Author Archives: Terang Iman

“Tidak Setuju” Tidak Berarti “Saya Benci Kamu”

Oleh Dr. Edward Sri

Who Am I to Judge? Dr. Edward Sri (Sumber: st-patricks.org)

Ada perbedaan besar antara memberikan penilaian dan menilai jiwa seseorang.

Read the rest of this entry

Mengapa Dua Belas?: Para Rasul dan Israel yang Baru

Oleh Dr. Edward Sri

Calling of the Apostles karya Domenico Ghirlandaio (1481) (Sumber: wikipedia.org)

Bagi orang Yahudi, angka 12 lebih sekadar angka selusin. Angka yang disucikan ini mengingatkan tentang 12 suku Israel yang merupakan keturunan 12 putra bapa Yakub. Kedua belas suku ini adalah batu fondasi di mana bangsa Israel dibangun. Yesus menggunakan simbolisme tradisional ini. Read the rest of this entry

Iman yang Nyata – Kisah Ashley Stevens

Ashley Stevens (Sumber: chnetwork.org)

Jika saya menceritakan kembali perjalanan iman saya dalam beberapa kata saja, saya akan berkata bahwa saya seperti memanjat pohon, mulai dari tanah kemudian naik ke atas. Tanah, artinya saya tidak lahir ke tatacara agama apapun, dan pohon berarti semua cabangnya diperlukan untuk membimbing saya ke tempat saya berada sekarang. Suatu tempat di mana saya bisa melihat jalan yang indah yang sudah saya lalui. Di tempat itu juga pemandangan yang dilihat semakin luar biasa. Mari kita mulai kisah ini dengan kenangan pertama saya. Read the rest of this entry

Pertanyaan Historis Seputar Kebangkitan Yesus

Kebangkitan Yesus (Sumber: stpaulcenter.com)

St. Paulus menjelaskan bahwa Kebangkitan adalah aspek penting dari iman Kristen. Ia menyatakan, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Korintus 15:17-19). Read the rest of this entry

Mengapa St. Petrus Digambarkan Selalu Memegang Kunci?

Oleh Philip Kosloski

St. Petrus (Sumber: aleteia.org)

Asal muasal simbol artistik ini berasal dari Perjanjian Lama dan juga dari Perjanjian Baru

Salah satu cara paling mudah untuk mengenali St. Petrus dalam karya seni Kristen adalah seperangkat kunci besar. Hal ini juga berlaku untuk lukisan paus pertama dan juga patung. Mengapa begitu? Read the rest of this entry

Jalan Menuju Keabadian – Kisah Melissa Funderburk

Melissa Funderburk (Sumber: chnetwork.org)

Dahulu saya seperti hidup di dalam kabut. Pada mulanya, kabut itu tidak mengganggu saya. Saya yakin akan paru-paru saya yang masih muda dan kuat mampu mengatasi segalanya. Namun kabut itu diam-diam semakin tebal setiap harinya.

Pada tahun 2012, suasana di sekitar saya dipenuhi dengan kesibukan. Kira-kira dalam sepuluh tahun, karier saya meroket, memiliki perkawinan dengan dua orang anak, Mariah dan Carson, juga berbagai macam kegiatan bersama keluarga dan teman-teman, tanggung jawab di berbagai komite gereja, memelihara dua mobil mahal, dan memiliki sebuah rumah mewah yang ada kolam renangnya.

Semuanya tampak baik. Bahkan bisa dikatakan hebat. Hal ini sesuai dengan apa yang saya dengar di dunia bahwa saya harus memiliki dan berusaha menjadi sukses dan bahagia. Kecuali … Read the rest of this entry

Tradisi Kuno mengenai Tobat

The Return of the Prodigal Son karya Bartolomé Esteban Murillo (1617–1682) (Sumber: wikipedia.org)

Bagi beberapa orang Kristen non-Katolik, praktik penintensial Gereja (khususnya pada masa Prapaskah) merupakan praktik yang tidak alkitabiah. Tradisi manusia yang tidak perlu dan paling buruk untuk menggantikan atau menambah pengorbanan Kristus dengan perbuatan manusia.

Namun silih atau laku tobat ini sudah menjadi bagian dari agama yang sejati sejak sebelum zaman Kristus, sebagaimana yang ditunjukkan dalam perintah Perjanjian Lama mengenai puasa, mengenakan kain kabung, dan duduk dalam debu dan abu. Dan praktik ini sudah menjadi bagian Gereja Kristen sejak mula-mula. Read the rest of this entry

Paskah Yahudi dan Misa Kudus – Perjamuan Kenangan dan Kurban

Oleh Dr. Brant Pitre

“The Last Supper” foto oleh Sibeaster (Sumber: wikimedia.org)

Jika kita ingin memahami Paskah pada zaman Yesus, kita tidak cukup melihat kitab suci Yahudi kuno, kita juga perlu memperhatikan beberapa tradisi Yahudi kuno karena peribadatan berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai hal ditambahkan, kebiasaan ditambahkan seiring berjalannya waktu, dan hal yang sama berlaku dengan peribadatan Yahudi. Maka, tradisi Yahudi pada zaman Kristus memiliki beberapa unsur lain dalam perjamuan Paskah yang ingin saya bagikan kepada Anda dalam sesi ini, semacam persiapan untuk apa yang akan kita lihat nanti dalam Perjamuan Malam Terakhir. Read the rest of this entry

Imamat dan Salib

Oleh Dr. John Bergsma

Chemin de croix, église Saint-Symphorien de Pfettisheim, Bas-Rhin, France foto oleh Pethrus (Sumber: wikimedia.org)

Jauh dalam narasi kisah sengsara, dalam Yohanes 19:23 kita akan melihat betapa uniknya antara imamat dan salib. Perhatikan bahwa jubah-Nya itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Mengapa Yohanes menjelaskan hal ini? Hal ini seringkali dianggap sepele. Yesus mengenakan pakaian yang tidak dijahit dan rapi yang lebih nyaman daripada pakaian lainnya. Nah, hanya ada satu referensi mengenai jubah yang tidak dijahit dalam literatur Yahudi kuno, dan Josephus sedang membicarakan pakaian seorang imam agung:

Memang imam agung itu dihiasi dengan pakaian yang sama … berwarna biru. Pakaian ini juga merupakan jubah panjang sampai ke kaki. … Sekarang jubah ini tidak dibuat dengan dua potong, juga tidak dijahit sepanjang bahu dan sampingnya, namun sebagai satu jubah panjang yang ditenun yang memiliki lubang untuk leher. (Flavius Josephus, Antiquities of the Jews, 3.15) Read the rest of this entry

Penyaliban, Ekaristi, dan Tamid

Oleh Dr. Brant Pitre

Agnus Dei karya Francisco de Zurbarán (Sumber: wikipedia.org)

Tamid dijelaskan di beberapa tempat dalam Perjanjian Lama. Saya akan memberikan beberapa perikop mengenai Tamid, dan marilah kita lihat apa yang Alkitab katakan mengenai perjamuan kuno ini dan bagaimana Yesus menggenapinya. Kutipan pertama dari Keluaran 29, yang menggambarkan kurban harian yang akan dilakukan bangsa Yahudi di Bait Allah:

“Inilah yang harus kauolah di atas mezbah itu: dua anak domba berumur setahun, tetap tiap-tiap hari. Domba yang satu haruslah kauolah pada waktu pagi dan domba yang lain kauolah pada waktu senja. Dan beserta domba yang satu kauolah sepersepuluh efa tepung yang terbaik dengan minyak tumbuk seperempat hin, dan korban curahan dari seperempat hin anggur” (Keluaran 29:38-40). Read the rest of this entry