Blog Archives
Apakah Yudas Menerima Ekaristi pada Perjamuan Terakhir?
Oleh Clement Harrold

Detail of the Da Vinci’s The Last Supper by Giacomo Raffaelli, Vienna (Sumber: stpaulcenter.com)
Doktrin Katolik dengan jelas mengajarkan bahwa seseorang yang berada dalam keadaan berdosa berat tidak boleh menerima Komuni Kudus. Seperti yang dijelaskan dalam Katekismus Gereja Katolik, “Tetapi bukan Ekaristi, melainkan Sakramen pengampunan ditetapkan untuk mengampuni dosa berat. Ekaristi adalah Sakramen bagi mereka, yang hidup dalam persekutuan penuh dengan Gereja” (#1395). Read the rest of this entry
Kamis Putih: Mandat, Perjamuan, dan Pelayanan
Oleh Dr. James R. A. Merrick

The Last Supper (c. 1562), karya Juan de Juanes (Sumber: stpaulcenter,com)
Bayangkan jika Anda menjadi salah satu dari para rasul pada minggu ini. Pada Minggu Palma menjadi waktu yang mereka tunggu-tunggu, atau lebih tepatnya, apa mereka persiapkan sudah tiba. Akhirnya rabi mereka diakui sebagai raja di Kota Suci. Dan semuanya terjadi pada salah satu waktu yang paling suci dalam setahun yaitu Paskah (Paskah Yahudi atau Passover). Tentu saja rasanya tidak masuk akal. Read the rest of this entry
Ketika Para Rasul menjadi Para Imam
Oleh Rod Bennett

The Last Supper (Sumber: catholic.com)
Beberapa orang berkata kalau Yesus tidak menetapkan para imam yang baru, atau mereka hanyalah “imamat bagi semua umat beriman” – namun setelah melihat Perjamuan Terakhir lebih dalam lagi jutsru yang terjadi sebaliknya
Kamis Putih dari Perspektif Imam
Oleh Romo Boniface Hicks, OSB

Perjamuan Terakhir (Sumber: stpaulcenter.com)
Salah satu bagian favorit saya dari Kamis Putih adalah masa adorasi yang diperpanjang setelah Misa Perjamuan Tuhan di altar keheningan. Setelah itu adalah peringatan doa Yesus di Taman Getsemani ketika para rasul ikut bersama-Nya, dan ketika Yesus berkata kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk tetap tinggal berjaga-jaga bersama-Nya satu jam saja. Itulah “jam suci” yang asli dan karena menjadi masa yang indah dan berharga untuk kita masuki. Inilah waktu liturgis, karena diatur oleh rubrik liturgy dan merupakan perpanjangan dari akhir Misa Perjamuan Tuhan. Waktu ini pula bersifat renungan, tanpa ada bentuk khusus sehingga masing-masing pribadi bisa memasukinya dengan caranya sendiri. Read the rest of this entry
Tradisi Yahudi dalam Tri Hari Suci
Oleh Sean Innerst

Carrying the Cross karya Giovanni Battista Tiepolo (Sumber: stpaulcenter.com)
Hari-hari raya dalam Pekan Suci, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Paskah, merupakan penggenapan tiga pesta musim semi Yahudi yang pada awalnya terjadinya bertepatan dengan peristiwa di akhir kehidupan Yesus di bumi. Kita menyebutnya tiga liturgi agung Pekan Suci, Misa Perjamuan Tuhan pada Kamis Putih malam, ibadat Jumat Agung, dan Vigili Paskah, tiga perayaan ini disebut Tri Hari Suci. Pada tahun wafat Sang Kristus, yaitu pada Paskah Yahudi pada 14 Nisan akan dimulai pada saat matahari terbenam pada hari Kamis, malam yang sama dengan perayaan Perjamuan Malam Terakhir dan selesai pada saat matahari terbenam pada hari Jumat Agung, hari wafat-Nya. Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…