Blog Archives

Santa Maria Won Kwi-im

Maria Kwon Kwi-im (Sumber: cbck.or.kr)

Maria Won Kwi-im (1819-1839) lahir pada tahun 1819 di Yongmori, Kyuanggun. Dia kehilangan ibunya ketika masih kecil, maka dia mengikuti ayahnya yang mengembara sambil mengemis makanan. Ketika dia berusia 9 tahun, salah satu kerabatnya yaitu Lusia Won yang merupakan seorang Katolik yang sangat saleh, membawa Maria dan mengajarkan doa-doa dan ajaran Gereja. Lusia Won juga mengajarkan cara membordir supaya Maria bisa mencari nafkah. Maria seorang yang sangat cerdas, ramah juga saleh. Bibinya merasa bangga akan pengabdian dan kesetiaan Maria. Maria dibaptis ketika berusia 15 tahun. Tak lama kemudian, dia menerima lamaran pernikahan. Namun dia menolak untuk menikah karena ingin mempersembahkan dirinya bagi Allah. Pada tahun berikutnya, dia menata rambutnya dengan bentuk rambut yang menyatakan bahwa dia adalah seorang wanita yang sudah menikah. Read the rest of this entry

Santa Lusia Kim

Lucia Kim (Sumber: cbck.or.kr)

Lusia Kim (1818-1839) adalah seorang yang wanita muda yang menarik hari karena bakat, keberanian, dan keanggunannya. Ketika kedua orang tuanya meninggal, dia harus menjual seluruh miliknya untuk membayar biaya pemakaman. Setelah itu, dia tinggal bersama dengan sebuah keluarga Katolik, dan kemudian dia berjanji untuk tetap perawan. Read the rest of this entry

Santa Magdalena Yi Yong-hui

Magdalena Yi -Yong-hui (Sumber: cbck.or.kr)

Magdalena Yi Yong-hui (1809-1839) lahir dari keluarga bangsawan yang miskin. Ibunya yaitu Magdalena Ho, kakak perempuannya yaitu Barbara Yi, dan bibinya yaitu Teresia Yi, mereka semua adalah orang Katolik yang sungguh-sungguh, tapi ayahnya seorang pagan yang kuat yang membenci umat Katolik. Oleh karena itu, mereka menjalankan agamanya dengan diam-diam. Ayahnya berusaha supaya Magdalena menikah dengan seorang pagan, namun dia ingin hidup sebagai seorang perawan dan menolak untuk mematuhi keinginan ayahnya. Dia memutuskan untuk melarikan diri. Read the rest of this entry

Santo Yohanes Pembaptis Yi Kwang-nyol

Ioannes B. Yi Kwang-nyol (Sumber: cbck.or.kr)

Yohanes Yi Kwang-nyol (1795-1839) adalah adik dari martir Agustinus Yi Kwang-hon. Yohanes menjadi seorang Katolik bersama dengan kakaknya. Yohanes memiliki kejururan, antusiasme, dan iman yang luar biasa. Tak lama setelah memutuskan untuk menjadi seorang Katolik, ia termasuk tokoh Katolik penting yang pernah berangkat ke Peking. Yohanes dibaptis ketika ia berada di Peking. Setelah ia kembali ke kampung halamannya, setiap hari ia berpantang, dan memutuskan untuk menjalani kehidupan selibat. Kehidupan rohaninya begitu luar biasa, sehingga setiap orang mengaguminya. Yohanes ingin selalu bersekutu dengan Tuhan. Read the rest of this entry

Santa Anna Kim Chang-gum

Anna Kim Chang-gum (Sumber: cbck.or.kr)

Anna Kim Chang-gum (1789-1839) ditangkap pada tanggal 8 April 1839 ketika berusia 51 tahun. Anna lahir di sebuah keluarga Katolik. Dia kehilangan suaminya ketika masih muda, kemudian dia hidup miskin bersama dengan ibunya. Dia menggunakan waktunya untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Read the rest of this entry

Santa Teresia Yi Mae-im

Teresia Yi Mae-im (Sumber: cbck.or.kr)

Teresia Yi Mae-im (1788-1839) adalah bibi dari martir Barbara Yi Chong-hui dan Magdalena Yi Yong-hui. Teresia dan tiga orang wanita saleh lainnya menyerahkan dirinya sendiri kepada aparat pemerintahan. Teresia dipenggal di luar Pintu Gerbang Kecil Barat pada tanggal 20 Juli 1839 bersama dengan tujuh orang umat Katolik lainnnya. Pada saat itu dia berusia 52 tahun.

Santa Teresia Yi Mae-im (Sumber: cbck.or.kr)

Santa Teresia Yi Mae-im (Sumber: cbck.or.kr)

Sumber: cbck.or.kr

Santa Martha Kim Song-im

Martha Kim Song-im (Sumber: cbck.or.kr)

Dalam “Catatan Harian Penganiayaan Tahun 1839,” Santa Martha Kim Song-im (1787-1839) dikenal sebagai Keluarga Pup’yong, sebuah gelar yang mengacu karena dia menikah dengan seseorang dari Pup’yong. Read the rest of this entry

Santa Rosa Kim

Rosa Kim (Sumber: cbck.or.kr)

Pada bulan Juni 1839, Cho Pyong-ku yang sangat membenci akan keberadaan umat Katolik, ia mengambil kekuasaan dalam pemerintahan Korea. Pada tanggal 5 Juli, sebuah dekrit turun untuk memberantas Gereja sampai habis. Yang pertama menjadi martir karena dekrit ini adalah delapan orang Katolik yang sudah berada di penjara. Di antaranya orang-orang yang pertama kali ditangkap itu termasuk Rosa Kim (1784-1839). Read the rest of this entry

Santa Barbara Yi

Barbara Yi (Sumber: cbck.or.kr)

Barbara Yi (1825-1839) lahir di Chongpa di Seoul. Dia berusia 15 tahun ketika menjadi martir. Dia ditinggal mati kedua orang tuanya sejak kecil, dan dia tinggal bersama dengan bibinya yaitu martir Magdalena Yi Yong-hui dan Barbara Yi Chong-hui. Bisa dikatakan bahwa Barbara tinggal di dunia ini hanya untuk mengasihi Allah dan mati bagi-Nya. Read the rest of this entry

Santa Barbara Kim

Barbara Kim (Sumber: cbck.or.kr)

Santa Barbara Kim (1805-1839) adalah salah satu wanita yang meninggal di penjara karena penyakit. Berdasarkan “Catatan Harian Penganiayaan Tahun 1839” oleh  Karolus Hyon Sok-mum, lebih dari enam puluh orang meninggal karena disiksa dan penyakit di penjara. Read the rest of this entry