Easter itu Pagan?
Oleh Jon Sorensen

Ishtar (Sumber: catholic.com)
Ada gambaran populer yang beredar di media sosial tentang Paskah Kristen (Easter) dan Ishtar. Mari kita hentikan argumen buruk ini untuk selamanya.
Yesus yang Turun ke Tempat Penantian
Oleh Dr. Brant Pitre

Anastasis at Chora (Sumber: wikipedia.org)
Dalam 1 Petrus 3:18-19 tertulis sesuatu tentang Yesus demikian:
… yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara …
Merujuk tentang apa ayat ini? Nah, inilah salah satu contoh klasik dari naskah Kitab Suci di mana ada kesulitan dan ketidakjelasan, dan memang ada perdebatan tentang bagaimana menerjemahkannya di antara umat beriman Katolik, begitu juga antara orang-orang kudus dan berbagai Bapa Gereja. Jadi memang ada naskah-naskah tertentu punya argumen berbeda yang dikemukakan oleh para Bapa dan Pujangga Gereja yang berbeda pula, dan di sini Gereja tidak punya tasiran mengikat yang infabel (tidak dapat salah) … atau jika Gereja punya tafsiran yang infabel, Gereja akan memberikan pengajarannya setelah beberapa orang kudus menyatakan pendapat mereka. Read the rest of this entry
Kamis Putih dari Perspektif Imam
Oleh Romo Boniface Hicks, OSB

Perjamuan Terakhir (Sumber: stpaulcenter.com)
Salah satu bagian favorit saya dari Kamis Putih adalah masa adorasi yang diperpanjang setelah Misa Perjamuan Tuhan di altar keheningan. Setelah itu adalah peringatan doa Yesus di Taman Getsemani ketika para rasul ikut bersama-Nya, dan ketika Yesus berkata kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk tetap tinggal berjaga-jaga bersama-Nya satu jam saja. Itulah “jam suci” yang asli dan karena menjadi masa yang indah dan berharga untuk kita masuki. Inilah waktu liturgis, karena diatur oleh rubrik liturgy dan merupakan perpanjangan dari akhir Misa Perjamuan Tuhan. Waktu ini pula bersifat renungan, tanpa ada bentuk khusus sehingga masing-masing pribadi bisa memasukinya dengan caranya sendiri. Read the rest of this entry
Apakah Allah Benar-benar Meninggalkan Yesus?
Oleh Dr. John Bergsma

Kristus masuk kota Yerusalem dengan menaiki keledai (Sumber: stpaulcenter.com)
Bacaan pada Minggu Palma mungkin kelihatan jomplang atau bertolak belakang, tapi bisa membantu kita memahami peristiwa yang akan segera terjadi pada Triduum dan Paskah. Kita mulai Misa dengan sorak-sorai meriah ketika kita menghidupkan kembali masuknya Yesus ke kota Yerusalem dengan gegap gempita. Kita mengakhiri bacaan Misa itu dengan khusyuk, tidak mampu memikirkan realitas tentang proses penyalahgunaan pengadilan dan kekuasaan yang paling mengerikan dalam sejarah umat manusia, di mana satu-satunya manusia yang tak bersalah yang pernah hidup di muka bumi ini dijatuhi hukuman mati. Apa maksud semua itu? Read the rest of this entry
Kepemimpinan dalam Gereja Perdana
Oleh Joe Heschmeyer

Semua bukti dari abad pertama dari para penulis Kristen secara eksplisit menunjukkan pada struktur tiga tingkat (satu uskup, dibantu para presbiter/penatua, dan para diakon) di Gereja perdana atau tulisan-tulisan itu terlalu kabur untuk menarik kesimpulan yang bisa diandalkan (biasanya karena penulis tidak langsung menulis tentang kepemimpinan dalam Gereja). Kadang-kadang, buktinya lebih kabur dari yang kita kehendaki. Tapi di lain kesempatan, kita bisa memperoleh gambaran yang baik tentang suatu gereja lokal, dan kita selalu menemukan bahwa gereja itu dipimpin oleh seorang uskup yang dibantu oleh para presbiter dan diakon. Bahkanm sering kita bisa mengetahui nama-nama para uskup, presbiter dan diakon pada zaman gereja perdana. Umat Katolik bisa menerima semua bukti ini, sementara umat Protestan menolak semua bukti-bukti Katolik yang jelas ini dan sebaliknya mengandalkan argumen dari sikap bungkam. Read the rest of this entry
Kenapa Petrus Tenggelam? – Kisah Peter Flies

Peter Flies (Sumber: chnetwork.org)
Di tengah perjalanan hidup saya, saya melihat lampu mobil polisi di kaca spion saya. Saya menepi di sisi jalan dan pantas ditangkap. Saya masih ingat waktu itu saya menolak tes ketenangan, bukan karena saya ingin melawan penilaian polisi di pengadilan, namun karena saya hampir tidak bisa berdiri. Saya mengemudi dengan kecepatan 35 mil/jam (±56 km/jam) di jalan raya yang seharusnya dalam kecepatan 65 mil/jam (±104 km/jam) pada jam 4 dini hari, tanpa pakaian dan sepatu. Saya dibawa ke tempat detoksifikasi, kemudian ke penjara. Itulah hari terbaik dalam hidup saya. Read the rest of this entry
Pembicaraan Yesus dan Musa ketika Transfigurasi
Oleh Rod Bennett

Para rasul punya gagasan tentang percakapan apa yang mereka dengan dalam peristiwa Transfigurasi, tapi Musa tahu lebih jelas lagi
Yesus Melarang Membubuhkan Abu di Dahi?
Oleh Paul Senz

Rabu Abu (Sumber: catholic.com)
Yesus berkata kalau “orang munafik” yang “mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa” … jadi apa alasan untuk yang kita lakukan pada Rabu Abu?
Apa itu Septuagesima?
Oleh Joseph Shaw

Septuagesima (Sumber: catholic.com)
Sampai dengan reformasi kalender liturgi pada tahun 1969, umat Katolik Ritus Latin merayakan masa persiapan untuk Prapaskah: tiga hari Minggu Septuagesima, Sexagesima, dan Quinquagesima. Nama-nama itu berasal dari angka bahasa Latin: Minggu Prapaskah I adalah quadragesima yang artinya adalah “empat puluh,” septuagesima artinya “tujuh puluh,” sexagesima artinya “enam puluh,” dan quinquagesima artinya “lima puluh.” Inilah hitungan kasar mundur menuju Paskah. Read the rest of this entry
Keberanian untuk Berpindah – Kisah Courtney Comstock

Courtney Comstock (Sumber: chnetwork.org)
Memori masa kecil mula-mula saya tentang gereja yaitu waktu saya masih di prasekolah pada pertengahan 1980-an. Ibu saya mengantar saya ke sekolah Minggu di First Southern Baptist Church di Prescott Valley, Arizona, sementara itu ibu saya ikut kebaktian dewasa. Saya tidak terlalu ingat lagi tentang masa itu kecuali belajar lagu, “Yes, Jesus loves me, the Bible tells me so (lirik versi bahasa Indonesia: Ya, Yesus sayang, Dia sayang padaku).” Kami tidak lama menjadi umat di gereja itu. Ibu saya berpindah-pindah gereja sampai menemukan gereja yang dia senangi. Ayah saya tidak ikut ke gereja bersama kami, ia sudah meninggalkan Gereja Mormon sewaktu remaja dan tidak lagi beragama. Ketika kami mencoba gereja yang berbeda-beda, saya masih ingat ikut gereja aliran Pentakosta yang jemaatnya berbicara dan bergumam dalam bahasa roh. Orang-orang maju ke depan dan menangis dengan keras sambil pendeta menumpangkan tangannya atas mereka dan dengan keras mengusir setan. Saya sangat ketakutan! Saya pikir kalau suasana seperti itu diperlukan untuk dekat dengan Tuhan, saya tidak mau ikut di dalamnya. Read the rest of this entry


Belajar juga dari Perempuan Samaria yang telah belajar pada Tuhan Yesus, tentang Air Hidup dan Penyembahan kepada Bapa di dalam…