Blog Archives
Apakah Umat Katolik Menyembah Santo-Santa?
Oleh Philip Kosloski
Inilah jawaban langsung dari topik yang seringkali disalahartikan
Santo Siméon François Berneux
Uskup Berneux (1814-1866) lahir pada tanggal 14 Mei 1814 di Mans, Perancis. Dia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Ibunya seorang wanita yang sangat saleh, dan memberikan pendidikan Kristen yang baik kepada Siméon. Ketika dia berusia sepuluh tahun, dia berkata kepada ibunya bahwa dia ingin menjadi seorang imam. Read the rest of this entry
Santo Petrus Yu Chong-nyul
Katekis Yu Chong-nyol (1836-1866) lahir pada tahun 1836 di Nonje di Pyongyang. Dia menjadi yatim piatu ketika masih kecil. Dia sangat miskin, dan dia mencari nafkah dengan menjual sepatu jerami. Dia mudah sekali marah dan suka memperlakukan istrinya dengan kasar. Dia juga suka berjudi. Read the rest of this entry
Santa Katarina Chong Chor-yom
Katarina Chong (????-1846) ditangkap bersama dengan tiga wanita lainnya di rumah Karolus Hyon pada tanggal 10 Juli 1846. Katarina lahir dari seorang pembantu wanita. Ada yang mengatakan bahwa dia dibaptis sejak bayi, dan ada juga yang berkata bahwa dia menjadi Katolik ketika dia berusia 16 atau 18 tahun. Sifatnya ramah, tapi hatinya sangat berani. Read the rest of this entry
Santa Agatha Yi Kan-nan
Agatha Yi (1813-1846) adalah salah seorang dari empat wanita yang ditangkap di rumah Karolus Hyon pada tanggal 10 Juli 1846. Agatha lahir dari orang tua pagan pada tahun 1813. Pada usia 18 tahun, dia menikah namun suaminya meninggal dua tahun kemudian. Read the rest of this entry
Santa Teresia Kim Im-i
Teresia Kim (1811-1846) adalah salah seorang dari wanita-wanita saleh yang ditangkap pada tanggal 10 Juli 1846, di rumah Karolus Hyon. Teresia lahir pada tahun 1811 di Seoul di sebuah keluarga Katolik. Sejak muda, dia sangat suka membaca kisah para kudus dan meniru kebajikan mereka. Ketika dia berusia 17 tahun, dia memutuskan untuk tetap perawan. Dia tidak memikirkan hal lain selain mencintai Allah dan melayani orang-orang di sekitarnya, terutama mereka yang berduka. Dia juga sudah biasa untuk merawat orang-orang yang sekarat. Read the rest of this entry
Santo Yosef Im Chi-baeg
Yosef Im Chi-baeg (1804-1846) adalah seorang pagan sampai pada hari dia ditangkap. Dia lahir di sebuah desa kecil di dekat sungai Han, tidak jauh dari Seoul. Ketika Yosef masih muda, ibunya meninggal, dan ayahnya begitu mencintainya. Yosef tumbuh menjadi seorang anak yang baik. Read the rest of this entry
Santa Susanna U Sur-im
Susanna U (????-1846) adalah seorang putri dari sebuah keluarga bangsawan pagan di Yungju di Provinsi Kyonggi. Pada usia 15 tahun, dia menikah dengan seorang pria dari keluarga Katolik di Inch’on, dan kemudian dia menjadi Katolik. Read the rest of this entry
Santo Laurensius Han I-hyong
Laurensius Han I-hyong (????-1846) lahir di sebuah keluarga bangsawan di Doksan di Provinsi Ch’ungch’ong. Dia memiliki karakter yang kuat dan semangat pengorbanan diri. Dia belajar katekismus ketika dia berusia 14 tahun. Beberapa minggu kemudian, Laurensius menjadi seorang Katolik yang taat. Dia menghabiskan waktu berjam-jam di depan salib sambil merenung dan menyesali dosa-dosa masa lalunya. Setiap hari Minggu dan hari-hari raya wajib dia pergi ke kapel misi sejauh empat kilometer untuk berdoa, walaupun cuaca buruk sekalipun. Selama Masa Prapaskah dia berpuasa setiap hari. Ketika dia berusia 21 tahun, dia menikah dengan seorang wanita Katolik dan tinggal di sebuah desa terpencil di dekat Yangji. Read the rest of this entry
Santo Petrus Nam Kyong-mun
Petrus Nam Kyong-mun (1796-1846) lahir di Seoul pada tahun 1796. Ketika dia masih muda, dia adalah seorang tentara, dan kemudian dia bekerja sebagai penjual kerang asin. Petrus menikah dengan Barbara Ho ketika dia berusia 22 tahun. Dia dipertobatkan oleh Petrus Pak dan dibaptis. Read the rest of this entry












Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…