Blog Archives

Santo Karolus Hyon Song-mun

Santo Karolus Hyon Song-mun (Sumber: cbck.or.kr)

Karolus Hyon Song-mun (1799-1846) dipenggal tiga hari setelah eksekusi Pastor Andreas Kim. Karolus adalah salah seorang yang memperkenalkan Uskup Imbert ke Korea dan membantu Pastor Chastan berkeliling dalam berbagai kunjungan misi. Read the rest of this entry

Santo Antonius Kim Song-u

Santo Antonius Kim Song-u (Sumber: cbck.or.kr)

Antonius Kim Song-u (1794-1841) lahir pada tahun 1794 dan tinggal di Kusan di Provinsi Kyonggi. Dia seorang yang jujur dan murah hati dan juga dikenal karena dia kaya. Berdasarkan seorang saksi, Antonius adalah seorang yang berkepribadian yang hangat dan murah hati dan dia dihormati orang-orang bahkan oleh orang-orang non-Katolik. Cucu buyutnya, seperti kakeknya, yang kemudian sangat dihormati di kampung halaman mereka. Read the rest of this entry

Santa Barbara Choe Yong-i

Santa Barbara Choe Yong-i (Sumber: cbck.or.kr)

Barbara Choe Yong-i (1819-1840) adalah putri dari Magdalena Son So-byog, salah satu dari 103 Santo-santa Martir. Barbara seorang yang sangat taat sejak dia masih gadis muda. Ketika kedua orang tuanya berusaha merancang perkawinannya, dia berkata pasangan yang dia inginkan adalah seorang Katolik yang sangat taat. Dia berkata bahwa dia tidak terlalu peduli pada suami yang bangsawan ataupun kaya. Sehingga dia menikah dengan pria yang jauh lebih tua yaitu dengan Karolus Cho yang berusia 44 tahun. Pada saat itu Barbara berusia 20 tahun. Pada tahun berikutnya, dia melahirkan seorang putra. Pasangan itu saling menguatkan dalam kebajikan dan menjalankan agama mereka dengan setia. Read the rest of this entry

Santo Yohanes Yi Mun-u

Santo Yohanes Yi Mun-u (Sumber: cbck.or.kr)

Yohanes Yi Mun-u (1810-1840) lahir di Ichon di Provinsi Kyonggi di sebuah keluarga bangsawan Katolik. Ketika dia berusia lima tahun, kedua orang tuanya meninggal. Seorang wanita Katolik yang sangat saleh mengadopsi dia dan membawa dia ke Seoul. Yohanes tidak ingin menikah, namun ibu angkatnya bersikeras supaya dia menikah. Setelah istri dan kedua anak Yohanes meninggal, dia menjalani kehidupan seorang diri dan membaktikan dirinya untuk kegiatan amal dan membantu para misionaris dan umat Katolik. Yohanes menemani Pastor Maubant dalam kunjungan-kunjungan misinya. Selama penganiayaan tahun 1839, Yohanes mengumpulkan barang-barang untuk membantu umat Katolik yang dipenjarakan. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk menjaga para misionaris tetap tersembunyi di pegunungan dan memberitahu mereka tentang apa yang sedang terjadi. Dia juga mempertaruhkan nyawanya untuk memakamkan jenazah Uskup Imbert, Pastor Maubant dan Pastor Chastan. Kemudian dia merencanakan untuk melarikan diri ke daerah terpencil. Read the rest of this entry

Santo Paulus Hong Yong-ju

Santo Paulus Hong Yong-ju (Sumber: cbck.or.kr)

Petrus Hong Pyong-ju dan Paulus Hong Yong-ju (1801-1840) adalah kakak beradik. Mereka cucu dari Hong Nang-min yang menjadi martir pada tahun 1801 dan juga keponakan dari Protasius Hong yang menjadi martir pada tahun 1839. Mereka adalah keturunan dari keluarga terpandang dan tinggal di Sosan. Mereka mewarisi imannya dari orang tuanya yang memperbolehkan mereka untuk menjunjung tinggi agama Katolik serta berkontribusi besar untuk Gereja Katolik di Korea. Read the rest of this entry

Santa Agatha Kwon Chin-i

Santa Agatha Kwon Chin-i (Sumber: cbck.or.kr)

Agatha Kwon Chin-i (1820-1840) adalah puteri dari seorang pejabat pemerintahan yang bernama Kwon dan istrinya yaitu Magdalena Han, yang menjadi martir pada tanggal 29 Desember 1839. Dia menikah ketika dia masih berusia sekitar 12 atau 13 tahun. Namun, Agatha tinggal dengan salah seorang kerabatnya, karena suaminya terlalu miskin untuk memiliki sebuah rumah. Mereka hanya melaksanakan upacara perkawinan. Read the rest of this entry

Santa Maria Yi In-dog

Santa Maria Yi In-dog (Sumber: cbck.or.kr)

Maria Yi In-dog (1818-1840) adalah adik dari martir Magdalena Yi Yong-dog (lihat Surat Berita CBCK No. 71, musim panas 2010). Maria orang yang sangat tenang, jujur dan rendah hati sehingga orang-orang dapat mengenali keberadaannya. Dia ditangkap bersama kakaknya, Magdalena, dan keduanya menunjukkan iman dan keberanian yang mendalam, bukan hanya di dalam penjara namun juga di hadapan para interogator. Read the rest of this entry

Santa Agatha Yi Kyong-i

Santa Agatha Yi Kyong-i (Sumber: cbck.or.kr)

Agatha Yi Kyong-i (1814-1840) lahir di sebuah keluarga Katolik, namun dia menikah dengan seorang kasim. Setelah dia memberitahukan keadaan yang sebenarnya kepada Uskup Imbert, beliau menyuruh supaya dia berpisah dengan suaminya. Setelah perpisahan dengan suaminya, Agatha Yi pergi untuk tinggal bersama Agatha Kwon Chin-i, karena ibunya terlalu miskin untuk menghidupinya. Read the rest of this entry

Santa Magdalena Son So-byog

Santa Magdalena Son So-byog (Sumber: cbck.or.kr)

Magdalena Son So-byog (1802-1840) adalah istri dari martir Petrus Choe Chang-hub. Dia lahir di Seoul. Karena ayahnya diasingkan demi imannya dan ibunya meninggal muda, Magdalena tinggal dengan neneknya. Situasi keluarga yang miskin membuat dirinya pemalu dan menjauhkan diri dari umat Katolik lainnya, sehingga dia terlambat dalam mempelajari agama Katolik. Read the rest of this entry

Santo Petrus Hong Pyong-ju

Santo Petrus Hong Pyong-ju (Sumber: cbck.or.kr)

Petrus Hong Pyong-ju (1798-1840) dan Paulus Hong Yong-ju adalah kakak beradik. Mereka cucu dari Hong Nang-min yang menjadi martir pada tahun 1801 dan juga keponakan dari Protasius Hong yang menjadi martir pada tahun 1839. Mereka adalah keturunan dari keluarga terpandang dan tinggal di Sosan. Mereka mewarisi imannya dari orang tuanya yang memperbolehkan mereka untuk menjunjung tinggi agama Katolik serta berkontribusi besar untuk Gereja Katolik di Korea. Read the rest of this entry