Author Archives: Terang Iman
St. Anthanasius Bazzekutta
Dia berasal dari suku Muganda (Buganda) yang lahir di Bukuma di dekat Paroki Mulajje di Provinsi Bulemeezi. Dia melayani para kabaka (raja kerajaan Buganda) yaitu Muteesa I dan Mwanga II. Read the rest of this entry
St. Joseph Mukasa Balikuddembe
Dia seorang dari suku Muganda (Buganda), lahir di Provinsi Mawokota pada tahun 1861. Dia memulai hidup dengan mengabdi kepada sukunya sebagai seorang hamba dari Kabaka Mutueesa I dan kemudian menjadi kepala rumah tangga bagi Kabaka Mwanga II. Read the rest of this entry
Doa untuk Uskup
Oleh Philip Kosloski
Berilah beliau roh keberanian dan kebijaksanaan, roh pengetahuan dan kasih
Ketika Yesus mendirikan Gereja-Nya di bumi, Ia mempercayakan Gereja-Nya itu kepada para para rasul, yang merupakan para uskup pertama atau “gembala” dari umat beriman Kristiani. Mereka meneruskan tugas khusus kepada yang lainnya melalui penumpangan tangan (sakramen Imamat), suatu tradisi yang masih berlangsung sampai dengan saat ini. Read the rest of this entry
Patung menurut Katolik
Oleh Christine
Bukan rahasia lagi bahwa umat Katolik menggunakan patung dalam ibadah mereka. Banyak gereja mempunyai patung Maria dan para kudus lainnya, dan setiap gereja sudah pasti memiliki salib dengan corpus di dekat altar. Namun, apakah ini pelanggaran terhadap Perintah Allah yang kedua? Perintah ini berbunyi:
“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (Keluaran 20:4)” Read the rest of this entry
Menemukan Gereja Katolik Melalui Sejarah– Kisah Dr. David Anders, Ph.D.
Saya tumbuh sebagai seorang Protestan Injili di Birmingham, Alabama. Kedua orang tua saya itu penuh kasih dan pengabdian, tulus dalam iman, dan sangat terlibat dalam gereja kami. Dalam diri saya, mereka menanamkan penghormatan terhadap Alkitab sebagai Firman Allah, dan menginginkan saya supaya hidup dalam iman akan Kristus. Para misionaris (penginjil Protestan –red.) sering mengunjungi rumah kami dan mereka membawa antusiasme untuk pekerjaan mereka. Rak-rak buku di rumah kami dipenuhi dengan buku teologi dan apologetika. Sejak usia dini, saya meresapkan keinginan bahwa panggilan hidup tertinggi saya adalah mengajarkan iman Kristen. Saya kira tidak mengherankan jika saya kemudian menjadi seorang sejarawan Gereja, tapi saya tidak mengira menjadi seorang Katolik. Read the rest of this entry
Makna Persembahan dalam Misa
Ketika kita mengikuti Misa, setelah mendengar homili dengan saksama dan mengucapkan Kredo dengan penuh sikap hormat, dan bersama-sama mendoakan Doa Umat. Maka imam melanjutkan perayaan dari Liturgi Sabda ke Liturgi Ekaristi. Pada bagian Liturgi Ekaristi ini dimulai dengan Persiapan Persembahan. Pada bagian ini seolah-olah menjadi semacam rehat setelah berdiri dalam sikap doa. Mungkin juga kita tidak terlalu memperhatikan pada bagian ini dan sibuk mempersiapkan uang persembahan kita. Nah, setiap bagian dalam Misa tentu saja memiliki makna, maka apa makna dari Persembahan yang sering kali kita jarang perhatikan tersebut. Read the rest of this entry
Ekaristi dan Penggenapan Kerajaan Allah
Oleh Scott Hahn
Yesus berulang kali berjanji bahwa Kerajaan Allah akan segera datang. Di tengah-tengah “apokalips kecil[1]” dari Injil Matius, Yesus bersabda: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi” (Matius 24:34). Read the rest of this entry
Teladan Seorang Imam ketika Umat Menjatuhkan Hosti Kudus
Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (Yoh 6:55-56)
Mengapa Tuhan Yesus Dibaptis?
Pengantar
Tuhan kok dibaptis? Ketika memikirkan jawabannya saya teringat ketika mengikuti pelajaran agama dahulu. Tentu saja Yesus menjadi sama dengan manusia, kecuali dalam hal dosa (bdk. Ibrani 4:15). Maka alasan yang saya terima waktu itu tentang pembaptisan Tuhan bukan karena Yesus itu berdosa dan memerlukan pembaptisan, tapi pembaptisan adalah bentuk solidaritas Yesus kepada manusia. Alasan ini tentu saja benar, namun ada makna yang lebih dalam lagi tentang peristiwa ini. Dalam refleksi yang dibawakan oleh Scott Hahn, kita bisa melihat makna alkitabiah dari peristiwa ini khususnya dalam hubungannya dengan perjanjian. Selamat membaca! Read the rest of this entry












Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…