Blog Archives

Kenapa Kita Menyebut Maria sebagai “Bunda Allah”

Gerburt Christi (The Nativity) karya Franz von Rohden (Sumber: stpaulcenter.com)

 

Gambaran Maria sebagai Bunda Ratu secara langsung berkaitan dengan dogma resmi Maria yang pertama yang didefinisikan oleh Gereja, yaitu status Maria sebagai Bunda Allah. Bahasa Yunani untuk gelar ini adalah Theotokos, yang secara harfiah bermakna “Yang Melahirkan Allah.” Gelar itu merupakan yang paling tua dan paling umum digunakan kepada Maria, yang digunakan oleh orang-orang Kristen pada abad pertama Gereja. Gelar itu ada dalam salah satu doa Kristen paling kuno yang pernah ditemukan, yaitu Sub Tuum Praesidium (Di bawah Perlindunganmu; Judul Bahasa Indonesia: “Perlindungan Bunda Maria”) yang merupakan bentuk awal Memorare yang berasal dari abad ketiga. Read the rest of this entry

Konsili Kalsedon dan Pengutukan Ajaran Nestorian

Oleh William Hemsworth

Konsili Kalsedon karya Vasily Surikov 1876 (Sumber: wikipedia.org)

Konsili Kalsedon diadakan hanya dua puluh tahun setelah Konsili Efesus. Pengaruhnya terhadap Kristologi dan doktrin tidak bisa dianggap remeh. Konsili itu diadakan karena adanya ajaran baru tentang kodrat Kristus oleh seorang biarawan yang bernama Eutykhes. Untuk merangkum ajaran itu, dia mengajarkan bahwa Kristus memiliki dua kodrat, namun setelah mereka bersatu maka hanya ada satu kodrat. Dia adalah lawan dari Nestorius yang pandangannya merusak kodrat Kristus. Pandangan ini tampaknya menghancurkan baik kemanusiaan dan keilahian Kristus. Sayangnya, pandangan ini tidak jauh dengan kepercayaan banyak orang Kristen saat ini. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: