Advertisements

Beato Petrus Yi Tae-gwon

Beato Petrus Yi Tae-­gwon (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Petrus Yi Tae-­gwon (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: 1782
  • Tempat Lahir: Hongju, Chungcheong-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Keluarga kelas biasa
  • Usia: 57 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 29 Mei 1839
  • Tempat Kemartiran: Jeonju, Jeolla-do
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Petrus Yi Tae-gwon juga dipanggil dengan nama ‘Seung-hwa’, dia lahir di Hongju, Chungcheong-do pada keluarga kelas biasa. Ketika dia masih muda, Petrus Yi belajar Katekismus dari orang tuanya. Yi Mu-myeong yang ditangkap pada tahun 1801 ketika Penganiayaan Shinyu terjadi dan meninggal dalam pengasingan di Jeolla-do adalah ayahnya. Paulus Yi Yeo-sam yang menjadi martir di Hongju pada tahun 1812 adalah pamannya.

Ketika Penganiayaan Sinhae pada tahun 1791, Petrus Yi ditangkap pada usia sembilan tahun, dan dia dibebaskan. Dan ketika Penganiayaan Shinyu pada tahun 1801, dia ditangkap kembali bersama dengan ayah, paman, dan kakak laki-lakinya. Namun sekali lagi di dibebaskan. Dia ditangkap kembali pada tahun 1802 bersama dengan pamannya.

Hal ini pertanda bahwa Petrus Yi telah menunjukkan kelemahannya. Namun demikian, dia dengan setia menjalankan agamanya ketika dia dibebaskan. Dia mengabdikan hidupnya untuk mempelajari ajaran Katolik, menulis ulang buku-buku agama dan menyebarkannya kepada umat beriman, demikianlah dia mewartakan Kabar Gembira kepada tetangganya. Pada tahun 1827, dia pindah bersama ibu dan keluarganya ke Jeolla-do dan disana sekali lagi dia menderita karena penganiayaan. Dia ingin melarikan diri ke tempat yang lebih aman, namun dia tidak memiliki keberanian untuk pergi sendirian. Dia memutuskan untuk tinggal bersama keluarganya dan menunggu kehendak Tuhan, sementara itu adik laki-lakinya melarikan diri.

Tak lama kemudian, polisi meyerbu desa di mana Petrus Yi dan keluarganya tinggal. Dia ditangkap dan dibawa ke Jeonju. Di sana dia menjalani interogasi dan siksaan yang kejam. Karena secara fisik dia melemah, suatu kali dia berkata ‘Saya akan memberikan buku-buku Katolik dan mengatakan keberadaan teman-teman saya umat beriman.’ Namun, dia menarik kembali pernyataannya dan tetap diam. Meskipun dia harus melanjutkan interogasi dan siksaan berat, dia menyatakan imannya kepada Tuhan dengan keberanian yang heroik. Kemudian, Gubernur Jeonju memutuskan untuk membunuh dia, dan dia dipaksa untuk tetap tinggal disana, kemudian dia dipenjarakan.

Petrus Yi dipaksa untuk diam di penjara selama dua belas tahun bersama dengan Petrus Kim Dae-gwon dan Ayub Yi Il-eon. Selama rentang waktu itu dia menandatangani surat hukuman matinya sebanyak tiga kali dan dengan konsisten dia menolak untuk menyelamatkan hidupnya dengan cara mengkhianati Tuhan. Ketika Penganiayaan Gihae pada tahun 1839, dia dibawa ke pasar di kawasan pusat keramaian di Jeonju dan dia dipenggal berdasarkan perintah raja dan dia meninggal sebagai martir. Pada saat itu tanggal 29 Mei 1839 (17 April pada penanggalan Lunar). Petrus Yi saat itu berusia 57 tahun.

Selama dia dipenjarakan, Petrus Yi menulis sebuah catatan harian atas permintaan Pastor Santo Jacques Chastan. Berikut ini adalah kutipan dari surat hukuman mati yang dikirimkan oleh Departemen Hukum kepada raja:

“Yi Tae-gwon sangat mendalami agama Katolik baik siang maupun malam, oleh karena itu, saya ingin menangani dia berdasarkan hukum nasional.”

Sumber: koreanmartyrs.or.kr

Advertisements

Posted on April 24, 2015, in Orang Kudus and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: