Blog Archives
Santo Protasius Chong Kuk-bo

Protasius Chong Kuk-bo (Sumber: cbck.or.kr)
Protasius Chong Kuk-bo (1799-1839) lahir di Songdo, Provinsi Kyonggi pada tahun 1799 dari keluarga bangsawan. Pada saat kelahirannya, keluarganya adalah keluarga yang berpengaruh dan kaya. Namun demikian, kakeknya membuat banyak kesalahan juga ketidakberesan sehingga menghancurkan keluarganya. Ayah Protasius ingin hidup sebagai orang biasa, ia menyembunyikan kebangsawanan keluarganya dengan pindah ke Seoul dan bekerja di pabrik tali jerami yang dijalankan oleh pemerintah, ia bekerja di sana bersama putranya Protasius. Read the rest of this entry
Santo Petrus Yi Ho-yong

Peter Yi Ho-yong (Sumber: cbck.or.kr)
Di antara tujuh puluh sembilan martir pada masa penganiayaan tahun 1839, orang yang pertama kali ditangkap dan juga menghabiskan waktu paling lama di penjara adalah kakak-beradik Agatha Yi (1784-1839) dan Petrus Yi Ho-yong (1803-1838). Petrus Yi Ho-yong adalah orang pertama dari 103 santo-santa yang memenangkan mahkota kemartiran. Dalam catatan penganiayaan tahun 1839, namanya disebut paling pertama begitu juga ketika Paus Pius XI melakukan beatifikasi tujuh puluh sembilan martir pada tahun 1925, nama Petrus Yi Ho-yong disebut yang paling pertama. Read the rest of this entry
Santo Paulus Chong Ha-sang

Paulus Chong Ha-sang (1795-1839) lahir pada tahun 1795 di Mahyon, Yanggun-gun di Provinsi Kyonggi, di dekat Seoul. Ia berasal dari keluarga bangsawan tradisional dari Namin. Ayahnya yaitu Agustinus Chong Yak-jong, menjadi martir pada tanggal 8 April 1801, dan ibunya yaitu Cecilia Yu So-sa menjadi martir pada tanggal 23 November 1839. Adik perempuannya, Elisabeth Chong Chong-hye menjadi martir pada tahun yang sama. Kakaknya, Karolus Chong Ch’ol-sang menjadi martir pada tahun 1801 bersama dengan ayahnya. Keluarga ini adalah keluarga martir. Chong Yak-yong adalah salah seorang sarjana terbaik di Korea yang juga dalam karya tulisnya dikenal dengan nama ‘Ta-san,’ sedangkan Chong Yak-jon adalah pamannya. Read the rest of this entry
Santo Andreas Kim Tae-gon

Andreas Kim Tae-gon (Sumber: cbck.or.kr)
Latar Belakang Keluarga
Andreas Kim Tae-gon (1821-1846) lahir pada tanggal 21 Agustus 1821 di Solmae, Naepo, Provinsi Chungchong. Kakek buyutnya yaitu Pius Kim Jin-hu, merupakan putra dari keluarga bangsawan terkenal di Solmae, dan pernah menjadi seorang pejabat di pemerintahan daerah. Sekitar tahun 1788, ketika Pius Kim Jin-hu berusia 50 tahun, putranya yang sudah Katolik, mendesak dia agar segera dibaptis. Setelah ia dibaptis sekitar tahun 1788, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mengabdikan dirinya untuk kehidupan beriman. Tak lama kemudian, ketika masa penganiayaan, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Ia menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun di penjara, dan meninggal di sana pada tanggal 20 Februari 1814. Cucunya yaitu Ignasius Kim Chae-jun tinggal di Solmae bersama dengan istrinya yaitu Ursula Ko yang melahirkan Kim Tae-gon. Ignasius Kim Chae-jun menjadi martir pada tanggal 26 September 1839.
Read the rest of this entry
Beato Yosef /Petrus Yun Bong-mun
Profil Singkat
- Tahun lahir: 1852
- Tempat Lahir: Gyeongju, Gyeongsang-do
- Gender: Pria
- Posisi/Status: Katekis
- Usia: 36 tahun
- Tanggal Kemartiran: 1 April 1888
- Tempat Kemartiran: Jinju, Gyeongsang-do
- Cara Kemartiran: Digantung
Yosef Yun Bong-mun adalah putra kedua dari Stanislaus Yun Sa-u dan Magdalena yang tinggal di dekat Gyeongju, Gyeongsang-do. Dia menjalankan agamanya sejak usia mudanya. Read the rest of this entry
Beato Viktorinus Pak Dae-sik
Profil Singkat
- Tahun lahir: 1812
- Tempat Lahir: Gimhae, Gyeongsang-do
- Gender: Pria
- Posisi/Status: Umat awam
- Usia: 56 tahun
- Tanggal Kemartiran: 12 Oktober 1868
- Tempat Kemartiran: Daegu, Gyeongsang-do
- Cara Kemartiran: Dipenggal
Viktorinus Pak Dae-sik lahir di Yedong, Gimhae, Gyeongsang-do (sekarang, Siye-ri, Jinrye-myeon, Gimhae-si, Gyeongnam). Dia menjalankan kehidupan Kristianinya dengan setia setelah dia menjadi seorang Katolik. Read the rest of this entry
Beato Yakobus Heo In-baek
Profil Singkat
- Tahun lahir: 1822
- Tempat Lahir: Gimhae, Gyeongsang-do
- Gender: Pria
- Posisi/Status: Petani
- Usia: 46 tahun
- Tanggal Kemartiran: 14 September 1868
- Tempat Kemartiran: Ulsan, Gyeongsang-do
- Cara Kemartiran: Dipenggal
Yakobus Heo In-baek lahir pada tahun 1822 di Gimhae, Gyeongsang-do di keluarga petani. Dia tinggal di Eonyang. Dia mendengar tentang agama Katolik dan menjadi Katolik pada usia 24 tahun. Dia menjalankan agamanya dengan setia dan dia sangat dihormati oleh umat beriman lainnya. Read the rest of this entry
Beato Lukas Kim Jong-ryun
Profil Singkat
- Tahun lahir: 1819
- Tempat Lahir: Gongju, Chungcheong-do
- Gender: Pria
- Posisi/Status: Keluarga kelas bangsawan
- Usia: 49 tahun
- Tanggal Kemartiran: 14 September 1868
- Tempat Kemartiran: Ulsan, Gyeongsang-do
- Cara Kemartiran: Dipenggal
Lukas Kim Jong-ryun lahir dari keluarga bangsawan. Dia mempelajari Katekismus di Gongju, Chungcheong-do sejak usia dini. Dia menjalani kehidupan Kristen dengan setia. Read the rest of this entry
Beato Petrus Yi Yang-deung
Profil Singkat
- Tahun lahir: Tidak diketahui
- Tempat Lahir: Gyeongsang-do
- Gender: Pria
- Posisi/Status: Ketekis dan pedagang
- Usia: Tidak diketahui
- Tanggal Kemartiran: 14 September 1868
- Tempat Kemartiran: Ulsan, Gyeongsang-do
- Cara Kemartiran: Dipenggal
Petrus Yi Yang-deung adalah seorang katekis di Desa Kristen Jukryeong di Ulsan (sekarang, Icheon-ri, Sangbuk-myeon, Ulsan-si, Gyeongnam). Dia orang yang memiliki sifat yang baik dan dia mencari nafkah dengan menjual madu sementara itu dia menjalankan kehidupan agamanya dengan setia. Read the rest of this entry
Beato Martinus Yang Jae-hyeon
Profil Singkat
- Tahun lahir: 1827
- Tempat Lahir: Gyeongsang-do
- Gender: Pria
- Posisi/Status: Pejabat Rendah
- Usia: 41 tahun
- Tanggal Kemartiran: September 1868
- Tempat Kemartiran: Pusan
- Cara Kemartiran: Dipenggal
Martinus Yang Jae-hyeon lahir pada tahun 1827. Dia tinggal untuk beberapa waktu di luar Gerbang Utara di Dongnae, Gyeongsang-do. Di Dongnae dia menjabat jabatan petugas rendah. Dia bertemu dengan Yohanes Yi Jeong-sik dan dia mendengar tentang agama Katolik. Dia mempelajari Katekismus dari Yohanes Yi dan dia menjadi seorang Katolik. Read the rest of this entry








Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…