Author Archives: Terang Iman

Santo Agustinus Yu Chin-gil

Augustinus Yu Chin-gil (Sumber: cbck.or.kr)

Santo Agustinus Yu Chin-gil (1791-1839) berasal dari keluarga pejabat pemerintahan. Di antara para martir dari Korea, ia adalah satu dari tiga orang yang memegang jabatan pemerintahan dan juga adalah ayah dari seorang martir yang berusia 13 tahun yaitu Santo Petrus Yu Tae-ch’ol yang juga menjadi martir termuda dalam 103 Martir dari Korea. Read the rest of this entry

Alasan OMK untuk Tidak Mengikuti Kegiatan Non-Katolik

Paus Benediktus XVI berbicara dengan OMK di luar Katedral Westminster di London (Sumber: telegraph.co.uk)

Paus Benediktus XVI berbicara dengan OMK di luar Katedral Westminster di London (Sumber: telegraph.co.uk)

Sebenarnya artikel ini ditujukan bukan hanya untuk Orang Muda Katolik (OMK ) tetapi juga untuk semua orang beriman Katolik. Namun OMK perlu diberi perhatian khusus karena dinamika kehidupan orang muda ini begitu cepat, suka akan hal-hal baru, namun juga rentan terhadap ajaran-ajaran yang terkadang bertentangan dengan iman Katolik. Orang muda terkadang merasa jenuh dengan kehidupan beriman mereka sehingga mereka terkadang mencari hal-hal lain seperti mengikuti kegiatan dari umat Protestan bahkan umat beragama lain.

Berikut ini alasan-alasan mengapa kita sebaiknya tidak mengikuti kegiatan non-Katolik: Read the rest of this entry

Santo Jacques-Honoré Chastan

Iacobus Chastan (Sumber: cbck.or.kr)

Pastor Chastan (1803-1839) lahir di sebuah desa kecil di Prancis pada tanggal 7 Oktober 1803. Orang tuanya adalah petani yang sederhana. Sejak masih kecil, ia sudah punya keinginan yang kuat untuk pergi ke daerah asing dan terpencil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Ia masuk seminari, dan keinginannya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa semakin kuat. Kepada orang-orang yang meragukan apakah ia mampu untuk menanggung semua kesulitan di negara asing, ia menjawab bahwa Allah akan memberikan keberanian untuk menanggung semua kesulitan dan juga dengan sepotong roti dan segelas air akan mencukupi semua yang ia butuhkan untuk bertahan hidup. Read the rest of this entry

5 Alasan untuk Tetap Mengikuti Misa sampai dengan Selesai

Oleh Suster Theresa Aletheia Noble, FSP.

Prosesi penutup sambil pemberian berkat oleh Kardinal O'malley (Sumber: aleteia.org)

Prosesi penutup sambil pemberian berkat oleh Kardinal O’malley (Sumber: aleteia.org)

Sebagian besar dari kita mungkin pernah satu atau dua kali melakukannya.
Kita langsung menuju pintu sambil menundukan kepala setelah menerima komuni, karena kita mempunyai suatu hal penting untuk dilakukan.
Kita berharap bahwa pastor dan teman-teman kita tidak memperhatikannya. Dan kemungkinan memang demikian. Namun, Seseorang memperhatikannya.

Read the rest of this entry

Santo Pierre-Philibert Maubant

Petrus Maubant (Sumber: cbck.or.kr)

Pastor Maubant (1803-1839) lahir pada tahun 1803 di Vassy, Prancis. Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia bergabung dengan Serikat Misi Paris (Paris Foreign Missions Society/Société des Missions étrangères de Paris disingkat menjadi M.E.P.) pada tahun 1831. Kemudian ia dikirim ke Tiongkok, di sana ia menawarkan diri untuk pergi ke Korea. Read the rest of this entry

Santo Laurent-Marie-Joseph Imbert

Laurentius Imbert (Sumber: cbck.or.kr)

Uskup Imbert (1797-1839) lahir di Prancis pada tanggal 15 April 1797. Ia bergabung dengan Serikat Misi Paris (Paris Foreign Missions Society/Société des Missions étrangères de Paris disingkat menjadi M.E.P.) pada tahun 1819, dan pada tahun berikutnya, ia meninggalkan Paris untuk pergi ke Szechuan di Tiongkok. Kemudian ia menjadi penanggung jawab seminari di sana. Read the rest of this entry

Santo Fransiskus Choe Kyong-hwan

Fransiscus Choe Kyong-hwan (Sumber: cbck.or.kr)

Fransiskus Choe Kyong-hwan (1805-1839) berasal dari suku Kyongju Choe, ia lahir pada tahun 1805 dari keluarga kaya raya di Taraekkol, Honjugun, Provinsi Ch’ungch’ong. Kakeknya yaitu Choe Han-il adalah anggota keluarga yang pertama dibaptis pada tahun 1787, setelah menerima bimbingan dari seseorang ternama yaitu, Yi Chon-ch’ang. Read the rest of this entry

Santa Agnes Kim Hyo-ju

Agnes Kim Hyo-ju (Sumber: cbck.or.kr)

Kolumba Kim Hyo-im (1814-1839) lahir pada tahun 1814 dan adiknya yaitu Agnes Kim Hyo-ju (1816-1839) lahir dua tahun kemudian dari keluarga pagan di Bamseom, yang berarti pulau kastanya, di tepian sungai Han. Pada awalnya keluarga mereka bukan Katolik, namun ibu mereka mulai ada ketertarikan terhadap iman dan berangsur-angsur semakin dekat dengan iman, tapi ayah mereka bukan seorang beriman. Bahkan, ayah mereka bahkan tidak mau mendengar kata Gereja disebutkan di dalam rumahnya dan dengan ia melarangnya dengan ketat. Read the rest of this entry

Hari Puasa & Pantang dan Masa Suci Quadragesima

40 Hari Prapaskah (Sumber: www.catholicsistas.com/)

40 Hari Prapaskah (Sumber: http://www.catholicsistas.com/)

Terima kasih kepada RD. Yohanes Istimoer Bayu Ajie yang telah memberikan penjelasan mengenai hal ini untuk menambah wawasan kami. (Di-update tanggal 28 Februari 2020)

Masa Prapaskah adalah masa pertobatan dalam menyambut Paskah Tuhan kita Yesus Kristus. Pada masa Prapaskah ini umat Katolik mengisi kegiatannya dengan berdoa, puasa (dan pantang) dan amal kasih. Masa Prapaskah ini kita memperingati 40 hari Tuhan Yesus berpuasa di padang gurun dan dicobai Iblis dan juga masa pengembaraan umat Israel di padang gurun setelah keluar dari tanah Mesir. Masa Tobat ini dimulai dari Rabu Abu sampai Sabtu Suci. Dan muncul angka 46 hari. Kok bisa begitu?

Ternyata dalam Masa Prapaskah ini ada dua macam perhitungan yaitu hari pantang dan puasa dan Masa Suci Quadragesima, yang keduanya berjumlah 40 hari [1]. Unik kan? Read the rest of this entry

Santa Maria Yi Yon-hui

Maria Yi Yon-hui (Sumber: cbck.or.kr)

Maria Yi Yon-hui (1804-1839) adalah istri dari martir Damianus Nam. Maria memiliki kehendak yang teguh dan juga cerdas. Sama seperti Barbara Kwon, dia pernah menerima Uskup Imbert dan para misionaris di rumahnya, pada waktu itu apa yang dia lakukan adalah perbuatan berbahaya, Maria juga menyediakan berbagai kebutuhan bagi mereka. Ketika orang-orang berkumpul di rumahnya, dia melayani mereka, mengajar dan mempersiapkan mereka untuk menerima sakramen. Keanggunan dan kesederhanaannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Read the rest of this entry