Blog Archives

Allah, Sang Mempelai Laki-Laki Ilahi

Oleh Dr. Brant Pitre

God The Divine Bridgeroom (Sumber: Catholic Production YouTube Channel)

Alasan St. Paulus ketika melihat kayu salib yang berdarah, ia melihat perkawinan antara Sang Pencipta dan ciptaan, Allah dan umat manusia, dalam Kristus dan Gereja. Alasan ia melihatnya demikian karena ia tahu seluruh kisah sejarah keselamatan, karena ia tahu (secara khusus) mengenai Perjanjian Lama. Ia memahaminya dari perspektif Yahudi, bahwa Allah bukan hanya Sang Pencipta, Allah bukan hanya Sang Hakim Agung, tapi Allah sang Mempelai Laki-laki. Ia adalah kekasih yang mengejar mempelai wanita-Nya yaitu Israel, umat manusia yang sudah ditebus, dalam keinginan-Nya sendiri untuk mengawini umat manusia dalam perjanjian perkawinan selama-lamanya, dan itulah alasan utama eksistensi dunia, dan itulah alasan utama sejarah keselamatan, dan inilah makna terdalam dari kisah keselamatan. Read the rest of this entry

Perumpamaan Domba dan Kambing

Oleh Dr. Brant Pitre

The Last Judgment karya Fra Angelico (Sumber: wikipedia.org)

Dalam perumpamaan ini saya akan mencoba membongkarnya dan secara khusus mengaitkannya dengan doktrin Gereja mengenai surga dan neraka, yang merupakan doktrin yang sangat penting dan sentral, dan juga berakar dalam Kitab Suci. Perumpamaan dalam Matius 25:31-46 akan saya letakkan dalam konteks aslinya, berikut ini yang dikatakan Yesus pada akhir pengajaran yang terkenal itu: Read the rest of this entry

Janganlah Kamu Menyebut Siapapun Bapa, Maksudnya Apa?

Oleh Dr. Brant Pitre

Woe unto You, Scribes and Pharisees (Malheur à vous, scribes et pharisiens) karya James Tissot di Brooklyn Museum (Sumber: wikipedia.org)

Ada ajaran Yesus yang terkenal, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa.” Dan saya kira perkataan itu menjadi ayat yang sulit, karena dalam Katolikisme, khususnya di Barat, ada kebiasaan yang sudah berlangsung berabad-abad untuk menyebut seorang presbiter sebagai bapa (di Indonesia istilah yang sama adalah rama atau romo). Saya sebagai seorang umat merasa janggal ketika seorang presbiter berkata, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa,” dan kita semua merasa tidak nyaman karena kita semua memanggil presbiter itu dengan sebutan romo. Read the rest of this entry

Kenapa Kita Menyebut Maria sebagai “Bunda Allah”

Gerburt Christi (The Nativity) karya Franz von Rohden (Sumber: stpaulcenter.com)

 

Gambaran Maria sebagai Bunda Ratu secara langsung berkaitan dengan dogma resmi Maria yang pertama yang didefinisikan oleh Gereja, yaitu status Maria sebagai Bunda Allah. Bahasa Yunani untuk gelar ini adalah Theotokos, yang secara harfiah bermakna “Yang Melahirkan Allah.” Gelar itu merupakan yang paling tua dan paling umum digunakan kepada Maria, yang digunakan oleh orang-orang Kristen pada abad pertama Gereja. Gelar itu ada dalam salah satu doa Kristen paling kuno yang pernah ditemukan, yaitu Sub Tuum Praesidium (Di bawah Perlindunganmu; Judul Bahasa Indonesia: “Perlindungan Bunda Maria”) yang merupakan bentuk awal Memorare yang berasal dari abad ketiga. Read the rest of this entry

Dampak Positif Rosario dalam Hidup Kita

Oleh Philip Kosloski

Rosario foto oleh Ruggiero Scardigno (Sumber: shutterstock.com dan aleteia.org)

Ketika berdoa dengan iman dan kesungguhan, Rosario dapat menjadi mercusuar dalam perjalanan hidup kita menuju kebajikan

Read the rest of this entry

Yesus Berjalan di atas Air dan Keilahian-Nya

Oleh Dr. Brant Pitre

Le Christ marchant sur la mer karya Amédée Varint (Sumber: Wikipedia.org)

Kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air dicatat dalam sebagian besar Injil, namun ada yang berbeda dengan Matius, yang memberikan kita sesuatu yang penting. Matius memberi tahu kita tentang adanya adegan tambahan. Dalam Injilnya, Matius yang menberi tahu kita bahwa Yesus tidak hanya berjalan di atas air, namun juga Ia mengajak Petrus untuk datang dan berjalan di atas air. Maka dalam konteks ini, Matius melanjutkan kisah ini dengan kisah Petrus yang berjalan di atas danau di mana Petrus berkata, “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Maka Yesus berkata kepadanya supaya Petrus “datang”, dan tentu saja Petrus menjadi contoh klasik sebagai seorang yang terburu nafsu. Petrus menjadi orang yang selalu membolak-balik perkataannya, mengatakan hal yang salah dan juga tindakan yang salah sebelum ia berpikir. Read the rest of this entry

Nama Asli Tuhan Yesus

Oleh Daniel Esparza

Christ Pantocrator (Sumber: aleteia.org)

Semua kitab Injil, tulisan-tulisan Kristen perdana, dan para sejarawan Abad Kuno Akhir menyebut Yesus dengan nama Iesous, suatu bentuk transliterasi dari nama asli Ibrani “Yosua,” namun ada perbedaan yang bisa kita lihat dalam Injil mengenai pertanyaan ini

Read the rest of this entry

Mengapa Allah itu Kekal?

Oleh Uskup Jeffrey Monforton

Lukisan Tritunggal Mahakudus (Sumber: stpaulcenter.com)

Allah itu kekal. Dalam kata lain, Allahlah yang menciptakan. Kitab Kejadian mengajarkan kepada kita bahwa Allah menciptakan waktu dan alam semesta tempat kita hidup. Tentu saja, sebagai manusia yang mengukur apa yang kita lakukan dengan “ukuran waktu,” maka akan sulit memahami konsep bahwa Allah selalu beserta kita. Read the rest of this entry

Allah-Ku, Allah-Ku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku

Oleh Dr. Brant Pitre

Eli, Eli, Lama Sabakhtani dari The Passion of the Christ (Sumber: YouTube DJ Anthony)

Sesudah Tuhan Yesus disidang dan didera di sepanjang jalan menuju Golgota, Matius mengisahkan kisah sebenarnya dalam penyaliban dan wafat Yesus. Dalam Minggu Sengsara dikisahkan dalam Injil Matius 27:32 demikian:

Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Read the rest of this entry

Membongkar Paham New Age tentang Yesus

Oleh Trent Horn

Jesus and beautiful angel being with dove and sprig, spiritual concept. Jesus face in cosmic space (Sumber: catholic.com)

Deepak Chopra seorang dokter pengobatan alternatif dan konsultan kemandirian hidup yang nasihatnya terdengar mendalam namun setelah penelitian lebih lanjut ternyata ucapannya hanya omong kosong belaka. Misalnya dalam dua kutipan ini:

  • “Perhatian dan niat adalah mekanisme dalam perwujudan.”
  • “Kesadaran Anda menenangkan ekspresi akan pengetahuan.”

Read the rest of this entry