Author Archives: Terang Iman
Santo Lukas Hwang Sok-tu
Katekis Lukas Hwang Sok-tu (1811-1866) lahir di Yŏnp’ung di Provinsi Ch’ungch’ŏng Utara pada tahun 1811, dia anak tunggal dari keluarga bangsawan yang kaya. Ayahnya membiarkan dia belajar supaya lulus ujian negara untuk kebanggaan seluruh keluarga. Read the rest of this entry
Santo Yosef Chang Chu-gi
Katekis Yosef Chang Chu-gi (1802-1866) lahir pada tahun 1802 di sebuah keluarga kaya raya di Suwon. Chang belajar sastra Tiongkok, dia diajarkan oleh saudari iparnya. Ketika dia berusia 26 tahun, dia sakit di Yangji dan dia dibaptis oleh Pastor Pasifikus Yu Pang-ji seorang imam Tiongkok dan juga imam kedua yang datang ke Korea. Dia juga mengupayakan istri dan anak-anaknya dibaptis. Read the rest of this entry
Santo Pierre Aumaître
Pierre Aumaître (1837-1866) lahir pada tanggal 8 April 1837, di sebuah desa kecil di Angouleme, dia adalah anak pertama dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang petani kecil dan pembuat sepatu. Dia dan istrinya adalah umat Katolik yang saleh. Pierre muda adalah seorang anak laki-laki yang baik, namun dia tidak terlalu pandai dan ingatannya buruk. Read the rest of this entry
Santo Martin-Luc Huin
Martin Luc Huin lahir di Guyonville, Perancis pada tanggal 20 Oktober 1836, dia adalah yang paling muda dari sembilan bersaudara. Dia biasa dipanggil hanya dengan nama Luc. Kedua orang tuanya adalah petani kebun anggur yang saleh. Ayahnya bangga akan tradisi keluarganya yaitu setiap generasi keluarganya ada seorang imam. Ibunya seorang wanita yang sama salehnya. Pastornya juga sangat tertarik akan panggilan imamat Luc sehingga mengajarinya bahasa Latin bahkan sebelum dia masuk seminari. Pada tahun 1851 dia menjadi seorang seminaris dan prestasi akademiknya sangat dihargai. Disiplin hidupnya juga luar biasa. Satu-satunya kekurangannya yaitu dia sangat mudah tersinggung. Read the rest of this entry
Santo Marie-Nicolas-Antoine Daveluy
Marie Nicholas Antoine Daveluy lahir pada tanggal 16 Maret 1818 di Amiens, Perancis dari sebuah keluarga berpengaruh. Ayahnya adalah pemilik pabrik dan seorang anggota dewan kota serta seorang pejabat pemerintah. Keluarganya juga dikenal baik di kota itu karena devosi dan imannya. Tiga putranya menjadi imam. Pada usia tujuh tahun, Antoine mulai belajar bahasa Latin dan pada tahun 1827 dia masuk ke sebuah sekolah Yesuit. Setelah sekolah Yesuit ditutup karena karena keputusan raja, Antoine masuk ke sekolah dasar. Dia memutuskan untuk menjadi imam ketika dia berada si kelas dua. Dia akhirnya masuk Seminari St. Sulpice di dekat kampung halamannya pada bulan Oktober 1834. Dia ingin menjadi seorang imam Yesuit walaupun kesehatannya buruk. Read the rest of this entry
Santo Alexius U Se-yong
Alexius U Se-yong (1845-1866) lahir pada tahun 1845 di Seoheung di Provinsi Hwanghae. Dia adalah putra ketiga di sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Dia menerima pendidikan sistematis bersama dengan saudara-saudaranya. Alexius sangat cerdas dan siap untuk mengikuti ujian Negara pada usia 16 tahun. Pada saat itu, dia mendengar tentang agama Katolik dari Katekis Yohanes Kim. Dia meminta izin kepada ayahnya untuk dibaptis, namun ayahnya sangat tidak setuju. Read the rest of this entry
Santo Markus Chong Ui-bae
Katekis Markus Chong Ui-bae (1794-1866) lahir pada tahun 1794 di Provinsi Gyeonggi di keluarga bangsawan yang membenci umat Katolik. Markus menyelesaikan pembelajaran untuk ujian pemerintah dan juga mengajar anak-anak. Dia menikah, namun tak lama istrinya meninggal, dan Markus hidup bertahun-tahun sebagai seorang duda tanpa anak. Read the rest of this entry
Ekaristi Membuatku Pulang – Kisah Pulang Tom Ponchak
Tom Ponchak meraih gelar teologi dan ikut terlibat dalam pelayanan di Gereja Katolik, kemudian dia meninggalkan Gereja selama sepuluh tahun. Setelah menjalani waktunya sebagai pendeta Injili, dia kembali ke Gereja pada tahun 2007. Tom menjabat sebagai Direktur Pembinaan Iman Dewasa di Gereja Katolik Bunda Karmel di Carmel, Indiana, di mana dia tinggal bersama istrinya Lisa dan keenam anaknya.
Santo Petrus Choe Hyong
Petrus Choe Hyong (1809-1866) lahir di Kongju pada tahun 1809. Ayahnya yang dibaptis ketika masih berusia 20 tahun memiliki tiga orang putra. Seluruh keluarganya didedikasikan kepada Allah. Petrus yang belajar literatur Mandarin sejak masih anak-anak harus membiayai keluarganya yang miskin dengan bertani. Read the rest of this entry
Yesus YES!, Gereja NO!? – Refleksi Pertobatan Saulus

Pertobatan St. Paulus / The Conversion of St. Paul, 1767 oleh Nicolas-Bernard Lepicie (Sumber: vocations-syracuse.org)
Dalam kehidupan menggeraja kita mungkin berhadapan dengan umat yang memiliki pandangan “Ya untuk Yesus, Tidak untuk Gereja.” Menurut pandangan ini, mereka kagum, dan memuja Yesus namun tidak suka dan curiga kepada Gereja, akibatnya mereka menolak terlibat dalam Gereja dan secara tidak sengaja mereka menolak undangan mengikuti kurban Misa. Dan terkadang lebih parah lagi, percaya kepada Yesus saja, namun ajaran Gereja ditolak mentah-mentah. Intinya pandangan itu memisahkan antara Yesus dan Gereja, namun kenyataannya pandangan ini lebih tepatnya memenggal Yesus dan Gereja. Read the rest of this entry











Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…