Blog Archives
Kurban yang Murni: Kenapa Misa Bukan Sekadar Simbolis?
Oleh Mike Aquilina

Konsekrasi (Sumber: stpaulcenter.com)
Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam (Maleakhi 1:11)
Setiap kali umat Kristen perdana membicarakan Misa, nubuat dari Maleakhi itu pasti akan muncul. Mereka percaya kalau penggenapan yang sangat jelas terjadi dalam Misa. Read the rest of this entry
Eksorsisme Kosmik Agung
Oleh Dr. Brant Pitre

The Crucifixion karya Andreas Pavias (Sumber: wikipedia.org)
Dalam akhir kehidupan Yesus ada bagian menarik karena akan mengingat kembali peristiwa di Taman Getsemani, kecuali penekanannya yang berbeda. Apa yang dikatakan-Nya adalah telah tiba saat-Nya dan Ia tidak berkata supaya Bapa menyelamatkan-Nya dari saat itu, melainkan Ia berkata, “Bapa, muliakanlah nama-Mu.” Jadi dalam puncak sengsara-Nya, Ia menyatakan bahwa Ia tidak menghindari saat itu, Ia hendak menerimanya dalam perbuatan yang menyatakan penerimaan akan saat itu. Allah melakukan sesuatu yang unik dalam kitab-kitab Injil. Inilah sesuatu yang Allah lakukan sebanyak tiga kali. Read the rest of this entry
Apakah Yesus Pernah Bertemu Kakek dan Nenek-Nya?
Oleh Philip Kosloski

Yoakim dan Anna karya Paul Troger (1698–1762) Belvedere Museum, Vienna, Austria/ Foto oleh Adam Jan Figel (Sumber: aleteia.org dan shutterstock.com)
Sedikit diketahui dengan pasti mengenai St. Yoakim dan Anna, apakah mereka masih hidup untuk melihat cucu mereka, Yesus Kristus
Siapa Nabi yang Seperti Musa dalam Kitab Ulangan?
Oleh Dr. Brant Pitre

Musa dan Yesus
Dalam kitab Ulangan ada suatu perikop demikian:
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Read the rest of this entry
Kuk yang Kupasang itu Enak
Oleh Dr. Brant Pitre

Kuk yang Kupasang itu enak (Sumber: Catholic Production YouTube Channel)
Apa yang dimaksud kuk? Sebuah kata asing yang sulit dibayangkan. Yesus berkata bahwa kuk yang kupasang itu enak. Apa itu kuk? Apakah kuk itu semacam makanan karena disebutkan enak? Tetapi kuk yang digambarkan dalam ayat itu adalah kuk yang digunakan untuk binatang beban ketika membajak ladang, semacam kayu pengikat yang diginakan untuk mengikat lembu supaya berjalan bersama untuk membajak ladang. Dan dalam kasus ini, Yesus membicarakan sesuatu yang sangat luar biasa. Ia bersabda, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Jadi Yesus mengundang kita untuk merasa lega. Sampai situ kedengarannya bagus. Saya tidak tahu tentang Anda, tapi saya merasa sangat kelelahan. Terutama jika kita suka bekerja keras dan kita cenderung bekerja sampai mati. Jadi beban berat dengan segala macam pekerjaan kita adalah kondisi yang lazim, sesuatu yang sudah menjadi bagian kondisi umat manusia sejak kejatuhan Adam dalam Kejadian 3, bahwa usaha dan kerja keras yang sia-sia akan menjadi bagian dalam sebagian besar kemanusiaan setelah peristiwa kejatuhan manusia dalam Perjanjian Lama. Maka, Yesus berbicara kepada semua orang di sini. “Jika engkau sedang letih lesu dan berbeban berat, datanglah kepada-Ku dan Aku akan memberikan kelegaan.” Read the rest of this entry
Sakramen: Karya Agung Allah
Oleh Dr. Lawrence Feingold

Baptisan Bayi (Sumber: stpaulcenter.com)
Inkarnasi merupakan pusat dari semua rencana Allah bagi umat manusia. Dua ribu tahun yang lalu, Sang Sabda menjadi manusia. Ia tinggal di antara kita selama 30 tahun, menggenapi misteri Paskah-Nya, bangkit dari antara orang mati dan selama empat puluh hari kemudian Ia meninggalkan bumi ini dalam peristiwa Kenaikan-Nya ke surga. Kendati demikian, Ia masih menghendaki untuk tetap berada di antara kita sehingga kita bisa menjumpai-Nya dalam kemanusiaan-Nya dengan kuasa yang memberikan hidup dan kuasa untuk menyembuhkan. Oleh karena itu, Ia menetapkan sakramen-sakramen Gereja untuk menjadi sarana utama perjumpaan dengan kemanusiaan-Nya dari peristiwa Kenaikan-Nya sampai pada Kedatangan-Nya yang Kedua. St. Leo Agung berkata demikian: “Apa yang harus dilihat dari Sang Penebus kita sudah masuk dalam Sakramen-sakramen,” sehingga “iman menjadi lebih sempurna dan teguh.” Read the rest of this entry
Maria: Bunda yang Dijanjikan

Song of the Angels (Sumber: stpaulcenter.com)
Sebuah kutipan dari The Bible and the Virgin Mary.
Di sepanjang sejarah Kerajaan Daud, Bunda Ratu menduduki tempat kedua setelah sang raja. Dalam bahasa Ibrani, dia disebut Gebirah yang bermakna “Bunda Agung (Great Lady).” Tugasnya termasuk memberi nasihat bagi raja karena tidak ada seorang pun yang bisa menjadi perantara bagi rakyat di hadapan raja. Dia merupakan tanda yang kelihatan dari pemerintahan dari raja yang sah. Bukan karena sebagai ibu dari sang raja, dia juga adalah istri raja sebelumnya. Keibuannya bagi sang raja menjadi kesaksian kepada keturunannya dari raja sebelumnya. Read the rest of this entry
Penjala Manusia dalam Konteks Yahudi Kuno
Oleh Dr. Brant Pitre

Fishing for Souls karya Adriaen van der Venne (Sumber: wikipedia.org)
Apa artinya menjadi penjala manusia di abad pertama? Anda mungkin melihatnya sebagai metafora sederhana. Jelas sekali apa yang nelayan lakukan? Menangkap ikan. Maka Yesus sedang menjadikan mereka penjala manusia, Ia memanggil mereka untuk mengikuti-Nya dan mengundang atau menangkap orang lain untuk menjadi murid, mengumpulkan pengikut yang akan percaya akan kabar gembira Kerajaan Allah dan memanggil orang banyak supaya bertobat. Itulah arti yang jelas dari penjala manusia. Read the rest of this entry
Paskah, Salib Tidak Perlu Lagi?
Oleh Joe Heschmeyer

Salib Yesus (Sumber: wallpapertag.com)
Ketika Paskah tiba, sangat menggoda untuk menghapus Jumat Agung, seolah-olah salib tidak perlu dipikirkan lagi
Monoteisme dan Keilahian Yesus Menurut Paulus
Oleh Dr. Brant Pitre

Kristus Raja dalam kaca patri di Annunciation Melkite Catholic Cathedral di Roslindale, Massachusetts (Sumber: wikipedia.org)
Dikatakan demikian:
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11) Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…