Sakramen Penguatan dalam Alkitab

Oleh Dr. Brant Pitre

The Sacrament of Confirmation karya Jacques Dumont le Romain (Sumber: fineartamerica.com)

Apakah Sakramen Penguatan diajarkan dalam Kitab Suci? Nah, jika kita sudah menerima Sakramen Penguatan maka Anda mengerti bahwa Sakramen Penguatan adalah penyempurnaan dari Pembaptisan kita. Itulah urapan kedua dengan Roh Kudus (daya Roh Kudus) yang dilakukan oleh uskup yang memetaraikan kita (menyempurnakan kita). Maka, Penguatan menyempurnakan Baptisan kita kepada Kristus untuk suatu tujuan tertentu. Apakah Anda tahu tujuannya apa? Untuk menjadi saksi Injil. Banyak orang tidak terlalu paham tentang mengapa kita menerima Penguatan karena tidak tahu apa itu Sakramen Penguatan. Jangan salah paham, Penguatan bukanlah Baptisan kedua. Dan juga bukan semacam hari wisuda Katolik, ya? Beberapa orang cenderung menganggap bahwa Sakramen Penguatan sebagai hari kelulusan bagi orang Katolik. Bukan seperti itu. Yang dimaksud Penguatan adalah peneguhan Baptisan Anda, Anda diurapi dengan kuasa Roh Kudus dan menerima karunia istimewa Roh Kudus yang diberikan kepada Anda supaya Anda bisa pergi ke dunia dan bukan hanya menjadi anak Allah (Anda dijadikan anak Allah pada saat Pembaptisan), tapi bersaksi tentang Allah, bersaksi tentang Kristus bahkan dalam menghadapi penolakan, penganiayaan, dan kematian.

Itulah kuasa istimewa. Dan kita perlu kekuatan dan rahmat itu, karena dunia yang sulit di luar sana. Pernahkah Anda berusaha membagikan iman Anda? Sederhana, bukan? Mungkin ada teman dan keluarga Anda yang baru saja berkata, “Saya ingin menjadi Katolik” maka segera setelah itu Anda mulai menjelaskan tentang iman. Dan Anda tidak pernah tergoda untuk diam, kan? Jangan diam, itulah gunanya Penguatan. Itulah rahmat istimewa. Apa yang menjadikannya istimewa? Yaitu kuasa Roh Kudus, itulah yang diberikan kepada para Rasul pada hari Pentakosta. Ingat, sebelum Pentakosta, mereka seperti sekelompok orang yang penakut, mereka sembunyi karena takut kepada orang Yahudi. Setelah Pentakosta, mereka bersukacita karena dianiaya karena nama Yesus Kristus. Itulah rahmat dari Sakramen Penguatan.

Tapi di mana Penguatan itu ada dalam Alkitab? Ingat, apa yang penting dari ritual Sakramen Penguatan itu? Yaitu penumpangan tangan oleh uskup, ketika ia mengurapi Anda dengan minyak dan berkata, “Terimalah tanda karunia Roh Kudus.” Apakah kita pernah membaca ritual sakramental itu dalam Kitab Suci atau apakah Gereja Katolik mengada-ada? Saya akan menyarankan untuk membuka Alkitab di dua perikop: Dalam Ibrani 6 dan Kisah Para Rasul 8. Mari kita lihat keduanya. Ibrani 6 mengatakan demikian:

Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Di sana kita bisa melihat referensi singkat mengenai ritual penumpangan tangan ini di Gereja perdana dan perhatikan apa yang digabungkan dengannya. Betul, digabungkan dengan Baptisan. Jadi kita bisa melihat bahwa Baptisan dan Penguatan (Sakramen Penumpangan Tangan) selalu berjalan bersama di Gereja perdana. Namun ini hanya referensi yang sangat ringkas dan terabaikan, dan mungkin ada seorang non-Katolik berkata, “Apakah ada lagi referensinya? Bisakah Anda membenarkan bahwa Penguatan dan Baptisan adalah dua sakramen terpisah dalam Kitab Suci?” Ya, tentu saja, kita bisa melihatnya dalam Kisah Para Rasul 8, inilah kisah yang sangat penting tentang Sakramen Penguatan. Dan itu menuliskan kisah tentang Filipus, yang merupakan salah seorang dari tujuh diakon pertama yang ditahbiskan dalam Gereja perdana, yang juga akan membawa kita ke Tahbisan Suci. Filipus akan pergi ke kota-kota di Samaria dan mewartakan Injil. Dan saya ingin Anda melihat apa yang terjadi dalam tulisan ini:

Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu … Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.

Baiklah, kita berhenti sejenak di sini. Kita bisa melihat apa yang sedang terjadi di sini. Diakon Filipus sedang berkeliling memberitakan Injil, melakukan mukjizat, dan akibatnya orang banyak menjadi percaya kepada Kristus. Dan apa hal pertama yang ia lakukan? Ia membaptis mereka. Sama seperti dulu, jadi sekarang diakon adalah seorang pelayan dalam Baptisan. Itulah salah satu tugas diakon dalam Gereja. Tapi lihat apa yang terjadi di Kitab Suci, karena kita beralih ke sesuatu yang berbeda. Dikatakan demikian:

Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus (Kisah Para Rasul 8:5-8, 12, 14-17)

Kita lihat ada kejadian menarik yang sedang terjadi? Petrus dan Yohanes diutus dari Yerusalem ke Samaria untuk pergi ke sana dan menumpangkan tangan atas orang banyak sehingga mereka bisa menerima Roh Kudus. Mungkin Anda berkata, “Saya kita mereka sudah menerima Roh Kudus dalam Baptisan?” Dan itu benar. Tapi apa yang Kitab Suci katakan bahwa Roh Kudus belum turun atas mereka. Dan kapan Roh Kudus turun atas para Rasul? Pada hari Pentakosta. Lihat, mereka menerima karunia Roh Kudus dalam Baptisan tapi mereka masih menantikan turunnya Roh Kudus dalam Penguatan (Sakramen Penguatan). Sekarang, pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri adalah: “Mengapa Filipus tidak langsung menumpangkan tangannya atas mereka. Filipus ada di sana. Orang banyak sudah siap menerima Roh Kudus. Mereka sudah dibaptis, mereka sudah percaya Yesus, kenapa Filipus tidak menumpangkan tangan atas mereka, sehingga mereka bisa menerima kuasa Roh kudus?” Jawabannya sangat sederhana, karena Filipus hanyalah seorang diakon. Seorang diakon tidak bisa memberikan pelayanan Sakramen Penguatan. Yang bisa memberikan pelayanan Sakramen Penguatan harus seorang uskup atau seorang presbiter yang didelegasikan oleh seorang uskup. Lalu apa yang terjadi? Petrus dan Yohanes harus datang sendiri ke Samaria untuk memberikan sakramen istimewa ini. Jadi kita bisa melihat dalam Kitab Suci bahwa gagasan Baptisan dan Penguatan adalah dua sakramen terpisah dan berbeda, dan tertulis dalam Kitab Suci jika Anda membacanya naskah dalam konteks aslinya.

 

Sumber: “Confirmation in the Bible”

Posted on 28 February 2021, in Apologetika, Kitab Suci and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

<span>%d</span> bloggers like this: