Blog Archives

Santa Martha Kim Song-im

Martha Kim Song-im (Sumber: cbck.or.kr)

Dalam “Catatan Harian Penganiayaan Tahun 1839,” Santa Martha Kim Song-im (1787-1839) dikenal sebagai Keluarga Pup’yong, sebuah gelar yang mengacu karena dia menikah dengan seseorang dari Pup’yong. Read the rest of this entry

Santa Rosa Kim

Rosa Kim (Sumber: cbck.or.kr)

Pada bulan Juni 1839, Cho Pyong-ku yang sangat membenci akan keberadaan umat Katolik, ia mengambil kekuasaan dalam pemerintahan Korea. Pada tanggal 5 Juli, sebuah dekrit turun untuk memberantas Gereja sampai habis. Yang pertama menjadi martir karena dekrit ini adalah delapan orang Katolik yang sudah berada di penjara. Di antaranya orang-orang yang pertama kali ditangkap itu termasuk Rosa Kim (1784-1839). Read the rest of this entry

Santa Barbara Yi

Barbara Yi (Sumber: cbck.or.kr)

Barbara Yi (1825-1839) lahir di Chongpa di Seoul. Dia berusia 15 tahun ketika menjadi martir. Dia ditinggal mati kedua orang tuanya sejak kecil, dan dia tinggal bersama dengan bibinya yaitu martir Magdalena Yi Yong-hui dan Barbara Yi Chong-hui. Bisa dikatakan bahwa Barbara tinggal di dunia ini hanya untuk mengasihi Allah dan mati bagi-Nya. Read the rest of this entry

Santa Barbara Kim

Barbara Kim (Sumber: cbck.or.kr)

Santa Barbara Kim (1805-1839) adalah salah satu wanita yang meninggal di penjara karena penyakit. Berdasarkan “Catatan Harian Penganiayaan Tahun 1839” oleh  Karolus Hyon Sok-mum, lebih dari enam puluh orang meninggal karena disiksa dan penyakit di penjara. Read the rest of this entry

Santo Yosef Chang Song-jib

Ioseph Chang Song-jib (Sumber: cbck.or.kr)

Yosef Chang Song-jip (1786-1839) lahir dari keluarga yang bukan umat beriman di Seoul. Ia bekerja di toko obat herbal. Ia menikah dua kali, namun dia kehilangan kedua istrinya pada masa-masa awal pernikahannya. Pada usia 30 tahun, dia mulai mempelajari Katekismus. Namun Yosef tidak dapat mempercayai doktrin tentang Inkarnasi dan Kelahiran dari Perawan. Ia tidak bisa mempercayai bahwa Allah merendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia demi kasih-Nya kepada umat manusia. Read the rest of this entry

Santo Petrus Kwon Tug-in

Petrus Kwon Tug-in (Sumber: cbck.or.kr)

Petrus Kwon Tug-in (1805-1839) lahir pada tahun 1805 di Seoul, dari sebuah keluarga Katolik. Ketika masih kecil, ayahnya meninggal. Ibunya seorang Katolik yang saleh, yang juga meninggal ketika Petrus Kwon berusia 16 tahun. Ibunya adalah seorang teladan yang baik yang membuatnya menjadi seorang Katolik yang luar biasa.Ia bangun sebelum ayam pertama kali berkokok dan berdoa sampai fajar menyingsing. Ia dikenal sebagai seorang yang baik kepada semua orang. Read the rest of this entry

Santo Damianus Nam Myong-hyok

Damiano Nam Myong-hyog (Sumber: cbck.or.kr)

Damianus Nam Myong-hyog (1786-1839) lahir pada tahun 1802 dari keluarga bangsawan. Ketika ia masih muda, ia suka berfoya-foya dengan teman-temannya yang nakal. Ketika berusia 30 tahun, ia belajar agama Katolik dan mulai melakukan agamanya. Ketika ada Pastor Pasifikus Yu Pang-je, seorang imam dari Tiongkok  datang ke Korea, Damianus dibaptis olehnya. Read the rest of this entry

Santa Lusia Pak Hui-sun

Lucia Pak Hui-sun (Sumber: cbck.or.kr)

Lusia Pak Hui-sun (1801-1839) dan Maria Pak K’un-agi (1786-1839) adalah kakak beradik yang lahir pada keluarga kaya di Hanyang. Adiknya yaitu Lusia Pak Hui-sun, dikenal karena kecantikannya, dan pada usia dini dia dipanggil untuk menjadi dayang istana yang akan menemani ratu di istana kerajaan. Dia seorang yang pandai dan memiliki kemampuan, sehingga dia dengan cepat dipromosikan. Dia orang yang sangat fasih dalam bahasa, baik bahasa Korea maupun Mandarin. Di sisi lain, kecantikannya menjadi sumber permasalahan. Pada usia lima belas tahun, raja yang masih berusia tujuh belas tahun menemukannya, dan tertarik pada kecantikannya, kemudian raja berusaha untuk merayunya. Read the rest of this entry

Santa Barbara Han A-gi

Barbara Han A-gi (Sumber: cbck.or.kr)

Pada awal penganiayaan tahun 1839 yang terjadidi Pintu Gerbang Kecil Barat di Seoul. Sembilan orang menjadi martir, mereka terdiri dari tiga orang pria dan enam orang wanita. Tiga orang wanita itu diantaranya adalah Magdalena Kim Ob-i, Agatha Kim A-gi, dan Barbara Han A-gi, mereka telah ditangkap tiga tahun sebelumnya dan menghabiskan waktu bersama-sama di penjara. Read the rest of this entry

Santo Agustinus Yi Kwang-hon

Augustinus Yi Kwang-hon (Sumber: cbck.or.kr)

Agustinus  Yi Kwang-hon (1787-1839) lahir pada tahun 1787 dari klan aristokrat Kwangju Yi dan dari sana asal para martir pada penganiayaan tahun 1801. Agustinus bersama dengan adik laki-lakinya, Yohanes Pembaptis Yi Kwang-ryol, istrinya Barbara Kwon Hui, dan juga putrinya Agatha Yi yang memberikan kesaksian akan iman mereka. Oleh karena itu, empat anggota dalam satu keluarga ini memenangkan mahkota kemartiran. Read the rest of this entry