru dengan nama perayaan lama (The Reckoning of Time, 725 M).

Begitu saja, saudara-saudari. Semua yang kita ketahui tentang apa yang disebut “Eostre” hanya ada di kutipan singkat itu. Dan St. Beda mungkin salah. “Eostre” tidak pernah muncul dalam mitologi yang masih ada di wilayah sekitar itu. Beberapa penulis berspekulasi bahwa dewi ini terlokalisasi, tapi hal ini menimbulkan pertanyaan: kenapa Gereja Katolik repot-repot membuat hari libur hanya untuk menggantikan perayaan satu atau dia suku pedalaman? Tentu saja, para pemimpin Katolik pada masa itu bisa memilih untuk menyesuaikan hari raya dewa-dewa pagan yang lebih terkenal!

Fakta bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang “Eostre” bahkan jika dewi itu benar-benar ada, maka membuat lompatan ke dewa Babilonia, Ishtar menjadi semakin membingungkan. Beberapa orang neopagan mencoba membuat hubungan melalui etimologi kata-kata. “Eostre” kemungkinan berasal dari kata Inggris Kuno yaitu Ēastre, yang merujuk pada musim semi atau fajar. Dari perspektif ini, para pendukung teori Ishtar harus mengumpulkan potongan-potongan “dewi-dewi fajar” lainnya.

Perlu dicatat juga bahwa perayaan Kebangkitan Yesus disebut “Easter” hanya oleh orang Kristen yang berbahasa Inggris. Yang lainnya menyebutnya Pascha dan berbagai bahasa turunan lainnya yang artinya “Passover” (Paskah Yahudi) untuk memperingati pengorbanan Tuhan kita sebagai “domba Paskah” kita.

Pernyataan lainnya yang dibuat dalam gambar Ishtar itu adalah kelinci dan telur adalah simbol kesuburan, seperti yang terkait dengan Ishtar. Saya kira di beberapa budaya telur dan kelinci dipandang sebagai simbol kesuburan, tapi keduanya tidak dikaitkan dengan Paskah Kristen di setiap budaya.

Tidak ada penjelasan historis yang jelas tentang bagaimana telur dan kelinci menjadi simbol yang berkaitan dengan Paskah di Amerika Serikat. Beberapa cendekiawan berpikir bahwa migran Jerman mungkin yang membawa kebiasaan itu. History.com menjelaskan demikian:

Menurut beberapa sumber, kelinci Paskah pertama kali datang ke Amerika pada tahun 1700-an dengan adanya imigran Jerman yang menetap di Pennsylvania dan membawa tradisi kelinci yang mengerami telur yang disebut “Ostenhase” atau “Oschter Haws.” Anak-anak mereka membuat sarang di mana kelinci ini bisa mengerami telur yang diwarnai. Akhirnya, kebiasaan itu menyebar ke pelosok Amerika Serikat dan kisah fabel tentang kiriman kelinci pada fajar Paskah menyebar dengan memasukan cokelat, permen dan hadiah lainnya, yang dibentuk dalam keranjang yang dihiasi sebagai pengganti sarang. Selain itu, anak-anak sering meninggalkan wortel untuk kelinci karena kalau kelinci itu alapar akan melompat-lompat.

Keyakinan pribadi saya tentang kebiasaan ini – seperti susu dan kue untuk Sinterklas pada Natal – berkembang sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan bersama anak-anak. Mungkin tidak ada hubungan yang erat dengan hari raya itu sendiri. Bahkan jika hubungan dengan praktik pagan kuno bisa ditunjukkan dengan pasti, signifikansi aslinya sudah hilang seiring berjalannya waktu.

Dan akhirnya, teori konspirasi anti-Katolik apa yang tidak melibatkan kaisar Romawi Konstantinus? Meskipun sudah dikatakan bahwa Konstantinus sudah berbuat banyak untuk memungkinkan agama Kristen berkembang, itu samacam pernyataan lanjutan bahwa ialah yang memutuskan untuk “mengkristenkan Kekaisaran” dengan mengubah perayaan Paskah yang mewakili kebangkitan Yesus. Konstantinus menyerukan Konsili Nikea untuk menyelesaikan masalah aliran Arian, sementara konsili itu berlangsung, para bapa konsili juga menyelesaikan perdebatan tentang kapan harus merayakan Paskah. Sedangkan, perayaan Paskah sendiri sudah dirayakan pada masa itu. Permasalahannya adalah kapan jatuhnya hari Paskah. Itulah hubungan dari pemaparannya.

Ada pelajaran besar dalam apologetika dalam semua ini. Kapan pun Anda dihadapkan dengan suatu pernyataan bahwa beberapa unsur kebiasaan atau praktik Katolik “meminjam” dari agama-agama pagan kuno, Anda bisa dengan tenang mengetahui bahwa sebagian besar semua itu didasarkan pada spekulasi, atau penelitian yang buruk atau ikut-ikutan latah. Jika Anda menemukan gambar semacam itu di media sosial pada masa Paskah, silakan menggunakan gambar di bawah ini sebagai jawaban.

Membongkar Mitos Ishtar dalam Easter (Sumber: catholic.com)

Terjemahannya demikian:

Inilah Ishtar

Dibaca seperti yang tertulis: “Ish-tar.”

Paskah Kristen (Easter) tidak pernah menjadi perayaan dewi kesuburan dan seks dari Babilonia ini. Kenyataannya, nama “Easter” adalah nama bulan April, dan hanya bahasa Inggris yang menggunakan kata itu. Sebagian besar bahasa, nama hari raya ini berasal dari bahasa Latin “Pascha.” Telur dan kelinci tidak ada hubungannya dengan Ishtar.

Konstantinus tidak “mengkristenkan” Kekaisaran Romawi, dan ia juga tidak “mengubah Easter untuk melambangkan Yesus.”

Setiap kali Anda menemukan pernyataan semacam ini, maka orang itu perlu belajar lagi.

 

Sumber: “No Evidence for the ‘Pagan Easter’ Thesis”

Posted on 19 April 2022, in Apologetika and tagged . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Trimakasih Pak ***** ********* Selamat & semangat Paskah 2022. Berkah Dalem.

Leave a Reply to Terang Iman Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: