Blog Archives

Santo Yosef Chang Song-jib

Ioseph Chang Song-jib (Sumber: cbck.or.kr)

Yosef Chang Song-jip (1786-1839) lahir dari keluarga yang bukan umat beriman di Seoul. Ia bekerja di toko obat herbal. Ia menikah dua kali, namun dia kehilangan kedua istrinya pada masa-masa awal pernikahannya. Pada usia 30 tahun, dia mulai mempelajari Katekismus. Namun Yosef tidak dapat mempercayai doktrin tentang Inkarnasi dan Kelahiran dari Perawan. Ia tidak bisa mempercayai bahwa Allah merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia demi kasih-Nya kepada umat manusia. Read the rest of this entry

Santo Petrus Kwon Tug-in

Petrus Kwon Tug-in (Sumber: cbck.or.kr)

Petrus Kwon Tug-in (1805-1839) lahir pada tahun 1805 di Seoul, dari sebuah keluarga Katolik. Ketika masih kecil, ayahnya meninggal. Ibunya seorang Katolik yang saleh, yang juga meninggal ketika Petrus Kwon berusia 16 tahun. Ibunya adalah seorang teladan yang baik yang membuatnya menjadi seorang Katolik yang luar biasa.Ia bangun sebelum ayam pertama kali berkokok dan berdoa sampai fajar menyingsing. Ia dikenal sebagai seorang yang baik kepada semua orang. Read the rest of this entry

Santo Damianus Nam Myong-hyok

Damiano Nam Myong-hyog (Sumber: cbck.or.kr)

Damianus Nam Myong-hyog (1786-1839) lahir pada tahun 1802 dari keluarga bangsawan. Ketika ia masih muda, ia suka berfoya-foya dengan teman-temannya yang nakal. Ketika berusia 30 tahun, ia belajar agama Katolik dan mulai melakukan agamanya. Ketika ada Pastor Pasifikus Yu Pang-je, seorang imam dari Tiongkok  datang ke Korea, Damianus dibaptis olehnya. Read the rest of this entry

Santa Lusia Pak Hui-sun

Lucia Pak Hui-sun (Sumber: cbck.or.kr)

Lusia Pak Hui-sun (1801-1839) dan Maria Pak K’un-agi (1786-1839) adalah kakak beradik yang lahir pada keluarga kaya di Hanyang. Adiknya yaitu Lusia Pak Hui-sun, dikenal karena kecantikannya, dan pada usia dini dia dipanggil untuk menjadi dayang istana yang akan menemani ratu di istana kerajaan. Dia seorang yang pandai dan memiliki kemampuan, sehingga dia dengan cepat dipromosikan. Dia orang yang sangat fasih dalam bahasa, baik bahasa Korea maupun Mandarin. Di sisi lain, kecantikannya menjadi sumber permasalahan. Pada usia lima belas tahun, raja yang masih berusia tujuh belas tahun menemukannya, dan tertarik pada kecantikannya, kemudian raja berusaha untuk merayunya. Read the rest of this entry

Santa Barbara Han A-gi

Barbara Han A-gi (Sumber: cbck.or.kr)

Pada awal penganiayaan tahun 1839 yang terjadidi Pintu Gerbang Kecil Barat di Seoul. Sembilan orang menjadi martir, mereka terdiri dari tiga orang pria dan enam orang wanita. Tiga orang wanita itu diantaranya adalah Magdalena Kim Ob-i, Agatha Kim A-gi, dan Barbara Han A-gi, mereka telah ditangkap tiga tahun sebelumnya dan menghabiskan waktu bersama-sama di penjara. Read the rest of this entry

Santo Agustinus Yi Kwang-hon

Augustinus Yi Kwang-hon (Sumber: cbck.or.kr)

Agustinus  Yi Kwang-hon (1787-1839) lahir pada tahun 1787 dari klan aristokrat Kwangju Yi dan dari sana asal para martir pada penganiayaan tahun 1801. Agustinus bersama dengan adik laki-lakinya, Yohanes Pembaptis Yi Kwang-ryol, istrinya Barbara Kwon Hui, dan juga putrinya Agatha Yi yang memberikan kesaksian akan iman mereka. Oleh karena itu, empat anggota dalam satu keluarga ini memenangkan mahkota kemartiran. Read the rest of this entry

Santa Magdalena Kim Ob-i

Magdalena Kim Ob-i (Sumber: cbck.or.kr)

Pada awal penganiayaan tahun 1839 yang terjadi di Pintu Gerbang Kecil Barat di Seoul. Sembilan orang menjadi martir, mereka terdiri dari tiga orang pria dan enam orang wanita. Tiga orang wanita itu diantaranya adalah Magdalena Kim Ob-i, Agatha Kim A-gi, dan Barbara Han A-gi, mereka telah ditangkap tiga tahun sebelumnya dan menghabiskan waktu bersama-sama di penjara. Read the rest of this entry

Santa Agatha Yi So-sa

Agatha Yi So-sa (Sumber: cbck.or.kr)

Di antara tujuh puluh sembilan martir yang ditangkap ketika penganiayaan tahun 1839, orang-orang yang pertama ditangkap dan menghabiskan waktu paling lama di penjara yaitu kakak-beradik Agatha Yi So-sa (1784-1839) dan Petrus Yi Ho-yong (1803-1838). Read the rest of this entry

Santa Anna Pak A-gi

Anna Pak A-gi (Sumber: cbck.or.kr)

Di antara para martir, tidak sedikit yang harus berpaling dari keluarga mereka dan memutuskan hubungan dengan keluarga mereka untuk mengikuti Tuhan. Anna Pak A-gi (1783-1839) adalah salah satunya. Read the rest of this entry

Santa Agatha Kim A-gi

Agatha Kim A-gi (Sumber: cbck.or.kr)

Pada awal penganiayaan tahun 1839 yang bertempat di Pintu Gerbang Kecil Barat di Seoul. Sembilan orang menjadi martir, mereka terdiri dari tiga orang pria dan enam orang wanita. Tiga orang wanita itu diantaranya adalah Magdalena Kim Ob-i, Agatha Kim A-gi, dan Barbara Han A-gi, mereka telah ditangkap tiga tahun sebelumnya dan menghabiskan waktu bersama-sama di penjara. Read the rest of this entry