Blog Archives

Beato Matius Kim Hyeon-u

Beato Matius Kim Hyeon-u (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Matius Kim Hyeon-u (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan Tempat Lahir: 1775, Myeongraebang, Seoul
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin Awam dari keluarga kelas menengah
  • Usia: 26 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Matius Kim Hyeon-u adalah anak dari seorang selir dari seorang penerjemah ternama di Myeongryebang di Seoul. Thomas Kim Beum-u yang meninggal di pengasingan sekitar tahun 1786 adalah kakaknya  dari ayah yang sama namun berbeda ibu, dan Barnabas Kim I-u yang menjadi martir ketika dipukuli di Pusat Kepolisian saat Penganiayaan Shinyu, adalah kakak sedarahnya. Read the rest of this entry

Beata Susan Kang Gyeong-bok

Beata Susan Kang Gyeong-bok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Susan Kang Gyeong-bok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun Lahir: 1762
  • Tempat Lahir: Tidak diketahui
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta, Perawan, dan Wanita Istana
  • Usia: 39 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Susan Kang Gyeong-bok lahir pada tahun 1762 di keluarga kelas biasa dan dia menjadi seorang wanita istana. Dia tetap perawan sampai dia meninggal sebagai martir pada tahun 1801. Dia tinggal di ‘Yangjegung’, juga disebut dengan ‘Pyegung’, yang berarti suatu tempat tinggal bagi anggota keluarga kerajaan yang diusir dari istana. Pemilik ‘Yangjegung’ adalah Maria Song dan menantu perempuannya Maria Sin. Mereka sudah percaya akan agama Katolik selama beberapa tahun. Sejak tahun 1795 mereka sering berhubungan dengan Pastor Yakobus Zhou Wen-mo dan seorang katekis bernama Kolumba Kang Wan-suk. Read the rest of this entry

Beata Kolumba Kang Wan-suk

Beata Kolumba Kang Wan-suk (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Kolumba Kang Wan-suk (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan tempat Lahir: 1761, Naepo, Chungcheong-do
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Katekis dari keluarga kelas bangsawan
  • Usia: 40 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Kolumba Kang Wan-suk lahir di luar nikah pada tahun 1761 pada keluarga bangsawan di Naepo, Chungcheong-do. Sejak masa kecilnya dia sangat bijak dan jujur, dan dia menghindari segala bentuk perbuatan yang tidak benar. Filipus Hong Pil-ju yang menjadi martir pada tahun 1801 adalah anak tirinya. Read the rest of this entry

Beata Barbara Sim A-gi

Beata Barbara Sim A-gi (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Barbara Sim A-gi (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan tempat Lahir: 1783, Gwangju, Gyeonggi-do
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Perawan
  • Usia: 18 tahun
  • Tanggal Kemartiran: Awal April 1801 (penanggalan Lunar)
  • Tempat Kemartiran: Pusat Kepolisian Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipukuli

Barbara Sim A-gi lahir di Gwangju, Gyeonggi-do pada tahun 1783. Dia belajar Katekismus dari kakaknya Sim Nak-hun, dan menjadi Katolik. Dia melakukan tugas Kristianinya dengan setia sebagai seorang Katolik. Dia sangat tersentuh oleh kisah Para Kudus, yang membuat pikiran dia untuk mendedikasikan dirinya bagi Tuhan, sebagai seorang perawan. Jadi dia tinggal di rumah dan dengan tekun mengamati ajaran Gereja. Read the rest of this entry

Beato Karolus Jeong Cheol-sang

Beato Karolus Jeong Cheol-sang (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Karolus Jeong Cheol-sang (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Gwangju, Gyeonggi-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin Awam dari keluarga kelas bangsawan
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Karolus Jeong Cheol-sang lahir di keluarga berpendidikan terpandang di Majae, Gwangju, Gyeonggi-do (sekarang, Neungnae-ri, Joan-myeon, Namyangju-si, Gyeonggi-do). Agustinus Jeong Yak-jong yang menjadi martir pada tahun 1801 adalah ayahnya. Santa Cecilia Yu So-sa yang menjadi martir pada tahun 1839 adalah ibu tirinya. Santo Paulus Jeong Ha-sang dan Santa Elisabeth Jeong Jeong-hye yang menjadi martir pada tahun yang sama (1839)adalah adik-adiknya. Read the rest of this entry

Beato Tadeus Jeong In-hyeok

Beato Tadeus Jeong In-hyeok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Tadeus Jeong In-hyeok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Seoul
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin Awam, Apoteker dari keluarga kelas menengah
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Tadeus Jeong In-hyeok lahir di keluarga kelas menengah di Seoul, dan dia menjalankan sebuah toko obat. Dia belajar Katekismus dari Petrus Choe Pil-je sekitar tahun 1790 dan menjadi seorang Katolik. Sejak saat itu, dia mengajarkan Katekismus kepada saudara-saudaranya dan berhenti melakukan ritual leluhur untuk mengikuti ajaran Gereja. Read the rest of this entry

Beata Kandida Jeong Bok-hye

Beata Kandida Jeong Bok-hye (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Kandida Jeong Bok-hye (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: dekat kota Seoul
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta, janda dari keluarga kelas biasa
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Kandida Jeong Bok-hye diantara umat Katolik dikenal juga sebagai ‘Janda Jeong’, lahir di dekat kota Seoul di keluarga kelas biasa. Setelah menikah dia tinggal di Seoul.  Pada tahun 1790, dia bertemu dengan Yi Hap-gyu dan mempelajari Katekismus dari dia, dan kemudian dibaptis olehnya. Read the rest of this entry

Beata Lusia Yun Un-hye

Beata Lusia Yun Un-hye (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Lusia Yun Un-hye (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Gyeonggi-do
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta dari keluarga kelas bangsawan
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Lusia Yun Un-hye lahir di Hangamgae, Yanggeun, Gyeonggi-do (sekarang, Daesok-ri, Kangsang-myeon, Yangpyeong-gun). Dia belajar Katekismus dari ibunya, Yi, sejak usia dini. Barnabas Jeong Gwang-su adalah suaminya dan Agatha Yun Jeom-hye adalah kakak perempuannya. Read the rest of this entry

Beato Petrus Choe Pil-je

Beato Petrus Choe Pil-je (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Petrus Choe Pil-je (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan tempat Lahir: 1770, Seoul
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin awam, apoteker dari keluarga kelas menengah
  • Usia: 31 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Petrus Choe Pil-je lahir pada tahun 1770 di keluarga yang mempraktikkan pengobatan Tiongkok di Seoul dan menjalankan sebuah apotek. Dia adalah sepupu dari Thomas Choe Pil-gong yang menjadi martir pada tahun 1801. Dia mempelajari Katekismus pada tahun 1790 bersama sepupunya Thomas Choe, dan kemudian menjadi Katolik. Read the rest of this entry

Beato Yohanes Won Gyeong-do

Beato Yohanes Won Gyeong-do (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Yohanes Won Gyeong-do (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan tempat Lahir: 1774, Yeoju, Gyeonggi-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Keluarga kelas bangsawan
  • Usia: 27 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 25 April 1801
  • Tempat Kemartiran: Yeoju, Gyeonggi-do
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Yohanes Won Gyeong-do, juga dipanggil dengan nama ‘Sasin’, lahir di Yeoju, Gyeonggi-do di keluarga bangsawan. Pada tahun 1797, ketika dia berusia 23 tahun, dia bersama sepupunya Martinus Yi Jung-bae belajar Katekismus dari Yosafat Kim Geon-sun, dan kemudian mereka menjadi Katolik. Setelah itu, dia memperkenalkan Gereja kepada keluarganya. Dia menikah dengan putri dari Marselinus Choe Chang-ju. Read the rest of this entry