Blog Archives
Santo Jacques-Honoré Chastan

Iacobus Chastan (Sumber: cbck.or.kr)
Pastor Chastan (1803-1839) lahir di sebuah desa kecil di Prancis pada tanggal 7 Oktober 1803. Orang tuanya adalah petani yang sederhana. Sejak masih kecil, ia sudah punya keinginan yang kuat untuk pergi ke daerah asing dan terpencil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ia masuk seminari, dan keinginannya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa semakin kuat. Kepada orang-orang yang meragukan apakah ia mampu untuk menanggung semua kesulitan di negara asing, ia menjawab bahwa Allah akan memberikan keberanian untuk menanggung semua kesulitan dan juga dengan sepotong roti dan segelas air akan mencukupi semua yang ia butuhkan untuk bertahan hidup. Read the rest of this entry
Santo Pierre-Philibert Maubant

Petrus Maubant (Sumber: cbck.or.kr)
Pastor Maubant (1803-1839) lahir pada tahun 1803 di Vassy, Prancis. Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia bergabung dengan Serikat Misi Paris (Paris Foreign Missions Society/Société des Missions étrangères de Paris disingkat menjadi M.E.P.) pada tahun 1831. Kemudian ia dikirim ke Tiongkok, di sana ia menawarkan diri untuk pergi ke Korea. Read the rest of this entry
Santo Laurent-Marie-Joseph Imbert

Laurentius Imbert (Sumber: cbck.or.kr)
Uskup Imbert (1797-1839) lahir di Prancis pada tanggal 15 April 1797. Ia bergabung dengan Serikat Misi Paris (Paris Foreign Missions Society/Société des Missions étrangères de Paris disingkat menjadi M.E.P.) pada tahun 1819, dan pada tahun berikutnya, ia meninggalkan Paris untuk pergi ke Szechuan di Tiongkok. Kemudian ia menjadi penanggung jawab seminari di sana. Read the rest of this entry
Santo Fransiskus Choe Kyong-hwan

Fransiscus Choe Kyong-hwan (Sumber: cbck.or.kr)
Fransiskus Choe Kyong-hwan (1805-1839) berasal dari suku Kyongju Choe, ia lahir pada tahun 1805 dari keluarga kaya raya di Taraekkol, Honjugun, Provinsi Ch’ungch’ong. Kakeknya yaitu Choe Han-il adalah anggota keluarga yang pertama dibaptis pada tahun 1787, setelah menerima bimbingan dari seseorang ternama yaitu, Yi Chon-ch’ang. Read the rest of this entry
Santa Agnes Kim Hyo-ju

Agnes Kim Hyo-ju (Sumber: cbck.or.kr)
Kolumba Kim Hyo-im (1814-1839) lahir pada tahun 1814 dan adiknya yaitu Agnes Kim Hyo-ju (1816-1839) lahir dua tahun kemudian dari keluarga pagan di Bamseom, yang berarti pulau kastanya, di tepian sungai Han. Pada awalnya keluarga mereka bukan Katolik, namun ibu mereka mulai ada ketertarikan terhadap iman dan berangsur-angsur semakin dekat dengan iman, tapi ayah mereka bukan seorang beriman. Bahkan, ayah mereka bahkan tidak mau mendengar kata Gereja disebutkan di dalam rumahnya dan dengan ia melarangnya dengan ketat. Read the rest of this entry
Santa Maria Yi Yon-hui

Maria Yi Yon-hui (Sumber: cbck.or.kr)
Maria Yi Yon-hui (1804-1839) adalah istri dari martir Damianus Nam. Maria memiliki kehendak yang teguh dan juga cerdas. Sama seperti Barbara Kwon, dia pernah menerima Uskup Imbert dan para misionaris di rumahnya, pada waktu itu apa yang dia lakukan adalah perbuatan berbahaya, Maria juga menyediakan berbagai kebutuhan bagi mereka. Ketika orang-orang berkumpul di rumahnya, dia melayani mereka, mengajar dan mempersiapkan mereka untuk menerima sakramen. Keanggunan dan kesederhanaannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Read the rest of this entry
Santa Barbara Yi Chong-hui

Barbara Yi Chong-hui (Sumber: cbck.or.kr)
Barbara Yi Chong-hui (1799-1839) adalah putri dari Magdalena Ho Kye-im, kakak perempuan dari Magdalena Yi Yong-hui dan juga bibi dari Barbara Yi. Seseorang dapat melihatnya bahwa dia benar-benar berasal dari keluarga martir. Read the rest of this entry
Santo Yohanes Pak Hu-jae

Ioannes Pak Hu-jae (Sumber: cbck.or.kr)
Yohanes Pak Hu-jae (1799-1839) adalah putra dari martir Laurensius Pak. Yohanes lahir di Youngin sekitar tahun 1798 atau 1799. Kemudian ia pergi ke Seoul bersama dengan keluarganya, dan mencari nafkah dengan membuat sepatu jerami. Read the rest of this entry
Santa Barbara Kwon Hui

Barbara Kwon Hui (Sumber: cbck.or.kr)
Barbara Kwon Hui (1794-1839) berasal dari keluarga martir. Dia adalah istri dari Agustinus Yi Kwang-hon, ibu dari Agatha Yi dan kakak ipar dari Yohanes Yi Kwang-nyol. Read the rest of this entry
Santa Maria Pak K’un-agi

Maria Pak Kun A-gi (Sumber: cbck.or.kr)
Lusia Pak Hui-sun (1801-1839) dan Maria Pak K’un-agi (1786-1839) adalah kakak beradik yang lahir pada keluarga kaya di Hanyang. Adiknya yaitu Lusia Pak Hui-sun, dikenal karena kecantikannya, dan pada usia dini dia dipanggil untuk menjadi dayang istana yang akan menemani ratu di istana kerajaan. Dia seorang yang pandai dan memiliki kemampuan, sehingga dia dengan cepat dipromosikan. Dia orang yang sangat fasih dalam bahasa, baik bahasa Korea maupun Mandarin. Di sisi lain, kecantikannya menjadi sumber permasalahan. Pada usia lima belas tahun, raja yang masih berusia tujuh belas tahun menemukannya, dan tertarik pada kecantikannya, kemudian raja berusaha untuk merayunya. Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…