4 Jebakan Iblis tentang Doa

Oleh Christine Ponsard

Berdoa (Sumber: shutterstock.com dan aleteia.org)

Setiap orang yang berdoa akan menghadapi jebakan-jebakan ini, berikut ini beberapa saran untuk menghindari jebakan iblis dan supaya kita bisa berdoa dengan tenang.

Si penggoda akan melakukan segala cara supaya bisa menjauhkan kita dari doa. Si iblis ini sangat pintar sehingga terkadang sangat sulit dan membuat kita menyerah kepada godaannya. Maka marilah kita tetap membuka mata lebar-lebar dan berusaha untuk mengetahui tipu dayanya supaya kita tidak tertipu.

Jebakan Pertama: Doa itu tidak berguna

Doa memang tidak berguna jika kita berpegang teguh pada kriteria kita mengenai doa yang kita pandang berguna. Dari sudut pandang manusia, doa itu membuang-buang waktu. Itulah pertanyaan besar yang dihadapi bagi kaum monastik yaitu para biarawan dan biarawati di seluruh dunia: Apa gunanya para pria dan wanita ini sampai menyerahkan kehidupan mereka untuk berdoa? Di mata banyak orang, hidup mereka itu tampak sia-sia.

Kita juga melakukan kesalahan yang sama ketika bersimpuh dalam doa dengan dalih kita masih punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kita menempatkan diri kita dalam logika produktivitas daripada logika cinta. Jika kita melihat lebih dekat, kita akan melihat berbagai hal yang dianggap tidak produktif itu merupakan hal yang paling berharga, seperti memeluk anak, menikmati pemandangan yang indah, dan sebagainya. Dengan demikian, doa itu sangat diperlukan walaupun mungkin kelihatan tidak berguna.

Jebakan Kedua: Saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa

Si penggoda menemukan satu argumen untuk membuktikan bahwa berdoa itu merupakan hal yang sangat sulit. Si penggoda membisikkan bahwa doa itu urusan para spesialis, kita masih perlu berlatih sebelum mulai untuk berdoa. Ada benarnya juga bahwa kita tidak tahu bagaimana caranya berdoa. Doa-doa kita penuh dengan gangguan, tidak fokus, pikiran-pikiran tentang diri sendiri, dan ribuan kelemahan lainnya. Terus bagaimana? Ketika seorang ayah menggendong bayinya dan dan mulai bersuara dan mengoceh tidak jelas, apakah ayahnya itu meletakkan bayi itu dan berkata, “Kembalilah padaku kalau kamu sudah berbicara dengan benar?” Tentu saja tidak. Malahan sebaliknya, hatinya luluh terkagum-kagum karena ocehan aneh dari bayinya. Itulah yang terjadi dengan para ayah di seluruh dunia, terlebih lagi Allah.

Jebakan Ketiga: Saya akan berdoa kalau punya waktu

Satu hal yang pasti, jika kita menunggu ketika kita mempunyai waktu untuk berdoa, maka kita tidak akan pernah berdoa, karena akan selalu ada jutaan hal lain yang lebih mendesak dan perlu diperhatikan. Jika hari ini kita mempunyai niat untuk berdoa, tapi tidak menetapkan waktu yang tepat untuk berdoa, kita berisiko untuk tidur tanpa menemukan waktu yang bebas sedikitpun.

Seseorang yang berdoa dengan teratur bukanlah orang yang mempunyai banyak waktu luang, tapi seseorang yang memutuskan untuk menyediakan waktu untuk berdoa. Hal ini hanyalah pertanyaan pilihan. Apa prioritas kita? Apakah kita ingin menempatkan doa sebagai pusat kehidupan kita, atau apakah kita menganggap doa sebagai kegiatan tambahan yang bersifat opsional (pilihan, boleh untuk dilakukan atau tidak dilakukan)? Jika doa itu penting, maka doa menjadi waktu kehormatan dalam jadwal harian kita.

Jebakan Keempat: Kerja saya adalah Doa saya

Si iblis berbisik di telinga kita, “Jika kamu menempatkan hatimu dalam pekerjaan, dan mempersembahkan kerja kita kepada Tuhan, maka kamu tidak perlu berdoa lagi.” Memang benar bahwa ada banyak cara untuk berdoa, dan doa bukan satu-satunya cara untuk menempatkan diri dalam hadirat Allah. Maka bersyukurlah untuk itu. Kalau tidak, maka kita hanya dapat meluangkan waktu sedikit bagi Allah. Tetapi kita tidak bisa selalu berdoa kecuali kita mengusahakannya pada saat-saat tertentu. Jika kita bisa berdoa melalui bekerja maka apakah bisa kita berdoa tanpa bekerja?

Sumber: “4 Traps the devil sets for us when we pray”

Posted on 12 November 2019, in Doa and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: