Author Archives: Terang Iman

Santa Agnes Kim Hyo-ju

Agnes Kim Hyo-ju (Sumber: cbck.or.kr)

Kolumba Kim Hyo-im (1814-1839) lahir pada tahun 1814 dan adiknya yaitu Agnes Kim Hyo-ju (1816-1839) lahir dua tahun kemudian dari keluarga pagan di Bamseom, yang berarti pulau kastanya, di tepian sungai Han. Pada awalnya keluarga mereka bukan Katolik, namun ibu mereka mulai ada ketertarikan terhadap iman dan berangsur-angsur semakin dekat dengan iman, tapi ayah mereka bukan seorang beriman. Bahkan, ayah mereka bahkan tidak mau mendengar kata Gereja disebutkan di dalam rumahnya dan dengan ia melarangnya dengan ketat. Read the rest of this entry

Hari Puasa & Pantang dan Masa Suci Quadragesima

40 Hari Prapaskah (Sumber: www.catholicsistas.com/)

40 Hari Prapaskah (Sumber: http://www.catholicsistas.com/)

Terima kasih kepada RD. Yohanes Istimoer Bayu Ajie yang telah memberikan penjelasan mengenai hal ini untuk menambah wawasan kami. (Di-update tanggal 28 Februari 2020)

Masa Prapaskah adalah masa pertobatan dalam menyambut Paskah Tuhan kita Yesus Kristus. Pada masa Prapaskah ini umat Katolik mengisi kegiatannya dengan berdoa, puasa (dan pantang) dan amal kasih. Masa Prapaskah ini kita memperingati 40 hari Tuhan Yesus berpuasa di padang gurun dan dicobai Iblis dan juga masa pengembaraan umat Israel di padang gurun setelah keluar dari tanah Mesir. Masa Tobat ini dimulai dari Rabu Abu sampai Sabtu Suci. Dan muncul angka 46 hari. Kok bisa begitu?

Ternyata dalam Masa Prapaskah ini ada dua macam perhitungan yaitu hari pantang dan puasa dan Masa Suci Quadragesima, yang keduanya berjumlah 40 hari [1]. Unik kan? Read the rest of this entry

Santa Maria Yi Yon-hui

Maria Yi Yon-hui (Sumber: cbck.or.kr)

Maria Yi Yon-hui (1804-1839) adalah istri dari martir Damianus Nam. Maria memiliki kehendak yang teguh dan juga cerdas. Sama seperti Barbara Kwon, dia pernah menerima Uskup Imbert dan para misionaris di rumahnya, pada waktu itu apa yang dia lakukan adalah perbuatan berbahaya, Maria juga menyediakan berbagai kebutuhan bagi mereka. Ketika orang-orang berkumpul di rumahnya, dia melayani mereka, mengajar dan mempersiapkan mereka untuk menerima sakramen. Keanggunan dan kesederhanaannya membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Read the rest of this entry

Santa Barbara Yi Chong-hui

Barbara Yi Chong-hui (Sumber: cbck.or.kr)

Barbara Yi Chong-hui (1799-1839) adalah putri dari Magdalena Ho Kye-im, kakak perempuan dari Magdalena Yi Yong-hui dan juga bibi dari Barbara Yi. Seseorang dapat melihatnya bahwa dia benar-benar berasal dari keluarga martir. Read the rest of this entry

Santo Yohanes Pak Hu-jae

Ioannes Pak Hu-jae (Sumber: cbck.or.kr)

Yohanes Pak Hu-jae (1799-1839) adalah putra dari martir Laurensius Pak. Yohanes lahir di Youngin sekitar tahun 1798 atau 1799. Kemudian ia pergi ke Seoul bersama dengan keluarganya, dan  mencari nafkah dengan membuat sepatu jerami. Read the rest of this entry

Santa Barbara Kwon Hui

Barbara Kwon Hui (Sumber: cbck.or.kr)

Barbara Kwon Hui (1794-1839) berasal dari keluarga martir. Dia adalah istri dari Agustinus Yi Kwang-hon, ibu dari Agatha Yi dan kakak ipar dari Yohanes Yi Kwang-nyol. Read the rest of this entry

Santa Maria Pak K’un-agi

Maria Pak Kun A-gi (Sumber: cbck.or.kr)

Lusia Pak Hui-sun (1801-1839) dan Maria Pak K’un-agi (1786-1839) adalah kakak beradik yang lahir pada keluarga kaya di Hanyang. Adiknya yaitu Lusia Pak Hui-sun, dikenal karena kecantikannya, dan pada usia dini dia dipanggil untuk menjadi dayang istana yang akan menemani ratu di istana kerajaan. Dia seorang yang pandai dan memiliki kemampuan, sehingga dia dengan cepat dipromosikan. Dia orang yang sangat fasih dalam bahasa, baik bahasa Korea maupun Mandarin. Di sisi lain, kecantikannya menjadi sumber permasalahan. Pada usia lima belas tahun, raja yang masih berusia tujuh belas tahun menemukannya, dan tertarik pada kecantikannya, kemudian raja berusaha untuk merayunya. Read the rest of this entry

Santa Maria Won Kwi-im

Maria Kwon Kwi-im (Sumber: cbck.or.kr)

Maria Won Kwi-im (1819-1839) lahir pada tahun 1819 di Yongmori, Kyuanggun. Dia kehilangan ibunya ketika masih kecil, maka dia mengikuti ayahnya yang mengembara sambil mengemis makanan. Ketika dia berusia 9 tahun, salah satu kerabatnya yaitu Lusia Won yang merupakan seorang Katolik yang sangat saleh, membawa Maria dan mengajarkan doa-doa dan ajaran Gereja. Lusia Won juga mengajarkan cara membordir supaya Maria bisa mencari nafkah. Maria seorang yang sangat cerdas, ramah juga saleh. Bibinya merasa bangga akan pengabdian dan kesetiaan Maria. Maria dibaptis ketika berusia 15 tahun. Tak lama kemudian, dia menerima lamaran pernikahan. Namun dia menolak untuk menikah karena ingin mempersembahkan dirinya bagi Allah. Pada tahun berikutnya, dia menata rambutnya dengan bentuk rambut yang menyatakan bahwa dia adalah seorang wanita yang sudah menikah. Read the rest of this entry

Santa Lusia Kim

Lucia Kim (Sumber: cbck.or.kr)

Lusia Kim (1818-1839) adalah seorang yang wanita muda yang menarik hari karena bakat, keberanian, dan keanggunannya. Ketika kedua orang tuanya meninggal, dia harus menjual seluruh miliknya untuk membayar biaya pemakaman. Setelah itu, dia tinggal bersama dengan sebuah keluarga Katolik, dan kemudian dia berjanji untuk tetap perawan. Read the rest of this entry

Santa Magdalena Yi Yong-hui

Magdalena Yi -Yong-hui (Sumber: cbck.or.kr)

Magdalena Yi Yong-hui (1809-1839) lahir dari keluarga bangsawan yang miskin. Ibunya yaitu Magdalena Ho, kakak perempuannya yaitu Barbara Yi, dan bibinya yaitu Teresia Yi, mereka semua adalah orang Katolik yang sungguh-sungguh, tapi ayahnya seorang pagan yang kuat yang membenci umat Katolik. Oleh karena itu, mereka menjalankan agamanya dengan diam-diam. Ayahnya berusaha supaya Magdalena menikah dengan seorang pagan, namun dia ingin hidup sebagai seorang perawan dan menolak untuk mematuhi keinginan ayahnya. Dia memutuskan untuk melarikan diri. Read the rest of this entry