Mengapa Yohanes Pembaptis Penting dalam Masa Adven?

Oleh Leroy A. Huizenga

Kanak-kanak Yesus dan Yohanes Pembaptis (Sumber: stpaulcenter.com)

Pada Masa Adven, umumnya kita berpikir tentang kelahiran bayi Yesus yang mungil dan juga Bunda-Nya, Santa Perawan Maria. Namun, bacaan-bacaan leksionari pada pekan kedua dan ketiga* Masa Adven menampilkan cukup banyak kisah Yohanes Pembaptis, baik Yohanes Pembaptis sendiri sebagai tokoh utama ataupun bersama dengan Yesus yang sedang membicarakan sesuatu yang penting. Read the rest of this entry

Sensus yang Membawa Tuhan kita ke Betlehem

Oleh Paul Senz

Joseph and Mary (Sumber: pozdravka.ru)

Yesus Kristus adalah tokoh nyata yang pernah ada di muka bumi dalam waktu dan tempat yang nyata. Ada sesuatu yang sangat luar tentang-Nya, dan kita sering meremehkannya. Bahkan jika kita mengesampingkan apa yang kita yakini bahwa Ia sungguh Allah dan sungguh manusia, inkarnasi logos Allah, pribadi kedua Tritunggal yang Mahakudus, kita harus mengakui suatu fakta Yesus itu nyata.

Anehnya ada banyak orang di luar sana yang terus menerus mempertanyakan fakta yang tampaknya jelas ini. Maka dari itu, mereka mempertanyakan apakah sisi historis Injil itu bisa diandalkan. Read the rest of this entry

Mengapa Korban Persembahan Habel Lebih Berkenan?

Oleh Joe Heschmeyer

Cain and Abel Offering (Sumber: pinterest)

“Maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:4b-5a).

Mengapa Allah menerima persembahan Habel tapi menolak persembahan Kain? Read the rest of this entry

Masyarakat Sekuler Menyembah Sesuatu yang Bukan Kristus

Oleh Dr. Scott Hahn dan Brandon McGinley

New York City foto oleh Dorian Mongel (Sumber: stpaulcenter.com)

Segala sesuatu yang benar menurut apa yang dikatakan oleh masyarakat sekuler juga berlaku bagi siapa saja yang disebut sebagai individu sekuler. Menolak menyerahkan diri kepada Allah yang hidup bukanlah pilihan yang netral. Pilihan yang tidak netral itu juga tidak melindungi objektivitas atau kebebasan intelektual seseorang, dan tidak memerdekakan jiwa. Adapun, penolakan akan Allah yang hidup itu dilakukan dengan menolak untuk mengakui, menyembah, dan melayani-Nya sebagai tuntutan keadilan. Read the rest of this entry

Dusta Setan yang Halus

Oleh Romo Vincent Lampert

Yesus di Padang Gurun (Sumber: stpaulcenter.com)

Sangat sedikit dari umat beriman yang merasa harus khawatir dengan berbagai macam serangan si jahat (infestasi [kehadiran setan dalam tempat, benda, binatang], vexasi [serangan setan berdampak pada fisik], obsesi [serangan setan berdampak pada mental], and posesi [kerasukan]). Banyak hal yang menarik perhatian seperti kepala bisa berputar ke belakang, benda-benda beterbangan, tubuh melayang, orang bisa merayap di tembok seperti laba-laba. Kenyataannya memang banyak aktivitas setan yang di luar kebiasaan, tapi sangat sedikit dibicarakan tentang aktivitas setan yang biasa. “Setan jauh lebih ditakuti dalam apa yang disebut manifestasi daripada pengaruh yang tidak kelihatan terhadap jiwa-jiwa yang tidak terlatih atau jiwa-jiwa yang tidak bertemperamen baik.” Dengan kata lain, kita harus lebih waspada terhadap setan yang menyerang kita dengan permasalahan biasa dalam kehidupan kita sehari-hari dalam berbagai cara yang tenang dan halus. Read the rest of this entry

