Nilai Spiritual dalam Persembahan Para Majus

Oleh Philip Kosloski

Persembahan Para Majus (Sumber: aleteia.org)

Persembahan para majus melambangkan amal kasih, doa, dan mati raga

Persembahan para majus itu sangat simbolis dan sering digunakan untuk menjelaskan misi Yesus sebagai imam, nabi, dan raja.

Namun, persembahan itu juga bisa diterapkan pada kehidupan spiritual kita dan melambangkan bagian yang berbeda dari masing-masingnya.

Simbolisme ini dijelaskan dalam refleksi pada abad ke-19 oleh Angelo Cagnola.

Kita harus belajar mengenal para majus sebagai buah pertama dari panggilan hidup kita akan iman dan bersyukur kepada Allah bahwa kita sudah dijadikan sebagai orang Kristen. Kita harus belajar juga untuk mengikuti panggilan ilahi dan mempersembahkan kepada Yesus Kristus, emas amal kasih, kemenyan doa, dan mur mati raga suci dan silih Kristen.

Tiga aspek kehidupan spiritual ini sering dikenal sebagai “penopang” mengikuti teladan Yesus Kristus, seperti dikatakan dalam Katekismus Gereja Katolik.

Ia [umat Kristen] harus berikhtiar untuk menanggalkan “manusia lama” dan mengenakan “manusia baru” perbuatan-perbuatan belas kasihan dan cinta kasih serta dengan doa dan aneka ragam latihan mati raga (KGK 1473).

Seorang presbiter Karmelit pada abad ke-20, bernama Romo Gabriel dari St. Maria Magdalena menyusun doa yang yang menghubungkan antara persembahan para majus dengan penopang kehidupan spiritual itu.

Ya Yesus, aku menyembah-Mu, karena Engkaulah Tuhan dan Allahku. Engkau telah menunjukkan kepada aku bahwa Engkau menghendaki kerja sama dengan aku ini yang hina untuk membawakan kedatangan Kerajaan-Mu. Engkau menghendakiku untuk berdoa, menderita, dan bekerja demi pertobatan mereka yang ada di dekatku maupun mereka yang jauh. Engkau menghendaki supaya aku juga menempatkan persembahan Orang Bijak di depan palungan, yaitu kemenyan doa, mur mati raga dan penderitaan yang ditanggung dengan kasih bagi-Mu, dan yang terakhir adalah emas amal kasih, amal kasih yang akan membuat hatiku teruntuk dan sepenuhnya milik-Mu, amal kasih yang memacu aku untuk bekerja, meluangkan waktu demi pertobatan orang-orang berdosa dan yang belum mengenal Engkau, dan juga untuk pengudusan yang lebih besar dari pilihan-Mu ini. Ya Rajaku yang penuh kasih, bentuklah aku hati seorang murid. Jika saja aku bisa mempersembahkan pujian dan penyembahan setiap orang di bumi dan meletakkannya di kaki-Mu hari ini! Biarkanlah bintang-Mu bersinar bagiku hari ini, dan tunjukkan aku jalan yang langsung menuju Engkau! Semoga hari ini menjadi Epifani yang nyata bagiku, penampakan keagungan-Mu yang baru bagi pikiran dan hatiku.

Ketika kita melihat kehidupan spiritual kita sendiri, semoga kita berusaha membawa doa, amal kasih, dan mati raga. Semuanya itu penting untuk menghidupi kehidupan seorang Kristen dan akan membantu kita mengikuti Yesus, ke mana pun Ia hendak menuntun kita.

 

Sumber: “How the gifts of the Magi represent pillars of the spiritual life”

Posted on 5 January 2021, in Doa Pribadi, Kenali Imanmu and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: