Kasih yang Sangat Besar dari Ekaristi
Oleh Romo Boniface Hicks, OSB, dan Romo Thomas Acklin, OSB

Adorasi (Sumber: stmichael.catholic.sg)
Bentuk devosi tertinggi sebenarnya lebih dari sekadar devosi, yaitu adorasi Ekaristi. Doa devosional dan pribadi ini juga benar-benar suatu bentuk doa liturgis. Karena Ekaristi hanya berasal dari Liturgi Gereja, maka selalu ada sisi liturgis dalam adorasi Ekaristi. Read the rest of this entry
Ajaran Gereja tentang Kehadiran Nyata Yesus dalam Ekaristi
Oleh Leon K. Suprenant Jr. dan Philip C.L. Gray

Adoración de la Sagrada Forma por Carlos II (Museo del Prado) (Sumber: stpaulcenter.com)
Gereja Katolik selalu mengajarkan bahwa dalam Sakramen Mahakudus Ekaristi, tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan keilahian dari Tuhan kita Yesus Kristus, yakni keseluruhan Kristus benar-benar hadir secara substansial. Ajaran ini berakar pada Kitab Suci, diajarkan para Bapa dan Doktor Gereja, dan ditegaskan kembali oleh para paus dan konsili ekumenis sepanjang sejarah Gereja. Ajaran ini dirangkum dalam Katekismus Gereja Katolik paragraf 1379-1381. Read the rest of this entry
Jika Kristus Mengalahkan Maut, Mengapa Kita Mati?
Oleh Regis Flaherty

El Descendimiento karya Rogier van der Weyden (Sumber: wikimedia.org)
Kristus benar-benar wafat di kayu salib. Dan peristiwa ini tidak dipalsukan, dan bukan juga tipuan maupun sulap. Kematian-Nya adalah hal yang nyata, yang di dalamnya ada rasa sakit, kesendirian, dan pindah dari alam kehidupan. Namun ketika Ia menundukkan kepala-Nya yang bermahkotakan duri dan mengucapkan perkataan yang mengguncangkan bumi, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), bukan hidup-Nya yang selesai melainkan kekuasaan maut yang sudah selesai. Kristus dibaringkan di dalam kubur hanya untuk keluar dan memberikan kejutan, mendorong batu yang memisahkan orang mati dari yang hidup, batu yang melambangkan hukuman mati bagi semua umat manusia. Kebangkitan-Nya bukan hanya batu kubur yang disingkirkan, namun gerbang surga juga dibuka. Read the rest of this entry
Ekaristi dan Kebangkitan Badan
Oleh Dr. Scott Hahn

Adoration of the Mystic Lamb (Sumber: denvercatholic.org)
Sebelum Yesus melangkah menuju Kalvari, Ia memberi tahu para pendengar-Nya bagaimana kebangkitan kita akan terjadi: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yohanes 6:51).
Roti apakah itu? Yesus memberi tahu kita di ayat yang sama: “Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yohanes 6:51). Read the rest of this entry
Memahami Tubuh sebagai Jembatan
Oleh Dr. Scott Hahn

The Incredulity of Saint Thomas karya Caravaggio (Sumber: stpaulcenter.com)
Orang Katolik sering menuduh budaya karena terlalu materialistik. Namun masalah kita yang sebenarnya adalah budaya itu tidak terlalu materialistik. Kita terlalu meremehkan masalah. Kita sudah tidak menghargai bagaimana Allah melalui hal fisik memengaruhi yang spiritual. Dan yang paling penting, kita sudah tidak menghargai tubuh kita. Read the rest of this entry
Apakah Kenaikan Yesus ke Surga itu Benar-benar Terjadi?
Oleh Matt Nelson

Jesus ascending to heaven (1775) karya John Singleton Copley (Sumber: wikimedia.org)
Sebagian besar bukti yang ada menunjukkan bahwa Kenaikan Yesus sebagai fakta sejarah
Puncak dari empat puluh hari yang dihabiskan bersama para murid setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik secara jasmani ke surga. Umat Katolik selalu memahami bahwa peristiwa ini secara harfiah sebagai peristiwa yang ajaib. Kita percaya peristiwa itu benar-benar terjadi dan sebagai satu Gereja kita menyatakannya setiap hari Minggu (dalam syahadat –red.). Read the rest of this entry
Diakon Mormon Menjadi Diakon Katolik – Kisah Diakon Steve Clifford

Deacon Steve Clifford (Sumber: Twitter @DcnSteveC)
Para rasul sudah gagal menjalankan misi mereka. Mereka sudah gagal dalam menunjuk para penggantinya. Ketika rasul terakhir meninggal, kunci-kunci kerajaan hilang dari muka bumi. Gereja yang Yesus serahkan kepada mereka runtuh, dikuasai oleh kekuatan alam maut. Yang disebut Gereja Kristen bukan lagi Gereja Tuhan. Sebuah organisasi baru, “gereja yang besar dan keji” lahir. Gereja yang jahat ini didirikan oleh Iblis, yang dikenal dengan nama “Gereja Katolik.” Dalam kerusakan yang dilakukannya, Gereja Katolik mencabut banyak bagian Injil yang gamblang dan paling berharga, menjadikannya tidak berdaya guna untuk menyampaikan rencana Injil seutuhnya. Gereja itu tetap menjadi gereja yang murtad sampai kunci-kunci kerajaan itu dipulihkan kembali ke bumi melalui Nabi Joseph Smith. Read the rest of this entry
Apakah Maria Dikandung Tanpa Noda itu Alkitabiah?
Oleh Dr. Edward Sri

The Virgin Mary karya Giovanni Battista Salvi (Sumber: edwardsri.com)
Apakah “Maria Dikandung Tanpa Noda” adalah salah satu contoh kalau umat Katolik itu melebih-lebihkan peran Maria, dan menjadikannya setara dengan Yesus? Read the rest of this entry
Hubungan Tulisan Paulus dengan Naskah Laut Mati – Tentang Melakukan Hukum Taurat
Oleh Dr. John Bergsma

Saint Paul Writing His Epistles karya Valentin de Boulogne (Sumber: wikipedia.org)
Apakah ada hubungan antara Paulus dengan Naskah Laut Mati? Paulus itu seorang Farisi, apa yang dilakukan seorang Farisi terhadap Naskah kaum Eseni? Naskah Laut Mati menjelaskan banyak aspek dari tulisan Paulus, di sini setidaknya saya akan membicarakan dua aspek saja. Dua aspek itu adalah Siteriologi Paulus (doktrin tentang Keselamatan) dan juga Eklesiologi (doktrin tentang Gereja). Apa yang Paulus katakan mengenai bagaimana kita diselamatkan dan apa yang ia katakan mengenai Gereja, keduanya semakin diperkaya ketika kita membandingkan apa yang ia katakan dengan apa yang kita lihat di Naskah Laut Mati. Read the rest of this entry
Rahmat yang Menyelamatkanku – Kisah Michele Gower

Michele Gower (Sumber: michelegower.com.au)
Masa Kecil
Saya dibesarkan di sebuah keluarga kelas menengah biasa di Sydney, Australia dan saya merasa dicintai kedua orang tua saya. Ibu saya seorang Katolik yang tidak menjalankan imannya (yang tidak saya ketahui selama beberapa tahun) dan ayah saya seorang penganut Anglikan (Church of England). Saya di baptis di Gereja Anglikan. Keluarga saya tidak mengikuti atau meyakini agama apa pun. Saya punya sedikit teman yang suka pergi ke gereja, meskipun kadang-kadang saya suka ikut bersama mereka, saya berpikir bahwa gereja itu hanya untuk orang-orang yang “tidak keren.” Saya tahu sedikit tentang kisah Adam dan Hawa, namun hanya begitu saja. Ketika saya memasuki masa remaja, saya kadang-kadang ikut “persekutuan” di gereja setempat namun bukan karena saya punya minat akan agama. Tapi, saya ikut karena teman-teman saya ada di sana dan juga ada beberapa cowok ganteng! Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…