Allah, Sang Mempelai Laki-Laki Ilahi

Oleh Dr. Brant Pitre

God The Divine Bridgeroom (Sumber: Catholic Production YouTube Channel)

Alasan St. Paulus ketika melihat kayu salib yang berdarah, ia melihat perkawinan antara Sang Pencipta dan ciptaan, Allah dan umat manusia, dalam Kristus dan Gereja. Alasan ia melihatnya demikian karena ia tahu seluruh kisah sejarah keselamatan, karena ia tahu (secara khusus) mengenai Perjanjian Lama. Ia memahaminya dari perspektif Yahudi, bahwa Allah bukan hanya Sang Pencipta, Allah bukan hanya Sang Hakim Agung, tapi Allah sang Mempelai Laki-laki. Ia adalah kekasih yang mengejar mempelai wanita-Nya yaitu Israel, umat manusia yang sudah ditebus, dalam keinginan-Nya sendiri untuk mengawini umat manusia dalam perjanjian perkawinan selama-lamanya, dan itulah alasan utama eksistensi dunia, dan itulah alasan utama sejarah keselamatan, dan inilah makna terdalam dari kisah keselamatan. Read the rest of this entry

Tanda Yunus – Kisah Romo Scott Wooten

 

Romo Scott Wooten (Sumber: fwdioc.org)

Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. Tetapi jawab Yesus: “Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi (Matius 16:1-4)

Pernahkan Anda punya ayat dari Kitab Suci yang terbayang-bayang selama bertahun-tahun? Suatu waktu, Matius 16:1 menjadi salah satu ayat yang membingungkan bagi saya. Mengapa ayat ini? Ayat ini bukanlah ayat yang sangat unik, dan tidak secara khusus mewakili ayat tentang “kabar gembira” melainkan ayat yang menyedihkan. Namun, ayat ini melekat pada diri saya karena saya merasa kasihan pada orang-orang Farisi dan Saduki. Tampaknya mereka tersesat, dan setelah membaca kisah berikutnya, saya tahu kalau akhir cerita mereka tidak bagus. Read the rest of this entry

Perumpamaan Domba dan Kambing

Oleh Dr. Brant Pitre

The Last Judgment karya Fra Angelico (Sumber: wikipedia.org)

Dalam perumpamaan ini saya akan mencoba membongkarnya dan secara khusus mengaitkannya dengan doktrin Gereja mengenai surga dan neraka, yang merupakan doktrin yang sangat penting dan sentral, dan juga berakar dalam Kitab Suci. Perumpamaan dalam Matius 25:31-46 akan saya letakkan dalam konteks aslinya, berikut ini yang dikatakan Yesus pada akhir pengajaran yang terkenal itu: Read the rest of this entry

Salib Terbalik – Simbol Iblis kah?

Oleh Hector Molina

Crucifixion of Saint Peter karya Caravaggio (c. 1600) (Sumber: wikipedia.org)

Selama bertahun-tahun saya sering bertemu dengan orang-orang yang anti-Katolik. Argumen mereka yang menentang iman Katolik cukup mudah ditebak, salah satu yang paling populer adalah tuduhan bahwa Paus itu adalah Antikristus. Salah satu bukti yang khas atas tuduhan ini adalah simbol Kepausan yaitu salib terbalik, yang para anti-Katolik yakin sebagai lambang Iblis. Oleh karena itu, menurut mereka, Paus sendiri bersekutu dengan Iblis. Read the rest of this entry

Beriman ala Masker

5 Kesalahan Umum Cara Pakai Masker (Sumber: kompas.com)

Pada masa pandemi seperti sekarang, masker menjadi sesuatu yang wajib dikenakan ketika berada di luar rumah. Berbagai elemen masyarakat dari pemerintah, pemimpin agama, dan pemimpin masyarakat ikut serta menganjurkan masyarakatnya untuk mengenakan masker dengan benar. Dalam hal ini, saya melihat adanya anggapan umum bahwa mengenakan masker pasti terhindar dari penyakit. Sayang sekali anjuran yang sudah diberikan hanya dibaca sepotong saja, banyak orang lupa bahwa mengenakan masker juga harus benar. Read the rest of this entry