Author Archives: Terang Iman

Perumpamaan Domba dan Kambing

Oleh Dr. Brant Pitre

The Last Judgment karya Fra Angelico (Sumber: wikipedia.org)

Dalam perumpamaan ini saya akan mencoba membongkarnya dan secara khusus mengaitkannya dengan doktrin Gereja mengenai surga dan neraka, yang merupakan doktrin yang sangat penting dan sentral, dan juga berakar dalam Kitab Suci. Perumpamaan dalam Matius 25:31-46 akan saya letakkan dalam konteks aslinya, berikut ini yang dikatakan Yesus pada akhir pengajaran yang terkenal itu: Read the rest of this entry

Salib Terbalik – Simbol Iblis kah?

Oleh Hector Molina

Crucifixion of Saint Peter karya Caravaggio (c. 1600) (Sumber: wikipedia.org)

Selama bertahun-tahun saya sering bertemu dengan orang-orang yang anti-Katolik. Argumen mereka yang menentang iman Katolik cukup mudah ditebak, salah satu yang paling populer adalah tuduhan bahwa Paus itu adalah Antikristus. Salah satu bukti yang khas atas tuduhan ini adalah simbol Kepausan yaitu salib terbalik, yang para anti-Katolik yakin sebagai lambang Iblis. Oleh karena itu, menurut mereka, Paus sendiri bersekutu dengan Iblis. Read the rest of this entry

Beriman ala Masker

5 Kesalahan Umum Cara Pakai Masker (Sumber: kompas.com)

Pada masa pandemi seperti sekarang, masker menjadi sesuatu yang wajib dikenakan ketika berada di luar rumah. Berbagai elemen masyarakat dari pemerintah, pemimpin agama, dan pemimpin masyarakat ikut serta menganjurkan masyarakatnya untuk mengenakan masker dengan benar. Dalam hal ini, saya melihat adanya anggapan umum bahwa mengenakan masker pasti terhindar dari penyakit. Sayang sekali anjuran yang sudah diberikan hanya dibaca sepotong saja, banyak orang lupa bahwa mengenakan masker juga harus benar. Read the rest of this entry

Kepada Siapa Ku Harus Pergi? – Kisah Douglas Beaumont Ph.D.

Douglas Beaumont (Sumber: douglasbeaumont.com)

Saya tidak menerima pendidikan yang sangat religius dari keluarga. Tetapi, secara tidak langsung saya diajarkan bahwa Tuhan itu ada, dan saya memegang kepercayaan yang samar-samar mengenai hal itu sampai sekolah menengah (setara SMA –red.), saat itu saya menjadi seorang agnostik praktis. Dengan adanya ribuan agama di dunia, dan juga ilmu pengetahuan yang terus mengubah pemikiran tentang “kebenaran.” Saya merasa tidak butuh untuk berkomitmen pada keyakinan apa pun. Lebih penting lagi, saya suka akan hidup saya tanpa aturan agama. Lebih jauh lagi, kelihatannya setiap orang Kristen yang berusaha menginjili saya, mereka tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Saya tidak akan mengubah hidup saya jika saya tidak punya alasan yang kuat untuk mengubahnya. Read the rest of this entry

Janganlah Kamu Menyebut Siapapun Bapa, Maksudnya Apa?

Oleh Dr. Brant Pitre

Woe unto You, Scribes and Pharisees (Malheur à vous, scribes et pharisiens) karya James Tissot di Brooklyn Museum (Sumber: wikipedia.org)

Ada ajaran Yesus yang terkenal, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa.” Dan saya kira perkataan itu menjadi ayat yang sulit, karena dalam Katolikisme, khususnya di Barat, ada kebiasaan yang sudah berlangsung berabad-abad untuk menyebut seorang presbiter sebagai bapa (di Indonesia istilah yang sama adalah rama atau romo). Saya sebagai seorang umat merasa janggal ketika seorang presbiter berkata, “Janganlah kamu menyebut siapapun bapa,” dan kita semua merasa tidak nyaman karena kita semua memanggil presbiter itu dengan sebutan romo. Read the rest of this entry

Mengapa Langit-langit Gereja Kuno Rusuk Kayunya Terlihat?

Oleh Joby Provido

St. Mary Cathedral Sydney, Australia (Sumber: thecatholictalks.com)

Ketika kita mengunjungi gereja kuno dengan arsitektur Gotik (atau kebangkitan Gotik), orang pasti memperhatikan langit-langitnya yang berkubah. Di beberapa gereja, para arsitek membiarkan bagian langit-langitnya terbuka sehingga rusuk-rusuk balok kayunya terlihat. Read the rest of this entry

Orang Tua adalah Misionaris bagi Anaknya

Oleh Estella Young

Children with Ascension of Jesus Icon (Sumber: catholicnews.sg)

Sebagai orang tua Katolik, kita berjanji untuk mendidik anak-anak kita itu dalam iman, pada hari perkawinan kita, dan juga setiap kali anak-anak kita dibaptis. Para presbiter paroki selalu mengingatkan kita bahwa “kalian [orang tua] adalah katekis pertama bagi anak Anda.” Read the rest of this entry

Maria Diangkat ke Surga dalam Alkitab

Maria diangkat ke surga (Sumber: stpaulcenter.com)

Dogma mengenai Maria diangkat ke surga mengajarkan bahwa pada akhir hidupnya di bumi, Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Di sana, Maria duduk di sebelah kanan Putranya, sebagai Ratu Surga dan Bumi. Dasar ajaran ini berakar dalam Kitab Suci, khususnya dalam penglihatan misterius dan apokaliptik yang dialami oleh Yohanes yang dicatat dalam Wahyu 12. Read the rest of this entry

Kenapa Kita Menyebut Maria sebagai “Bunda Allah”

Gerburt Christi (The Nativity) karya Franz von Rohden (Sumber: stpaulcenter.com)

 

Gambaran Maria sebagai Bunda Ratu secara langsung berkaitan dengan dogma resmi Maria yang pertama yang didefinisikan oleh Gereja, yaitu status Maria sebagai Bunda Allah. Bahasa Yunani untuk gelar ini adalah Theotokos, yang secara harfiah bermakna “Yang Melahirkan Allah.” Gelar itu merupakan yang paling tua dan paling umum digunakan kepada Maria, yang digunakan oleh orang-orang Kristen pada abad pertama Gereja. Gelar itu ada dalam salah satu doa Kristen paling kuno yang pernah ditemukan, yaitu Sub Tuum Praesidium (Di bawah Perlindunganmu; Judul Bahasa Indonesia: “Perlindungan Bunda Maria”) yang merupakan bentuk awal Memorare yang berasal dari abad ketiga. Read the rest of this entry

Dampak Positif Rosario dalam Hidup Kita

Oleh Philip Kosloski

Rosario foto oleh Ruggiero Scardigno (Sumber: shutterstock.com dan aleteia.org)

Ketika berdoa dengan iman dan kesungguhan, Rosario dapat menjadi mercusuar dalam perjalanan hidup kita menuju kebajikan

Read the rest of this entry