Advertisements

Beata Margaret Oh

Beata Margaret Oh (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Margaret Oh (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun Lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Tidak diketahui
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Istri
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 28 September 1868
  • Tempat Kemartiran: Juksan, Gyeonggi-do
  • Cara Kemartiran: Tidak diketahui

 

Tempat dan tanggal kelahiran Margaret Oh dan bagaimana dia menjadi Katolik tidak diketahui secara pasti. Dia menikah dengan Fransiskus Pak dan tinggal di Cheongju, Chungcheong-do. Ketika Penganiayaan Byeongin terjadi pada tahun 1866, pasangan ini membawa keempat putranya dan pindah ke Jeolgol, Jincheon (Sekarang, Baekgok-myeon, Jincheon-gun). Mereka menjalankan agama mereka secara rahasia.

Keluarga Margaret Oh hidup dalam kedamaian di Jeolgol selama dua tahun. Mereka dengan setia menjalankan agamanya, mereka dihadapkan dengan bahaya ketika penganiayaan semakin keras pada tahun 1868. Pada tahun yang sama, pada tanggal 5 September (19 Juli, pada penanggalan Lunar), polisi Juksan, Gyeonggi-do menyerbu Jeolgol.

Ketika keluarga Fransiskus Pak mendengar kabar kedatangan polisi, mereka melarikan diri ke gunung. Ketika mereka melarikan diri, mereka tersebar ke berbagai arah. Sementara mereka bersembunyi di gunung, Margaret Oh ditangkap bersama bayinya yang digendong di punggungnya. Dia dipukuli tanpa ampun.

Suaminya, Fransiskus, yang merasa cemas dengan keberadaaan keluarganya, membuat dia turun dari gunung. Dia ditangkap oleh polisi. Margaret Oh dan Fransiskus Pak dibawa ke penjara Juksan. Suaminya, Fransiskus menulis surat dari dalam tahanan untuk adiknya Filipus dan putra sulungnya Antonius. Dia memberi saran ini kepada saudaranya:

“Mohon, jagalah keponakan kecilmu, dan sembahlah Tuhan dengan tulus hati. Patuhilah ketetapan Ilahi, dan ikutilah aku.”

Surat-suratnya (Fransiskus Pak) dilalap api bersama benda-benda rohani lainnya selama masa penganiayaan. Margaret Oh dan suaminya Fransiskus Pak, mempertahankan iman mereka sambil menahan berbagai jenis hukuman. Bersama-sama mereka menjadi martir di Juksan pada tanggal 28 September 1868 (13 Agustus, pada penanggalan Lunar)

Sumber: koreanmartyrs.org dan popekorea.catholic.or.kr

Advertisements

Posted on September 28, 2014, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: