Maria Dikandung Tanpa Noda Sungguh Alkitabiah

Oleh Lucas R. Pollice

Immaculate Conception karya Giovanni Battista Tiepolo (Sumber: stpaulcenter.com)

Jika bertanya kepada orang banyak tentang Maria Dikandung Tanpa noda, bahkan termasuk umat Katolik sendiri, maka kemungkinan besar mereka akan memberi tahu bahwa itulah Yesus yang dikandung di dalam rahim Maria. Yang dikandung tanpa noda sebenarnya dalah Maria sendiri. Maka ajaran ini mengungkapkan kepada kita bahwa Maria dibebaskan dari noda dosa asal pada saat pembuahannya, dan tetap bebas dari dosa di sepanjang hidupnya.

Sudah menjadi hakikat rencana keselamatan Allah bahwa Maria diciptakan tanpa dosa asal. Karena Adam dan Hawa mewakili semua umat manusia yang sudah berpaling dari Allah, oleh karena itu, seluruh umat manusia mengalami kejatuhan bersama mereka. Dosa asal diturunkan kepada anak-anak mereka, dan dari anak-anak mereka ke anak-anaknya, dan terus berlangsung di sepanjang sejarah manusia. Ketika kita dikandung, kita dilahirkan dalam kodrat yang terpisah dari Allah, inilah yang disebut dosa asal dan dengan kecenderungan berbuat dosa.

Dengan rencana keselamatan Allah, supaya Putra-Nya yang adalah Pribadi kedua Tritunggal Mahakudus, menjadi manusia supaya baik Allah maupun manusia Yesus bisa melakukan penebusan umat manusia. Maka timbullah satu masalah: Allah itu sepenuhnya kudus. Oleh karena itu, Allah sepenuhnya dan total menentang dosa. Bahkan, orang berdosa tidak dapat datang memasuki hadirat-Nya tanpa disucikan terlebih dahulu. Lalu bagaimana Sang Allah Putra bisa menyatu seutuhnya dengan kodrat manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa? Inilah rencana Allah bagi Maria. Allah memilih Maria untuk dikandung tanpa dosa asal sehingga memungkinkan untuk memberikan kodrat manusia Yesus yang murni dan tanpa dosa. Maka Maria adalah bejana murni dan tak bernoda yang melalui bejana itu, Yesus menerima kodrat manusia yang tak berdosa dan tak bercela sehingga Ia bisa memasuki dunia untuk melakukan rencana keselamatan Bapa.

Mari kita kembali ke kitab Kejadian di mana Allah mengumumkan rencana keselamatan-Nya untuk yang pertama kalinya, dan yang akan digenapi melalui Kristus: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kejadian 3:15).

Maka menjadi hal penting bagi kita untuk mengenali dengan tepat siapa yang Allah maksud dan firmankan. Allah sedang berfirman kepada si ular, dan Ia berkata bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepalanya. Siapa yang akan meremukan kepala ular? Yesus yang akan datang, Ia akan meremukkan kepala Iblis dan menghancurkan kuasanya. Jadi, jika keturunan perempuan itu adalah Yesus, maka perempuan itu pasti Maria.

Allah berbicara tentang permusuhan antara ular dan perempuan, dan antara keturunan ular dan keturunan perempuan. Keturunan Iblis adalah dosa, yang Iblis kehendaku supaya berkembang biak dan memenuhi bumi. Oleh karena itu, ada  permusuhan antara Maria/Yesus dan Iblis/dosa. Permusuhan berarti pertentangan/oposisi secara total dan menyeluruh. Jika ada dua hal saling bermusuhan, maka kedua hal itu tidak ada hubungan satu sama lain; tidak ada kerja sama sama sekali atau tidak ada persekutuan di antara keduanya. Akibatnya, baik Yesus maupun Maria sepenuhnya menentang Iblis dan dosa. Sehingga, Yesus dan Maria sama sekali tidak akan bekerja sama atau bersekutu dengan Setan dan dosa.

Menjadi hal penting bahwa Maria tidak memiliki kodrat kejatuhan manusia karena setiap ikut serta dalam dosa asal maupun aktual akan menghancurkan permusuhan dengan Iblis dan dosa. Jadi, kita bisa melihatnya dalam pemberitaan pertama rencana keselamatan Allah yang bertujuan supaya Maria bebas dari dosa sehingga Yesus bisa mengambil kodrat manusia yang murni.

Kita bisa melihat rujukan yang lebih eksplisit tentang Maria dikandung tanpa noda dalam Injil Lukas ketika peristiwa Anunsiasi. Peristiwa ketika Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Maria untuk memberitakan rencana Allah baginya untuk menjadi bunda Yesus. Salam dari Malaikat Gabriel kepada Maria mengungkapkan keadaan dirinya yang tidak bernoda. Salam malaikat jika diterjemahkan dengan tepat demikian, “Salam, engkau yang telah dipenuhi rahmat” (Lukas 1:28). Kata bahasa Yunani kekaritomene adalah kata kerja sempurna yang artinya “telah dipenuhi.” Maria sudah dipenuhi rahmat Allah, karena rahmat Allah sudah masuk ke dalam dirinya pada saat Maria dikandung.

Salam malaikat mengungkapkan kebenaran lain tentang Maria. Setiap kali seorang berdosa, bahkan dosa terkecil sekali pun, setidaknya orang itu sudah kehilangan sedikit dari rahmat Allah. Itulah kodrat dosa: suatu pilihan yang dibuat seseorang yang menolak rahmat yang Allah tawarkan kepada kita, rahmat itu adalah hidup dan kasih Allah sendiri. Jika Maria sudah dipenuhi rahmat, maka dia terbebas dari dosa, karena sekecil apa pun dosa akan menyebabkan setidaknya Maria kehilangan sedikit rahmat.

Bagaimana Allah melindungi Maria dari dosa asal? Dalam bulla kepausan tentang Maria Dikandung Tanpa Noda, Paus Pius IX menyatakan bahwa Maria dilindungi dari dosa “oleh rahmat satu-satunya dan hak istimewa Allah Yang Mahakuasa, mengingat akan jasa-jasa Yesus Kristus.”

Maria sama seperti kita yang membutuhkan Kristus untuk menebusnya. Maria ditebus oleh wafat Sang Putra di kayu salib sama seperti kita semua. Tetapi bagaimana mungkin Maria sudah ditebus oleh wafat Sang Kristus di kayu salib bahkan sebelum Yesus dilahirkan?

Allah itu abadi dan transenden, dan oleh karena itu Allah tidak terikat ruang dan waktu. Allah melihat semua waktu (masa lalu, sekarang, dan masa depan) sekaligus. Seperti melihat kereta yang panjang dari helikopter. Mesin kereta di paling depan adalah ciptaan, dan gerbong kabus di paling belakang adalah akhir zaman, dan kita berada di antara keduanya. Allah bekerja di luar waktu. Maka, Ia mengambil rahmat dan jasa wafat Yesus di kayu salib dan memberikan daya guna secara mundur ke waktu Maria dikandung. Maria ditebus oleh Kristus sebagaimana kita semua, tetapi melalui “rahmat satu-satunya dan hak istimewa Allah Yang Mahakuasa” maka Maria sepenuhnya dilindungi dari dosa asal. Bagaimanapun juga, ada perbedaan penting bahwa Maria sudah ditebus dan juga dilindungi dari dosa. Maria tidak pernah berdosa, bahkan sedetik pun. Sejak saat keberadaannya, Maria benar-benar dipelihara dari dosa dan kerena itu tidak pernah mengenal atau bekerja sama dengan dosa di sepanjang hidupnya.

Meskipun Maria dilindungi dari dosa sejak dikandung, dia masih bisa memilih untuk melakukan dosa karena Maria mempunyai kehendak bebas. Maria masih bisa menolak rahmat dan rencana Allah dengan jatuh ke dalam dosa. Maria bisa saja berkata tidak kepada Bapa pada peristiwa Anunsiasi. Maria bisa saja berkata tidak kepada Bapa di kaki salib, tempat dia menyerahkan Putranya. Maria bisa saja putus asa dan mengutuki Allah. Tetapi sebalinya, Maria dengan sempurna bekerja sama dan menyerahkan diri pada anugerah agung yaitu rahmat yang sudah diberikan Allah kepadanya dan menjalani kehidupan Kristen dengan luar biasa. Inilah mengapa Maria menjadi teladan iman dan teladan Gereja. Kita semua dipanggil untuk bekerja sama dengan rahmat apa pun yang Allah berikan kepada kita sehingga kita dengan rendah hati dan penuh kasih berjalan di jalan apa pun yang Ia kehendaki bagi kita.

 

Lucas Pollice adalah direktur Katekese Dewasa dan RCIA untuk Keuskupan Fort Worth, Texas. Ia sudah mengajar RCIA lebih dari sepuluh tahun dan menjadi pembicara rutin di konferensi katekese. Ia adalah penulis buku “Open Wide the Doors to Christ: Discovering Catholicism.”

 

Sumber: A Biblical Defense of the Immaculate Conception”

Posted on 8 December 2022, in Apologetika and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: