Blog Archives
Santa Yuliet Kim

Iulietta Kim (Sumber: cbck.or.kr)
Yuliet Kim (1784-1839) lahir di wilayah pedesaan. Kedua orang tuanya sangat dipuji oleh Uskup Ferreol sebagai pasangan yang luar biasa. Kemudian, seluruh keluarganya pindah ke Seoul. Kedua orang tuanya ingin supaya dia menikah, namun Yuliet ingin hidup sebagai seorang perawan dan menolak untuk menikah. Untuk membuktikan bahwa keteguhannya, dia memotong rambutnya. Akhirnya, kedua orang tuanya berkata bahwa mereka akan memberikan keputusan ketika rambutnya tumbuh. Read the rest of this entry
Santo Sebastianus Nam I-gwan

Sebastianus Nam I-gwan (Sumber: cbck.or.kr)
Sebastianus Nam I-gwan (1780-1839) lahir dari keluarga bangsawan. Kedua orang tuanya menjadi Katolik pada akhir abad ke 18. Ibunya meninggal ketika ia masih kecil. Ayahnya ditangkap pada tahun 1801 dan meninggal di pengasingan. Pada saat itu, Sebastianus berusia sekitar 20 tahun. Ketika ia berada di pengasingan di Danseong, Provinsi Gyeongsang, ia menikah. Ia belum dibaptis, dan ia hanya mengucapkan doa Bapa Kami dan Salam Maria. Karena ia tidak mempunyai anak, ia mengambil seorang selir, tanpa mengetahui bahwa perbuatan itu salah. Pada usia 40 tahun, ia sakit parah, ia dibaptis dan menyuruh selirnya pergi. Beberapa tahun kemudian, ia dibebaskan dari pengasingan dan pergi menuju Uiju bersama dengan Paulus Chong Ha-sang dan teman-temannya, mereka berusaha untuk membawa seorang imam dari Tiongkok yaitu Pastor Yu. Kemudian Sebastianus menjadi asisten Pastor Yu dan memperbolehkan pastor itu tinggal di rumahnya. Read the rest of this entry
Santa Magdalena Ho Kye-im

Magdalena Ho Kye-im (Sumber: cbck.or.kr)
Magdalena Ho Kye-im (1773-1839) tinggal di Pongchon bersama dengan keluarganya. Dia menikah dengan Yi, seorang yang bukan umat beriman. Magdalena tidak dapat mengubah keyakinan suaminya, namun dia membesarkan anak-anaknya secara Katolik. Di antara putri-putrinya, Magdalena Yi menjadi martir pada tanggal 20 Juli 1839 dan juga Barbara Yi yang menjadi martir pada tanggal 3 September 1839. Read the rest of this entry
Santo Agustinus Yu Chin-gil

Augustinus Yu Chin-gil (Sumber: cbck.or.kr)
Santo Agustinus Yu Chin-gil (1791-1839) berasal dari keluarga pejabat pemerintahan. Di antara para martir dari Korea, ia adalah satu dari tiga orang yang memegang jabatan pemerintahan dan juga adalah ayah dari seorang martir yang berusia 13 tahun yaitu Santo Petrus Yu Tae-ch’ol yang juga menjadi martir termuda dalam 103 Martir dari Korea. Read the rest of this entry
Santo Jacques-Honoré Chastan

Iacobus Chastan (Sumber: cbck.or.kr)
Pastor Chastan (1803-1839) lahir di sebuah desa kecil di Prancis pada tanggal 7 Oktober 1803. Orang tuanya adalah petani yang sederhana. Sejak masih kecil, ia sudah punya keinginan yang kuat untuk pergi ke daerah asing dan terpencil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ia masuk seminari, dan keinginannya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa semakin kuat. Kepada orang-orang yang meragukan apakah ia mampu untuk menanggung semua kesulitan di negara asing, ia menjawab bahwa Allah akan memberikan keberanian untuk menanggung semua kesulitan dan juga dengan sepotong roti dan segelas air akan mencukupi semua yang ia butuhkan untuk bertahan hidup. Read the rest of this entry
Santo Pierre-Philibert Maubant

Petrus Maubant (Sumber: cbck.or.kr)
Pastor Maubant (1803-1839) lahir pada tahun 1803 di Vassy, Prancis. Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia bergabung dengan Serikat Misi Paris (Paris Foreign Missions Society/Société des Missions étrangères de Paris disingkat menjadi M.E.P.) pada tahun 1831. Kemudian ia dikirim ke Tiongkok, di sana ia menawarkan diri untuk pergi ke Korea. Read the rest of this entry
Santo Laurent-Marie-Joseph Imbert

Laurentius Imbert (Sumber: cbck.or.kr)
Uskup Imbert (1797-1839) lahir di Prancis pada tanggal 15 April 1797. Ia bergabung dengan Serikat Misi Paris (Paris Foreign Missions Society/Société des Missions étrangères de Paris disingkat menjadi M.E.P.) pada tahun 1819, dan pada tahun berikutnya, ia meninggalkan Paris untuk pergi ke Szechuan di Tiongkok. Kemudian ia menjadi penanggung jawab seminari di sana. Read the rest of this entry
Santo Fransiskus Choe Kyong-hwan

Fransiscus Choe Kyong-hwan (Sumber: cbck.or.kr)
Fransiskus Choe Kyong-hwan (1805-1839) berasal dari suku Kyongju Choe, ia lahir pada tahun 1805 dari keluarga kaya raya di Taraekkol, Honjugun, Provinsi Ch’ungch’ong. Kakeknya yaitu Choe Han-il adalah anggota keluarga yang pertama dibaptis pada tahun 1787, setelah menerima bimbingan dari seseorang ternama yaitu, Yi Chon-ch’ang. Read the rest of this entry
Santa Agnes Kim Hyo-ju

Agnes Kim Hyo-ju (Sumber: cbck.or.kr)
Kolumba Kim Hyo-im (1814-1839) lahir pada tahun 1814 dan adiknya yaitu Agnes Kim Hyo-ju (1816-1839) lahir dua tahun kemudian dari keluarga pagan di Bamseom, yang berarti pulau kastanya, di tepian sungai Han. Pada awalnya keluarga mereka bukan Katolik, namun ibu mereka mulai ada ketertarikan terhadap iman dan berangsur-angsur semakin dekat dengan iman, tapi ayah mereka bukan seorang beriman. Bahkan, ayah mereka bahkan tidak mau mendengar kata Gereja disebutkan di dalam rumahnya dan dengan ia melarangnya dengan ketat. Read the rest of this entry
Santa Maria Yi Yon-hui

Maria Yi Yon-hui (Sumber: cbck.or.kr)
Maria Yi Yon-hui (1804-1839) adalah istri dari martir Damianus Nam. Maria memiliki kehendak yang teguh dan juga cerdas. Sama seperti Barbara Kwon, dia pernah menerima Uskup Imbert dan para misionaris di rumahnya, pada waktu itu apa yang dia lakukan adalah perbuatan berbahaya, Maria juga menyediakan berbagai kebutuhan bagi mereka. Ketika orang-orang berkumpul di rumahnya, dia melayani mereka, mengajar dan mempersiapkan mereka untuk menerima sakramen. Keanggunan dan kesederhanaannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…