Blog Archives

Beata Agatha Han Sin-ae

Beata Agatha Han Sin-ae (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Agatha Han Sin-ae (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun Lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Boryeong, Chungcheong-do
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Agatha Han Sin-ae lahir di luar nikah di keluarga kelas bangsawan di Boryeong, Chungcheong-do. Setelah ia tumbuh dewasa, dia menjadi istri kedua dari Jo Rye-san di Seoul. Kemudian sekitar tahun 1795 atau 1796 dia mengetahui ajaran Katolik dari Kolumba Kang Wan-suk. Read the rest of this entry

Beato Ignasius Choe In-cheol

Beato Ignasius Choe In-cheol (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Ignasius Choe In-cheol (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun Lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Seoul
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin awam dari keluarga kelas menengah
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Ignasius Choe In-cheol lahir pada keluarga penerjemah bahasa di Seoul. Dia belajar Katekismus dari kakaknya Matias Choe In-gil, yang menjadi martir pada tahun 1795 di Pusat Kepolisan, kemudian dia menjadi seorang Katolik yang saleh. Read the rest of this entry

Beata Yuliana Kim Yeon-i

Beata Yuliana Kim Yeon-i (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Yuliana Kim Yeon-i (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan Tempat Lahir: Tidak diketahui
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta dari keluarga kelas biasa
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Yuliana Kim Yeon-I berasal dari keluarga kelas biasa. Ketika dia tinggal di Seoul, dia belajar mengenai doktrin Katolik dari Agatha Han Sin-ae dan kemudian dia menjadi seorang Katolik. Dia dibaptis oleh Pastor Yakobus Zhou Wen-mo pada tahun 1795 di rumah Kolumba Kang Wan-suk. Read the rest of this entry

Beata Bibiana Mun Yeong-in

Beata Bibiana Mun Yeong-in (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Bibiana Mun Yeong-in (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan Tempat Lahir: 1776, Seoul
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta, Perawan dan Wanita Istana
  • Usia: 25 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Bibiana Mun Yeong-in  adalah putri ketiga seorang keluarga kelas menengah di Seoul. Dia dipilih menjadi seorang wanita istana pada tahun 1783 pada usia tujuh tahun. Ayahnya seorang petugas pemerintahan dengan jabatan rendah, tinggal bersama Bibiana dan adik-adik perempuannya, ayahnya menyembunyikan putrinya yang lebih tua di tempat lain. Namun demikian, petugas istana mengetahui kepintaran dan kecantikan Bibiana, kemudian mereka memilih dia untuk menjadi seorang wanita istana. Begitulah bagaimana Bibiana Mun dibawa masuk ke istana. Read the rest of this entry

Beato Matius Kim Hyeon-u

Beato Matius Kim Hyeon-u (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Matius Kim Hyeon-u (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan Tempat Lahir: 1775, Myeongraebang, Seoul
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin Awam dari keluarga kelas menengah
  • Usia: 26 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Matius Kim Hyeon-u adalah anak dari seorang selir dari seorang penerjemah ternama di Myeongryebang di Seoul. Thomas Kim Beum-u yang meninggal di pengasingan sekitar tahun 1786 adalah kakaknya  dari ayah yang sama namun berbeda ibu, dan Barnabas Kim I-u yang menjadi martir ketika dipukuli di Pusat Kepolisian saat Penganiayaan Shinyu, adalah kakak sedarahnya. Read the rest of this entry

Beata Susan Kang Gyeong-bok

Beata Susan Kang Gyeong-bok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Susan Kang Gyeong-bok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun Lahir: 1762
  • Tempat Lahir: Tidak diketahui
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Pewarta, Perawan, dan Wanita Istana
  • Usia: 39 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Susan Kang Gyeong-bok lahir pada tahun 1762 di keluarga kelas biasa dan dia menjadi seorang wanita istana. Dia tetap perawan sampai dia meninggal sebagai martir pada tahun 1801. Dia tinggal di ‘Yangjegung’, juga disebut dengan ‘Pyegung’, yang berarti suatu tempat tinggal bagi anggota keluarga kerajaan yang diusir dari istana. Pemilik ‘Yangjegung’ adalah Maria Song dan menantu perempuannya Maria Sin. Mereka sudah percaya akan agama Katolik selama beberapa tahun. Sejak tahun 1795 mereka sering berhubungan dengan Pastor Yakobus Zhou Wen-mo dan seorang katekis bernama Kolumba Kang Wan-suk. Read the rest of this entry

Beata Kolumba Kang Wan-suk

Beata Kolumba Kang Wan-suk (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Kolumba Kang Wan-suk (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan tempat Lahir: 1761, Naepo, Chungcheong-do
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Katekis dari keluarga kelas bangsawan
  • Usia: 40 tahun
  • Tanggal Kemartiran: 2 Juli 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Kolumba Kang Wan-suk lahir di luar nikah pada tahun 1761 pada keluarga bangsawan di Naepo, Chungcheong-do. Sejak masa kecilnya dia sangat bijak dan jujur, dan dia menghindari segala bentuk perbuatan yang tidak benar. Filipus Hong Pil-ju yang menjadi martir pada tahun 1801 adalah anak tirinya. Read the rest of this entry

Beata Barbara Sim A-gi

Beata Barbara Sim A-gi (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beata Barbara Sim A-gi (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun dan tempat Lahir: 1783, Gwangju, Gyeonggi-do
  • Gender: Wanita
  • Posisi/Status: Perawan
  • Usia: 18 tahun
  • Tanggal Kemartiran: Awal April 1801 (penanggalan Lunar)
  • Tempat Kemartiran: Pusat Kepolisian Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipukuli

Barbara Sim A-gi lahir di Gwangju, Gyeonggi-do pada tahun 1783. Dia belajar Katekismus dari kakaknya Sim Nak-hun, dan menjadi Katolik. Dia melakukan tugas Kristianinya dengan setia sebagai seorang Katolik. Dia sangat tersentuh oleh kisah Para Kudus, yang membuat pikiran dia untuk mendedikasikan dirinya bagi Tuhan, sebagai seorang perawan. Jadi dia tinggal di rumah dan dengan tekun mengamati ajaran Gereja. Read the rest of this entry

Beato Karolus Jeong Cheol-sang

Beato Karolus Jeong Cheol-sang (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Karolus Jeong Cheol-sang (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Gwangju, Gyeonggi-do
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin Awam dari keluarga kelas bangsawan
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Karolus Jeong Cheol-sang lahir di keluarga berpendidikan terpandang di Majae, Gwangju, Gyeonggi-do (sekarang, Neungnae-ri, Joan-myeon, Namyangju-si, Gyeonggi-do). Agustinus Jeong Yak-jong yang menjadi martir pada tahun 1801 adalah ayahnya. Santa Cecilia Yu So-sa yang menjadi martir pada tahun 1839 adalah ibu tirinya. Santo Paulus Jeong Ha-sang dan Santa Elisabeth Jeong Jeong-hye yang menjadi martir pada tahun yang sama (1839)adalah adik-adiknya. Read the rest of this entry

Beato Tadeus Jeong In-hyeok

Beato Tadeus Jeong In-hyeok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Beato Tadeus Jeong In-hyeok (Sumber: koreanmartyrs.or.kr)

Profil Singkat

  • Tahun lahir: Tidak diketahui
  • Tempat Lahir: Seoul
  • Gender: Pria
  • Posisi/Status: Pemimpin Awam, Apoteker dari keluarga kelas menengah
  • Usia: Tidak diketahui
  • Tanggal Kemartiran: 14 Mei 1801
  • Tempat Kemartiran: Pintu Gerbang Kecil Barat, Seoul
  • Cara Kemartiran: Dipenggal

Tadeus Jeong In-hyeok lahir di keluarga kelas menengah di Seoul, dan dia menjalankan sebuah toko obat. Dia belajar Katekismus dari Petrus Choe Pil-je sekitar tahun 1790 dan menjadi seorang Katolik. Sejak saat itu, dia mengajarkan Katekismus kepada saudara-saudaranya dan berhenti melakukan ritual leluhur untuk mengikuti ajaran Gereja. Read the rest of this entry