Al-Maghtas – Tempat Pembaptisan Yesus

Oleh Daniel Esparza

Lokasi Yesus Dibaptis di Sungai Yordan oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org)

Sejak zaman Bizantium, Betania di seberang sungai Yordan telah dianggap sebagai lokasi asli di mana Yohanes Pembaptis membaptis Yesus

Jalur Yordan adalah jalur pendakian sepanjang 700 km yang melintasi Yordania dari wilayah utara ke selatan. Inilah jalur pendakian jarak jauh di Tanah Suci dan ziarah camino (ziarah dengan berjalan kaki) yang penuh dengan referensi Alkitab dan juga petualangan. Jalur ini dibagi menjadi delapan wilayah yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 40 hari – mulai dari Laut Merah melalui Petra sampai ke Gadara kuno.

Saat melakukan perjalanan di wilayah kedua, dari Ajlun ke As-Salt, kita akan menemukan reruntuhan benteng istana kuno Mukawir, di sisi timur Laut Mati, sekitar 16 mil sebelah tenggara dari muara Sungai Yordan, dan tidak terlalu jauh dari Al-Maghtas, tempat yang secara resmi dikenal sebagai Betania di seberang sungai Yordan, lokasi pembaptisan Yesus, yang menurut Kitab Suci dan tradisi, merupakan tempat di mana Yohanes Pembaptis berkhotbah dan berkarya.

Hubungan Mukawir (dalam bahasa Yunani: Maxairous; dalam bahasa Latin: Machaerus) dengan tempat pembaptisan Yesus mungkin tidak begitu jelas bagi mereka yang tidak mengetahui tempat itu, tetapi sejak zaman Bizantium, Betania di seberang sungai Yordan sudah dianggap sebagai lokasi asli di mana Yohanes Pembaptis membaptis Yesus.

Plakat Sungai Yordan oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org)

Kesaksian-kesaksian seperti dari Theodosius sang Senobit Agung (seorang rahib, abbas, dan orang kudus) mendukung apa yang telah dinyatakan oleh Patriarkat Latin dan UNESCO dengan tegas: bahwa Betania di seberang sungai Yordan adalah tempat di mana Yohanes Pembaptis membaptis Yesus Kristus. Naskah Theodosius tertulis:

5 mil di utara Laut Mati di tempat di mana Tuhan dibaptis terdapat sebuah pilar tunggal dan di atas pilar itu diikatkan sebuah salib besi, di sana juga terdapat gereja Santo Yohanes Pembaptis, yang dibangun oleh Kaisar Anastasius.

Pilar itu belum ditemukan, tetapi semua peninggalan arkeologi dan arsitektur yang ditemukan di Al-Maghtas cocok dengan uraian Theodosius. Selain itu, Injil Yohanes menjelaskan bahwa pelayanan Yohanes Pembaptis terjadi “di seberang sungai Yordan” – yaitu di Betania di seberang sungai Yordan. Ayat tersebut berbunyi:

“Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis. (Yohanes 1:26-28)

Al-Maghtas (yang berarti “pembenaman” dan, dengan perluasan makna dalam bahasa Arab, adalah “baptisan”) merupakan nama yang diberikan pada tempat yang sejak zaman Bizantium dianggap sebagai lokasi asli pembaptisan Yesus. Tempat ini juga merupakan tempat yang menurut tradisi, tempat Nabi Elia diangkat ke Surga – sebuah tempat yang sangat kaya akan lapisan rujukan Alkitab, tradisi, dan sejarah sepanjang ribuan tahun.

Situs Pembaptisan Yesus oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org)

Tempat yang berlokasi di tepi timur Sungai Yordan, hanya sembilan kilometer di utara Laut Mati, situs ini terdiri dari dua area menarik. Salah satunya adalah Jabar Mar-Elias atau “Bukit Elia.” Kitab Suci mengatakan bahwa Elia akan kembali sebelum kedatangan mesias, maka ketika Yohanes Pembaptis mulai membaptis orang-orang di wilayah itu, penduduk desa berdatangan untuk menanyakan apakah ia sendiri adalah mesias atau bukan. Salah satu dari sekian banyak gua di sekitar tempat pembaptisan dikatakan sebagai tempat tinggal Yohanes sendiri. Sebuah biara dibangun di sekitarnya pada abad ke-5, yang menjadi biara pertama di tepi timur sungai Yordan.

Area lainnya, tempat kita bisa menjumpai gereja Santo Yohanes Pembaptis yang lebih dekat ke sungai, merupakan situs pembaptisan itu sendiri. Di sinilah tempat di mana para arkeolog menemukan reruntuhan gereja besar dan biara Bizantium, yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Anastasius (491-518). Menurut sumber-sumber sejarah, gereja ini pernah dianggap sebagai gereja peringatan bagi Santo Yohanes Pembaptis paling terkenal yang berada di sisi sungai ini.

Pembaptisan Yesus adalah salah satu tema yang berulang kali muncul dalam seni Kristiani. Kita hampir tidak bisa menemukan seorang guru besar yang tidak mengerjakannya, semuanya mencoba untuk mereproduksi sebagian besar elemen yang ditemukan dalam adegan Alkitab: ketika Yohanes membaptis Yesus di sungai Yordan, langit terbuka dan Roh yang berbentuk seperti burung merpati, melayang di atas air, sebagai rujukan yang khas baik untuk dari kisah Penciptaan maupun kisah Air Bah. Air baptisan sungai melambangkan baik kekacauan dan semesta baru, kematian dari dosa dan kelahiran kembali ke dalam kehidupan baru. Di sini, di Al-Maghtas, semua gambaran Alkitab ini menjadi hidup. Tetapi bagaimana kita tahu bahwa di sinilah tempatnya?

Menemukan tempat pembaptisan

Setengah jam ke selatan dari ibukota Yordania, Amman, kita tiba di Madaba. Kota ini adalah rumah bagi komunitas Kristen terbesar di seluruh negara itu, secara proporsional: Umat Katolik dan Ortodoks Yunani mencapai sekitar 10% dari total penduduknya. Kota ini pernah berdiri di perbatasan kerajaan Moab, tetapi selama pemerintahan Romawi (dan kemudian menjadi Bizantium), kota ini termasuk dalam Provinsi Arab yang lebih luas, yang didirikan oleh Trajan untuk menggantikan Kerajaan Nabatea. Selama berabad-abad, dari abad ke-2 hingga ke-7, ketika komunitas Kristen mendirikan komunitasnya sendiri. Orang sudah menemukan “Medaba” disebutkan sebagai sebuah takhta episcopal (keuskupan) sejak awal dalam akta di Konsili Kalsedon, pada abad ke-5.

Gereja Ortodoks Yunani St. George di Madaba adalah tempat bagi beberapa ikon terindah di wilayah ini. Gereja ini juga merupakan tempat ditemukannya Peta Madaba yang terkenal, sebuah mosaik lantai yang berasal dari abad ke-6. Inilah penggambaran kartografi tertua dari Tanah Suci yang dilestarikan hingga hari ini. Peta ini mencakup sebagian besar wilayah, dari Utara ke Selatan mencakup wilayah Lebanon hingga delta Sungai Nil, dari Barat ke Timur mencakup wilayah Laut Mediterania hingga Padang Gurun Timur. Di dalamnya, ditampilkan lebih dari 150 kota kecil, desa, kota besar dan berbagai tempat menarik, juga beberapa simbol yang menarik. Salah satu dari simbol-simbol itu menggambarkan suatu tempat yang para cendekiawan telah menemukan, sebagai situs pembaptisan.

Peta Mosaik Madaba oleh Jeffrey Bruno (Sumber: aleteia.org)

Peta ini memperlihatkan dua ekor ikan yang saling berhadapan. Salah satu ikan tampak berenang kembali dari Laut Mati, sementara ikan yang lain berenang ke arah Laut Mati, di Sungai Yordan. Sudah diketahui dengan baik bahwa ikan tidak dapat bertahan hidup di Laut Mati (bukan tanpa alasan disebut “Laut Mati”). Sebagian besar sejarawan dan arkeolog menafsirkan hal ini untuk melambangkan titik pertemuan bagi umat Kristen (ikan melambangkan Kristus dalam seni Kristen awal). Ikan-ikan di peta tersebut bertemu persis di tempat di mana pembaptisan Yesus terjadi: Al-Maghtas.

Peta Madaba yang menggambarkan lokasi pembaptisan (Sumber: wikipedia.org)

 

Untuk melakukan ziarah ke Yordania bisa mencari informasi di Holy Jordan. Dan konten dalam bahasa asli dipersembahkan kepada para pembaca dalam kemitraan dengan Jordan Tourism Board.

 

Sumber: “Finding Al-Maghtas: Jesus’ baptism site”

Posted on 9 January 2023, in Kenali Imanmu. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: