Mengapa St. Petrus Digambarkan Selalu Memegang Kunci?

Oleh Philip Kosloski

St. Petrus (Sumber: aleteia.org)

Asal muasal simbol artistik ini berasal dari Perjanjian Lama dan juga dari Perjanjian Baru

Salah satu cara paling mudah untuk mengenali St. Petrus dalam karya seni Kristen adalah seperangkat kunci besar. Hal ini juga berlaku untuk lukisan paus pertama dan juga patung. Mengapa begitu?

Yang pertama, St. Petrus secara visual diwakili dengan gambar kunci yang ada hubungannya dengan perkataan Yesus berikut, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Matius 16:19).

Yesus mengucapkan kata-kata itu kepada St. Petrus, dan memberikan kepadanya otoritas khusus untuk memimpin Gereja setelah kenaikan-Nya ke Surga.

Bahasa simbolis Yesus tentang kunci bukan yang pertama disebut dalam Alkitab, seperti yang pertama kali disebutkan dalam kitab Yesaya.

Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka (Yesaya 22:22).

Thomas Smith menjelaskan dalam refleksinya untuk Ascension Press bahwa, “Dalam Yesaya 22, kita menemukan salah satu tugas dari seorang perdana menteri dari Kerajaan Daud (yang dalam bahasa Ibrani disebut al bayit) adalah “membawa kunci,” yang merupakan simbol otoritas rumah Daud. Tugas mengurus yang kudus ini memperbolehkan wakil raja Yehuda untuk membuka apa yang sudah ditutup orang lain dan menutup apa yang telah dibuka.”

Yesus dengan sengaja menggunakan gambaran ini untuk memberikan otoritas khusus kepada St. Petrus atas Gereja-Nya.

The Catholic Encyclopedia merangkum semua yang termasuk “kuasa dari kunci” itu.

Dengan demikian dipahami bahwa potestas clavium termasuk:

    • Kuasa untuk mengatur, yaitu kuasa yang berhubungan dengan kurban dan sakramen,
    • Kuasa yurisdiksi,
    • Kuasa untuk menentukan ajaran iman dan moral.

Para seniman juga memiliki niat pribadi dengan menggambarkan kunci, menggambarkan interpretasi mereka akan janji Yesus kepada St. Petrus, seperti yang dijelaskan oleh Elizabeth Goldsmith dalam bukunya yang berjudul Sacred Symbols in Art.

Tidak sampai pada sekitar abad ke-8 bahwa kunci menjadi simbol khas dari St. Petrus. Kadang-kadang ia memiliki satu kunci besar, namun biasanya ia membawa dua kunci yang satu berwarna emas dan yang satunya lagi berwarna perak, yaitu untuk melepaskan dan mengikat. Atau ada juga penafsiran lainnya yang mengatakan bahwa kunci emas untuk gerbang surga dan kunci besi untuk gerbang neraka. Ada legenda yang menjadikan St. Petrus sebagai penjaga gerbang Firdaus, yang memiliki wewenang untuk memperbolehkan atau menolak mereka yang akan masuk, hal ini berdasarkan pemberian kunci kepada St. Petrus.

Kunci ini tetap menjadi simbol yang sangat penting, bukan hanya bagi St. Petrus, namun juga bagi para penggantinya yaitu para paus dan juga untuk Vatikan sebagai tempat kediaman Paus.

Sumber: “Why does St. Peter always hold keys in art?”

Posted on 17 April 2020, in Kitab Suci, Seni dalam Gereja and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: